• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Komitmen Menjaga Keamanan Pangan, Kementan Dukung Penuh Teknologi Budidaya Pertanian Rendah Residu Bahan Kimia

Komitmen Menjaga Keamanan Pangan, Kementan Dukung Penuh Teknologi Budidaya Pertanian Rendah Residu Bahan Kimia

  • 20 Januari 2022, 7:25 AM
  • Sayur, Kilas, Budidaya, Agribisnis

Jakarta, Hortiindonesia.com

Sayuran merupakan komoditas hortikultura yang bernilai tinggi. Namun demikian, seringkali muncul kendala dalam pemasaran sayuran apabila akan diekspor, terutama karena persyaratan batas residu bahan kimia pertanian yang ditetapkan oleh negara tujuan ekspor.

Jepang adalah salah satu negara dengan standar keamanan dan kesehatan pangan tertinggi di dunia. Jepang menetapkan batas seragam residu bahan kimia pertanian untuk produk pangan dan pertanian baik hasil produksi domestik maupun impor.  Agar produk pangan dan pertanian memiliki batas residu bahan kimia yang rendah dan seragam, berbagai teknologi dikembangkan oleh Jepang, termasuk teknologi Artificial Intelligence (AI).

Di bawah komando Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kementerian Pertanian sangat mendukung inovasi teknologi yang menunjang produktivitas pertanian Indonesia. Oleh karena itu, bimbingan teknis (bimtek) online yang gagas oleh Atase Pertanian Tokyo dan Marchen Group bertajuk “Pelatihan Budidaya Sayuran Rendah Residu Bahan Kimia: Pertanian Ala Jepang” disambut antusias oleh Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura. Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto menyampaikan apresiasinya pada Atani Jepang Sri Nuryanti atas inisiaainya dan mendorong agar budidaya pertanian hortikultura rendah residu dapat diterapkan secara masif di Indonesia mendukung keamanan pangan.

“Keamanan pangan saat ini sangat diperhatikan. Keamanan pangan dimulai dari tata kelola budi daya pertanian yang baik. Sayuran  tergolong merupakan produk hortikultura yang banyak gunakan pestisida cukup tinggi. Ini sangat disayangkan karena hampir setiap hari kita mengonsumsi sayuran. Melalui bimtek ini, diharapkan Marchen Group bisa berbagi ilmu terkait tata kelola budidaya sayuran rendah residu kimia berbasis Artificial Intelegent (AI),” ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Retno Sri Hartati Mulyandari saat membuka bimtek pada Selasa (18/1).

Marchen Group adalah perusahaan Jepang pengembang teknologi AI untuk budidaya pertanian. Marchen Group menggandeng petani sayuran dan buah-buahan di Jepang untuk membudidayakan tanaman hortikultura rendah residu bahan kimia pertanian, sehingga memenuhi standar keamanan dan kesehatan pangan Jepang serta layak untuk dipasarkan secara lokal maupun global.


Baca Juga: Dian Novita Susanto Resmi Raih Gelar Doktor dari IPB University dengan riset Inflasi Relatif Harga Beras

Melihat kekayaan sumber daya alam dan pertanian Indonesia, Marchen Group berinisiatif untuk memperkenalkan teknologi budidaya rendah residu bahan kimia pertanian yang telah diujicoba dan dipraktikkan oleh petani binaan mereka yang terdapat di Prefektur Saitama, Kagoshima, dan Miyazaki.

“Teknologi kami bisa digunakan oleh petani siapa saja karena misi kami adalah menyediakan layanan yang membuat siapa saja bisa bertani dengan mudah,” ujar Sumizawa Daisuke, Managing Director dari Marchen Group.

Sistem teknologi AI dari Marchen Group merekam aktivitas pertanian sehari-hari dan menghasilkan data harian. Kelebihan dari teknologi AI ini adalah mampu merekam data karakteristik, menganalisis data tersebut, dan kemudian menghasilkan instruksi berdasarkan analisis data. Saat ini, teknologi AI Marchen Group baru diaplikasikan ke pertanaman daun bawang dan paprika.

Untuk memastikan keberhasilan teknologi AI ini, Marchen Group melakukan pengujian berulang-ulang di Okada Farm. Hasil uji coba menunjukkan bahwa panen dan keuntungan pertanian meningkat hingga 20 persen.

“Hasil eksperimen kami adalah panen dan keuntungan meningkat hingga 20 persen. Teknologi AI ini membuat petani lebih senang dan sejahtera,” jelas Sumizawa.

Pada bimtek ini, turut hadir Ketua Komite Tetap Hortikultura Kadin Indonesia, Karen Tambayong sebagai moderator. Karen mengungkapkan harapannya agar teknologi AI dari Marchen Group ini dapat segera digunakan untuk komoditas hortikultura strategis.

“Seperti yang kita ketahui, cabai dan bawang merupakan produk strategis hortikultura. Tidak hanya digemari di Indonesia, tetapi di Jepang juga. Saya harap produk ini segera ada pilot project-nya pada komoditas cabai dan bawang,” ungkap Karen.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 20 Januari 2022, 7:25 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 20 Januari 2022, 7:25 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 20 Januari 2022, 7:25 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 20 Januari 2022, 7:25 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved