• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Strategi Bidang Hortikultura Dinas Ketapang TPH Sumut untuk Jaga Stabilitas Harga dan Supply Cabai di Pasar

Strategi Bidang Hortikultura Dinas Ketapang TPH Sumut untuk Jaga Stabilitas Harga dan Supply Cabai di Pasar

  • 01 November 2025, 10:54 PM
  • InovTek, Sosok
  • Nabila Sahma Libriyanti

Medan, hortiindonesia.com - Sumatera Utara (Sumut) memiliki beberapa komoditas unggulan untuk membantu perekonomian kota, di antaranya ada cabai, bawang, kentang dan wortel. Selain itu kubis, wortel, dan kentang sudah berhasil dilakukan ekspor ke negara Singapore.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (Ketapang TPH) Sumut, Lambok Turnip, SP,M.Agr. mengatakan bahwa saat ini sedang fokus menjaga stabilitas harga dan supply cabai yang menjadi komoditas penghasil ekonomi tertinggi.

“Sesuai dengan visi misi Pak Gubernur Bobby Nasution, saat ini kami sedang mengembangkan solar dryer dome (pengering tenaga surya) untuk cabai di sentra-sentra produksi kabupaten Sumut. Hasil akhirnya adalah produk hilir, yaitu bubuk cabai,” jelas Lambok dalam wawancara eksklusif bersama Horti Indonesia pada hari Jumat (30/10/2025).

Untuk harga cabai sendiri di Sumut berfluktuasi, tetapi saat ini sedang mengalami penurunan harga pasar secara signifikan karena faktor kekeringan di kemarau panjang. “Hari ini di sentra Karo 40-45 ribu per Kg sebelumnya bisa 70-80 ribu per Kg karena cuaca. Ada empat bulan di sentra cabai kering karena kemarau tanaman banyak yang rusak,” jelasnya.

Disaat harga turun ini, petani disebut enggan untuk menjual hasil panennya dan memilih untuk menyimpannya. Untuk menjaga stabilitas harga inilah Bidang Hortikultura Dinas Ketapang TPH Sumut mengandalkan produk hilirnya, yaitu bubuk cabai.

“Sekarang prioritas utama adalah cabai. Untuk menjaga stabilitas harga cabai saat harga sedang rendah kita keringkan. Karena biasanya petani kalau harganya rendah nggak mau merawat lagi bahkan sampai nggak dipanen. Jadi lebih baik disimpan, keringkan, dan dijual dalam bentuk cabai bubuk, sehingga lebih bernilai. Ini adalah kerjasama petani dengan BUMD Provinsi,” kata Lambok.

Tak hanya itu, Bidang Hortikultura Dinas Ketapang TPH Sumut juga berinisiatif untuk membuat kelompok sentra cabai menjadi empat zona. Setiap zona terdiri dari beberapa wilayah, yaitu wilayah sentra dan wilayah yang membutuhkan pasokan, berikut di antaranya:


Baca Juga: Produksi Masih Tinggi, Pasokan Bawang Merah berangsur Normal

Zona I: Madina, Tapsel, P.Sidempuan, Paluta, Palas

Zona II: Langkat, Binjai, Serdang Bedagai, Batubara, Labuhan Batu

Zona III: Deli Serdang, Simalungun Karo, Dairi, Pak Pak Bharat

Zona IV: Toba, Humbahas, Samosir, Nias, Barat, Gunung Sitoli

“Setiap zona ada daerah penyangga kebutuhan, terutama komoditas cabai dan bawang. Bantuan ini kita serahkan ke petani per triwulan jadi tidak sekaligus agar supply di pasar terjaga. Harapannya satu daerah sentra di tiap-tiap zona bisa menyuplai daerah sekitarnya jadi ketersedian terjaga. Harapannya dua tahun kita lakukan ini harga bisa stabil,” jelas Lambok.

Wilayah sentra cabai di Sumut diantaranya ada Karo, Simalungun, Batubara, dan Tapanuli Utara (Taput). Daerah Batubara jadi yang terluas yaitu sekitar 647 hektar tanaman cabai, dalam setahun periode penanaman cabai sebanyak dua kali (April dan November). Selanjutnya ada Karo tetapi masih dalam bentuk spot-spot dimana tiap spot tanaman cabai kurang lebih seluas 1-2 hektar.

Selain cabai, Bidang Hortikultura Dinas Ketapang TPH Sumut juga berharap Bawang yang menjadi komoditas penghasil terbesar kedua setelah cabai bisa juga dikembangkan. “Di Sumut masih 64-65% kebutuhan bawang terpenuhi. 35% kita masih mendatangkan dari luar untuk memenuhi kebutuhan,” terang Lambok.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 01 November 2025, 10:54 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 01 November 2025, 10:54 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 01 November 2025, 10:54 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 01 November 2025, 10:54 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved