• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Prospek Ekspor Tinggi, Biofarmaka Digandrungi Generasi Milenial

Prospek Ekspor Tinggi, Biofarmaka Digandrungi Generasi Milenial

  • 12 Desember 2018, 10:30 AM
  • Herbal, Gaya Hidup
  • Teguh

Bisnis biofarmaka atau tanaman obat bakal menjadi primadona bagi generasi milenial. Karena selain untuk obat herbal, biofarmaka juga memiliki prospek peluang bisnis ekspor yang sangat menjanjikan. Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi mengatakan, Biofarmaka ini ada 14 komoditas jenis rimpang, mulai dari jahe, kunyit, lengkuas, lempuyang, temu lawak, temu kunci, temu ireng dan dlingo.

Lebih jauh lagi Suwandi membeberkan, selain itu masih ada lagi 52 komoditas jenis non rimpang, seperti kapulaga, mengkudu, sambiloto, mahkuto dewa, lidah buaya, dan lainnya. Petani biofarmaka di banyak daerah, sambungnya, sangat senang karena permintaan pasar tinggi. "Permintaan ekspor jahe dan kunyit boleh dikata sangat tinggi," singkatnya.

Dalam kuliah umum yang disampaikan di hadapan 175 lebih mahasiswa dan civitas akademik Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta-Magelang, Suwandi mengungkapkan minat generasi muda dapat dilihat dari banyaknya mahasiswa Polbangtan Yogyakarta ikut bidang studi agribisnis biofarmaka sebanyak 35 orang.

Di sisi lain Suwandi menekankan transformasi yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yakni merubah dulu STPP kini menjadi Polbangtan dimaksudkan untuk mencetak regenerasi muda untuk berbisnis pertanian termasuk biofarmaka berkelas dunia. Mampu menjadi wirausaha muda tangguh untuk menggerakkan roda ekonomi di sekitar.


Baca Juga: 5 Tips Cara Memilih Durian Matang: Dijamin Manis dan Legit

"Seluruh aktivitas usaha biofarmaka mulai hulu hingga hilir sangat menantang untuk dikembangkan pemuda generasi milenial. Bahkan, bisnis industri hilir jahe, kunyit, lengkuas hingga tata niaga dan ekspor sangat menjanjikan," tegasnya. Suwandi mengungkapkan tahun 2018, ekspor tanaman obat seperti jahe 2.000 ton, saffron 1.000 ton, turmeric 7.000 ton, kapulaga 6.000 ton dan tanaman biofarmaka lainnya 1.000 ton. Selama ini bisnis biofarmaka lebih maju seiring berkembangkan industri herbal dan gaya hidup back to nature.

“Produk tanaman obat ini sebagai pemasok untuk industri herbal, rumah sakit herbal, salon kecantikan, bahan kosmetik, spa, dan lainnya. Kuncinya di teknologi pengolahan, manajemen industri, pengemasan dan jejaring marketingnya,"ungkapnya. Sementara itu, Direktur Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Rajiman mengatakan pada tahun ini menerima mahasiswa 175 orang dibagi menurut program studi. Mahasiswa dididik tidak hanya teori, tetapi lebih banyak praktek, kemampuan manajerial termasuk disiplin dan leadership.

"Mereka dididik ketat dan masuk asrama, tidur jam 11 malam dan bangun jam 3. Pada hari tertentu wajib berbahasa inggris dan juga rutin ada materi keagamaan. Praktek dengan bobot 70 persen. Diharapkan mereka nanti akan menjadi wirausaha yang tangguh dan berkelas dunia," kata dia. Di tempat terpisah, Jati Kuswardono, eksportir dari Yogyakarta mengatakan ekspor jahe gajah dan jahe emprit ke Bangladesh sekitar 300 ton per tahun.

Pasokan diperoleh dari petani di Cianjur, Sukabumi, Banjarnegara, Ponorogo dengan harga jahe gajah di petani berkisar Rp 4.500 hingga 7.000 per kg dan jahe emprit Rp 9.000 hingga 12.000 perkg. Permintaan ekspor sangat tinggi, justru pasokan masih kurang dan agar kualitasnya masuk grade. "Selain ekspor jahe, kita juga ekspor kentang granula ke Singapura, ekspor kemiri ke China. Juga ekspor sayuran baby buncis dari Wonosobo, Magelang, Semarang ke Singapura via Bandara Yogyakarta," sebutnya.

Hal yang sama diungkapkan Igbal, pelaku eksportir. Dia mengatakan ekspor terbesar ke Bangladesh, pasokan berasal dari Sukabumi, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, Pacitan dengan harga di petani berkisar Rp 6.000 sampai 7.000 perkg. "Kunyit juga permintaan tinggi. Selain pasar Bangladesh dan Jepang, jahe juga dipasarkan ke Belanda," ujarnya. [Teg]

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 12 Desember 2018, 10:30 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 12 Desember 2018, 10:30 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 12 Desember 2018, 10:30 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 12 Desember 2018, 10:30 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved