• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Jelang Akhir Tahun, Pasar Pare Catat Kenaikan Tajam Harga Cabai

Jelang Akhir Tahun, Pasar Pare Catat Kenaikan Tajam Harga Cabai

  • 05 Desember 2025, 10:27 PM
  • Sayur
  • Adhita Diansyavira

Hortiindonesia.com - Harga aneka cabai di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, pada Jumat, 5 Desember 2025 mengalami kenaikan signifikan di hampir semua varietas. Laporan Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Jawa Timur menunjukkan bahwa seluruh jenis cabai mengalami lonjakan harga akibat turunnya pasokan dan berkurangnya volume petikan di hari Jumat. Kenaikan harga ini juga dipengaruhi kondisi cuaca yang diguyur hujan, sehingga produktivitas petani menurun.

Pada kelompok cabai merah besar, pasokan hari ini hanya delapan ton, jauh di bawah kondisi normal yang bisa mencapai delapan belas ton. Penurunan pasokan ini memicu kenaikan harga pada berbagai varietas. Cabai merah besar Gada EVO naik menjadi Rp35.000 per kilogram dari harga normal Rp24.000. Varietas IMOLA F1 ikut menguat ke Rp33.000 per kilogram dari Rp22.000. Sementara itu, Sandi 08 F1 berada di harga Rp31.000 per kilogram dari harga normal Rp22.000. Secara umum, kelompok cabai merah besar mengalami lonjakan harga antara Rp9.000 hingga Rp11.000 per kilogram.

Cabai merah keriting juga mencatat kenaikan serupa. Dengan pasokan hanya dua ton, turun jauh dari kondisi normal sepuluh ton, harga melonjak cukup tajam. Varietas Boos Iavi F1 naik ke Rp40.000 per kilogram dari harga normal Rp23.000, sedangkan SIBAD 46 turut naik ke Rp38.000 per kilogram dari harga normal Rp21.000. Kenaikan pada cabai keriting hari ini berkisar antara Rp17.000 hingga Rp19.000 per kilogram.


Baca Juga: KEBERADAAN MESIN VHT DIHARAPKAN AKHIRI LARANGAN EKSPOR MANGGA KE JEPANG

Jenis cabai yang mengalami kenaikan paling ekstrem adalah cabai rawit merah. Pasokan hanya sembilan ton dari kebutuhan normal tiga puluh lima ton, membuat harga melambung drastis. Varietas Brengos 99 naik dari Rp28.000 menjadi Rp82.000 per kilogram. Asmoro 043 meningkat dari Rp27.000 menjadi Rp82.000. Rawit merah lokal Kediri bahkan melonjak dari Rp25.000 menjadi Rp70.000. Sementara itu, rawit merah Prenol TUMI 99 naik dari Rp23.000 menjadi Rp68.000. Kenaikan pada rawit merah mencapai Rp45.000 hingga Rp55.000 per kilogram, menjadikannya komoditas dengan kenaikan harga tertinggi hari ini.

Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, menjelaskan bahwa naiknya harga hari ini tidak dapat dihindari karena produksi petani turun drastis. “Hari ini harga aneka cabai semuanya naik karena pasokan berkurang,” ujarnya kepada Horti Indonesia, Jumat (5/12/25). Ia menambahkan bahwa faktor kondisi hari Jumat juga ikut memengaruhi volume pasokan. “Hari Jumat petikan berkurang, selain itu pengaruh hujan,” tambahnya. Menurutnya, hujan yang turun berhari-hari membuat petani sulit melakukan pemetikan, sementara kualitas panen juga menurun karena tingkat kelembapan yang tinggi.

Dalam distribusi, sebagian pasokan cabai dari Kediri, Blitar, Nganjuk, Banyuwangi hingga Muntilan dan Jawa Tengah dialirkan ke Jabodetabek, industri melalui Glower, serta sebagian untuk memenuhi permintaan Kalimantan. Namun karena pasokan berkurang, jumlah yang dikirim hari ini juga tidak maksimal. Hanya sekitar 0,7 ton dari CMK dan satu ton dari CRM yang tersalurkan ke Jabodetabek. Selebihnya digunakan untuk memenuhi pasar modern dan tradisional di wilayah Jawa Timur.

APCI memperkirakan bahwa bila hujan masih berlangsung dan petikan tidak kembali normal, harga cabai berpotensi tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini menjadi perhatian khusus karena cabai merupakan komoditas strategis yang sensitif terhadap perubahan cuaca dan pasokan. Pemerintah daerah dan kelompok tani kini terus memantau perkembangan cuaca dan distribusi untuk menjaga stabilitas harga menjelang akhir tahun.

Sumber : Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI)

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 05 Desember 2025, 10:27 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 05 Desember 2025, 10:27 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 05 Desember 2025, 10:27 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 05 Desember 2025, 10:27 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved