• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Mengapa Makan Pedas Cabai Bisa Bikin Ketagihan? Ini Faktanya!

Mengapa Makan Pedas Cabai Bisa Bikin Ketagihan? Ini Faktanya!

  • 07 Mei 2024, 9:14 PM
  • Gaya Hidup
  • HORTI INDONESIA

Jakarta, hortiindonesia.com - Apakah kamu salah satu orang yang terobsesi dengan pedasnya cabai? Mengapa makanan pedas bikin ketagihan? Ternyata ada penjelasan ilmiahnya.

Makanan pedas sangat populer di Indonesia. Kalangan muda-mudi sampai orang tua di Indonesia menyukai makanan pedas, mulai dari tingkat kepedasan wajar sampai maksimal yang buat keringat bercucuran banyak diminati warga lokal.

Bakso, mi instan, sampai seblak yang viral belakangan ini bak terasa kurang lengkap kalau tak dibubuhi sambal. Selain karena masakan Indonesia yang kaya rasa, rasa nagih yang tercipta saat makan makanan pedas juga punya alasan khusus, simak tulisan ini selengkapnya.

Sebelumnya, mari kita bahas apa itu 'pedas'. Dilansir dari Wasserstrom Blog, daripada rasa, pedas lebih tepat dikatakan sebagai sensasi.

Saat kita memasukkan cabai ke dalam mulut, panas yang dihasilkan mengaktifkan nosiseptor atau neuron sensorik yang mendeteksi rasa sakit. Secara spesifik, nociceptor yang bertugas membuat saus cabai di mulut kita begitu kuat dan bikin ketagihan disebut reseptor rasa sakit (TRPV1) yang mengirim sinyal ke otak.

Saat panas di dalam mulut mulai terasa, otak akan menerima sinyal TRPV1 dan bereaksi terhadap panas seolah-olah mulut jadi terbakar. Sehingga dapat dikatakan bahwa makanan pedas mampu menipu otak kita untuk berpikir bahwa ada bahaya dalam tubuh kita sampai menimbulkan hormon stress.

Setelahnya timbulah sejumlah reaksi dalam tubuh seperti mata berkaca-kaca bahkan sampai nangis, jantung berdetak lebih cepat, hidung berair, keringat bercucuran, dan wajah memerah. Nah, darimana datangnya rasa panas setelah makan cabai? Jawabannya adalah Capsaicin.

Capsaicin adalah molekul yang berkaitan dengan reseptor TRPV1 yang terdapat pada warna putih di setiap biji cabai. Senyawa ini juga ditemukan pada semprotan merica sebagai obat pereda nyeri yang efeknya dapat mematikan rasa pada kulit.


Baca Juga: Dongkrak Volume Ekspor, Kementan Bangun Kawasan Agrowisata Hortikultura di Bandung

Ketika kita berhasil mengatasi rasa pedas tersebut, maka terjadilah pelepasan endorfin, yaitu zat yang menyebabkan timbulnya rasa senang. Para peneliti menggambarkan bahwa fenomena pelepasan endorfin ini sama seperti seseorang yang tengah kecanduan narkoba. Namun, tidak ada salahnya menikmati rasa sakit dari makanan mengandung cabai.

Dopamin juga muncul dan menjadi penyebab datangnya rasa nikmat dan puas setelah makan makanan pedas. Perpaduan antara endorfin dan dopamin inilah yang membuat kebanyakan orang semakin ketagihan makan makanan pedas, walau menyiksa.

Apakah air bisa meredakan rasa pedas?

Sama seperti air dan minyak, Wasserstrom Blog menyebutkan bahwa air dan capsaicin tidak dapat menyatu. Alih-alih sensasi pedas hilang, air disebutkan hanya membuat capsaicin menyebar ke seluruh permukaan mulut.

Molekul capsaicin disebutkan memiliki kombinasi antara hidrogen dan karbon , sehingga termasuk ke dalam zat yang tidak larut dalam air. Daripada air, susu lebih direkomendasikan untuk meredakan sensasi terbakar dalam mulut.

Molekul dalam susu dapat melarutkan capsaicin dari reseptor TRPV1. Jadi, kalau kamu kepedasan silahkan minum susu atau es krim.

Namun, perlu diketahui bahwa pedas cabai mungkin tidak membuat ketagihan pada beberapa rang tertentu. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi respons setiap individu terhadap rasa cabai, di antaranya adalah pengaruh sosial, kepribadian, dan cara tubuh merespons secara fisiologis.

Jika kamu sudah terpapar makanan pedas berempah sejak kecil, maka dkekebalan tubuh terhadap rasa pedas berkurang sehingga akan terus mencari rasa pedas yang lebih nikmat. Nah, kamu tipe yang mana? Suka ketagihan saat makan pedas?

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 07 Mei 2024, 9:14 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 07 Mei 2024, 9:14 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 07 Mei 2024, 9:14 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 07 Mei 2024, 9:14 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved