• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Dian Novita Susanto Resmi Raih Gelar Doktor dari IPB University dengan riset Inflasi Relatif Harga Beras

Dian Novita Susanto Resmi Raih Gelar Doktor dari IPB University dengan riset Inflasi Relatif Harga Beras

  • 10 Desember 2025, 3:09 PM
  • Sosok
  • HORTI INDONESIA

Bogor, Hortiindonesia.com – Dian Novita Susanto, mahasiswa pada Program Studi Doktor Sains Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (IPB University), resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka pada Senin, 8 Desember 2025, di Gedung Sekolah Pascasarjana IPB.

Dalam disertasinya yang berjudul "Inflasi Relatif Harga Beras, Proses Politik, dan Tata Kelola Rantai Nilai Beras di Indonesia: Pendekatan New Institutional Economics", Dian mengkaji secara komprehensif bagaimana dinamika harga beras tidak hanya ditentukan oleh mekanisme pasar, tetapi juga oleh proses politik, desain kelembagaan, hingga struktur rantai nilai beras nasional.

Sidang terbuka dipimpin oleh Dr. Ir. Suharno, M.Adev selaku ketua komisi pembimbing, didampingi oleh Prof. Dr. Ir. Rita Nurmalina, M.S., dan Prof. Dr. Ir. R. Nunung Nuryartono, M.Si. sebagai anggota. Sementara itu, dua penguji luar komisi, yakni Prof. Dr. Ir. Saptana, M.Si. (BRIN) dan Prof. Dr. Ir. Harianto, MS (FEM IPB), turut hadir memberikan penilaian.

Dalam keputusannya, ketua sidang menyampaikan bahwa tim penguji menetapkan Dian Novita lulus sebagai doktor sains agribisnis. Prestasi ini menjadi tonggak penting karena Dian tercatat sebagai lulusan pertama dari Program Doktor Agribisnis IPB University.

Riset Ungkap Fakta Baru Soal Inflasi Beras

Melalui analisis data time series 2017–2023, Dian menemukan bahwa beras bukan penyumbang utama inflasi nasional, berbeda dengan persepsi publik selama ini.
Komoditas seperti daging sapi, minyak goreng, cabai merah, dan bawang putih justru memiliki kontribusi lebih besar terhadap pergerakan inflasi.

“Temuan ini mengingatkan kita bahwa kebijakan stabilisasi harga pangan tidak bisa hanya bertumpu pada beras, karena inflasi lebih banyak digerakkan oleh kelompok pangan yang volatil,” jelas Dian dalam paparannya.

Selain pendekatan ekonometrik, penelitian ini juga menggali dinamika kelembagaan di Kabupaten Karawang dan Indramayu. Dari wawancara mendalam dengan petani, tengkulak, penggilingan, hingga pedagang, Dian mengungkap adanya ketergantungan struktural petani pada tengkulak, lemahnya regulasi yang harusnya melindungi petani, serta distorsi pasar akibat dominasi pedagang besar.

Kebijakan Beras Sarat Kepentingan Politik

Penelitian Dian juga menunjukkan bahwa kebijakan stabilisasi harga beras sering kali menjadi instrumen politik untuk menjaga dukungan publik. "Keseimbangan antara melindungi konsumen dan menjaga pendapatan petani sering terjebak dalam tarik-menarik kepentingan politik," ungkap Dian.
Menurutnya, keputusan impor beras, operasi pasar, hingga penetapan HPP tidak jarang dipengaruhi agenda politik jangka pendek, bukan semata pertimbangan teknokratis.

Rekomendasi Reformasi Kelembagaan
Berdasarkan hasil penilaian kelembagaan, rata-rata skor tata kelola rantai nilai beras di Karawang dan Indramayu berada pada kategori rendah (1,27 dan 1,36 dari skala 1–3). Dian menilai diperlukan reformasi menyeluruh, antara lain:


Baca Juga: PT. Indevco Internusa & Everris Siap Guncang Pasar Pupuk Indonesia

  • Memperbaiki regulasi BULOG
  • Memperketat pengawasan pupuk bersubsidi
  • Mendorong penguatan kelembagaan petani
  • Meningkatkan integrasi pasar untuk mengurangi distorsi harga.

“Kebijakan pangan berkelanjutan hanya bisa tercapai jika reformasi kelembagaan berjalan seiring dengan penguatan struktur pasar,” tegasnya.

Perjalanan Akademik yang Menginspirasi

Perjalanan akademik Dian tidak hanya dibangun dari ketekunan riset di tanah air, tetapi juga dari rekam jejak prestasi internasional yang kuat. Selama proses studinya, Dian pernah mengikuti program akademik di Prancis serta Thailand, yang semakin memperkaya perspektifnya ilmunya dari sudut pandang global.

Selain kiprah akademiknya, Dian juga aktif dalam organisasi profesi. Ia memiliki kontribusi penting di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), khususnya menjadi Ketua Umum Perempuan Tani HKTI. Pengalaman empirik bersama petani, dipadukan dengan capaian akademik, menjadikan risetnya relevan dan membumi.

Dengan kombinasi pengalaman lapangan, jejaring internasional, dan komitmen terhadap pemberdayaan petani, Dian hadir sebagai sosok akademisi dan profesional yang membawa semangat baru dalam pengembangan kebijakan pangan nasional.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 10 Desember 2025, 3:09 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 10 Desember 2025, 3:09 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 10 Desember 2025, 3:09 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 10 Desember 2025, 3:09 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved