• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Langkah Praktis Budidaya Cabai Rawit Hiyung Sesuai SOP

Langkah Praktis Budidaya Cabai Rawit Hiyung Sesuai SOP

  • 07 September 2025, 9:44 AM
  • Sayur
  • Adhita Diansyavira

Hortiindonesia.com – Cabai rawit hiyung, komoditas khas dari Desa Hiyung, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, dikenal memiliki tingkat kepedasan yang tinggi dan nilai ekonomis yang menjanjikan. Agar hasil panen maksimal, Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Kalimantan Selatan telah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya cabai rawit hiyung yang bisa menjadi acuan bagi petani maupun pelaku usaha.

Sobat Horti, mari kita simak panduan lengkapnya mulai dari penyediaan benih hingga pascapanen.

Penyediaan Benih

Benih yang bermutu menjadi kunci utama keberhasilan budidaya. Gunakan benih bersertifikat dengan daya kecambah di atas 80 persen dan kondisi sehat. Sebelum disemai, benih direndam air hangat (50–60°C) selama 1–2 jam. Benih yang mengapung sebaiknya dibuang.

Benih dapat disemai pada bedengan dengan media campuran pupuk organik, tanah, dan abu, atau menggunakan tray dengan campuran tanah, arang sekam, serta kompos. Setelah 20–25 hari atau bibit memiliki lima helai daun sempurna, barulah dipindahkan ke lahan.

Persiapan Lahan

Lahan yang ideal harus gembur, subur, dan memiliki pH 5,5–6,8. Sobat Horti, pengolahan lahan penting dilakukan untuk membersihkan sisa tanaman sebelumnya, menekan gulma, sekaligus memperbaiki drainase.

Gunakan dolomit 1,5–2 ton per hektare untuk lahan masam. Tambahkan pupuk dasar berupa pupuk kandang 20–30 ton/ha yang sudah matang, serta NPK 16-16-16 sekitar 450 kg/ha. Untuk hasil lebih baik, gunakan mulsa organik atau mulsa plastik hitam perak (MPHP).

Penanaman

Bibit cabai dipilih yang sehat, batang lurus, dan akar banyak. Penanaman dilakukan pagi atau sore hari agar tanaman tidak stres. Setelah ditanam, lakukan penyiraman secukupnya. Jarak tanam dianjurkan 60x70 cm atau 70x70 cm.


Baca Juga: Sistem Peringatan Dini Mulai Berfungsi, Stok Bawang Merah Jelang Natal & Tahun Baru Aman Terkendali

Pemupukan

Pemupukan susulan diberikan sejak tanaman berumur 15 hari setelah tanam (HST). Gunakan larutan NPK yang dikocor ke pangkal tanaman setiap 10–15 hari hingga umur 55 HST. Pemupukan lanjutan dapat dilakukan dengan NPK dan KNO3 pada umur 65–85 HST.

Pemasangan Ajir dan Perempelan

Sobat Horti, cabai rawit hiyung membutuhkan ajir atau penyangga agar tidak roboh saat berbuah lebat. Ajir bisa dari bambu atau kayu kecil, dipasang 10 cm dari batang tanaman.

Selain itu, lakukan perempelan tunas air pada umur 20–45 HST. Tujuannya untuk mengarahkan nutrisi ke pertumbuhan utama dan membentuk tajuk tanaman yang ideal.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) seperti trips, lalat buah, ulat grayak, kutu kebul, hingga penyakit layu bakteri dan busuk buah sering menyerang cabai rawit. Prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) perlu diterapkan. Gunakan musuh alami, tanaman perangkap, hingga pestisida nabati sebagai langkah awal. Pestisida kimia sebaiknya menjadi pilihan terakhir jika serangan sudah di ambang batas ekonomi.

Panen

Cabai rawit hiyung bisa dipanen pada umur 100–115 HST. Pilih buah yang sudah matang merah sekitar 80 persen. Panen dilakukan dengan cara memetik bersama tangkai buah. Frekuensi panen bisa dilakukan setiap 3–7 hari sekali.

Setelah dipanen, Sobat Horti perlu melakukan sortasi, pengeringanginan, penyimpanan di tempat berventilasi baik, serta pengemasan sesuai kebutuhan pasar. Proses ini penting untuk menjaga kesegaran, menekan kerusakan, sekaligus memperpanjang umur simpan cabai.

Budidaya cabai rawit hiyung membutuhkan ketelitian dari awal hingga pascapanen. Dengan mengikuti SOP ini, Sobat Horti dapat memperoleh hasil panen yang optimal, berkualitas tinggi, dan tentu saja lebih menguntungkan. Selain mendukung ketahanan pangan, keberhasilan budidaya cabai rawit hiyung juga memperkuat ekonomi lokal di Kalimantan Selatan dan daerah lainnya. (*)

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 07 September 2025, 9:44 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 07 September 2025, 9:44 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 07 September 2025, 9:44 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 07 September 2025, 9:44 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved