• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Manisnya Peluang Ubi Jalar Madu di Pasar Hortikultura Modern

Manisnya Peluang Ubi Jalar Madu di Pasar Hortikultura Modern

  • 01 Agustus 2025, 12:46 PM
  • Sayur
  • Adhita Diansyavira

Hortiindonesia.com - Sobat Horti, kalau mendengar kata “ubi jalar”, mungkin yang terbayang adalah pangan lokal yang akrab di dapur nenek moyang. Tapi, siapa sangka, dari balik umbi yang sederhana ini tersimpan potensi besar untuk menjadi komoditas hortikultura unggulan Indonesia, bahkan siap menembus pasar ekspor. Salah satu varietas yang kini ramai diperbincangkan adalah ubi jalar madu, dikenal karena rasa manis alaminya, warna menarik, dan tekstur lembutnya yang menggoda lidah.

Sobat Horti tahu tidak, ubi jalar sebenarnya bukan tanaman asli Indonesia. Ia berasal dari kawasan Amerika Tengah dan mulai menyebar ke berbagai belahan dunia sejak abad ke-16.

Di Indonesia, tanaman ini mulai dikenal pada abad ke-18 dan sejak itu berkembang pesat karena kemampuannya beradaptasi di berbagai tipe lahan, dari dataran rendah hingga ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut. Menariknya lagi, Indonesia kini dikenal sebagai pusat keanekaragaman sekunder ubi jalar dunia. Artinya, di tanah air kita tersimpan potensi genetik luar biasa yang sangat mendukung pengembangan varietas-varietas unggul, termasuk si manis ubi jalar madu.

Ubi jalar madu merupakan hasil dari proses pemuliaan tanaman yang melibatkan seleksi genetik untuk menghasilkan varietas dengan rasa lebih manis, daya simpan lebih lama, dan produktivitas lebih tinggi. Proses pemuliaan ini adalah kombinasi antara ilmu dan seni dalam menciptakan varietas baru yang lebih unggul dari sebelumnya. Tak heran kalau ubi jalar madu disebut-sebut sebagai hasil terbaik dari kerja keras para pemulia tanaman di Indonesia.

Dari sisi budidaya, Sobat Horti tak perlu khawatir. Ubi jalar madu tergolong mudah ditanam. Ia menyukai tanah yang gembur dan memiliki drainase baik, serta sinar matahari penuh. Suhu optimalnya berada di kisaran 21 hingga 27 derajat Celsius. Bibitnya berupa stek batang yang bisa dipanen setelah 3,5 hingga 4 bulan tanam. Dengan perawatan yang baik, hasil panennya bisa mencapai 15 sampai 25 ton per hektare, cukup menjanjikan, bukan?


Baca Juga: OP Hari Ke-2 Berhasil Turunkan Harga Bawang di Surabaya

Tak hanya unggul dalam rasa dan hasil panen, ubi jalar madu juga kaya manfaat. Kandungan fruktosa alaminya menjadikannya pilihan pangan sehat, terutama bagi masyarakat yang peduli terhadap indeks glikemik dalam makanan. Ubi ini juga mengandung serat, vitamin A, dan antioksidan yang baik untuk tubuh. Tak heran kalau kini semakin banyak permintaan dari industri makanan sehat, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Produk olahan dari ubi jalar madu pun mulai berkembang pesat. Mulai dari tepung ubi untuk kebutuhan kuliner dan industri, keripik yang renyah, hingga olahan inovatif seperti mie gluten-free dan sirup fruktosa alami. Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura mulai menunjukkan ketertarikan terhadap produk berbasis ubi jalar madu Indonesia. Ini menjadi peluang besar untuk memperluas pasar ekspor hortikultura kita.

Namun tentu saja, agar ubi jalar madu bisa bersaing di pasar global, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari peningkatan kapasitas petani, akses terhadap benih unggul, pelatihan budidaya organik dan efisien, hingga penguatan sistem pengolahan pascapanen dan pengemasan modern. Kemasan yang menarik dan higienis akan meningkatkan daya saing produk di rak-rak pasar internasional.

Sobat Horti, di tengah situasi global yang menuntut ketahanan pangan berkelanjutan, ubi jalar madu hadir sebagai jawaban atas tantangan zaman. Komoditas ini bukan hanya sumber gizi dan energi, tapi juga sumber harapan baru bagi petani, pelaku usaha agribisnis, dan perekonomian nasional. Saatnya kita bangga dan bersiap mendukung penuh produk hortikultura lokal seperti ubi jalar madu agar bisa mengharumkan nama Indonesia di pasar dunia.

Jadi, sudah siap tanam dan angkat si manis ini jadi bintang ekspor hortikultura berikutnya?

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 01 Agustus 2025, 12:46 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 01 Agustus 2025, 12:46 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 01 Agustus 2025, 12:46 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 01 Agustus 2025, 12:46 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved