• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Corn Estate Mekarwaru, Strategi Arkato Membangun Model Perkebunan Jagung Modern di Indonesia

Corn Estate Mekarwaru, Strategi Arkato Membangun Model Perkebunan Jagung Modern di Indonesia

  • 31 Mei 2025, 3:56 PM
  • Budidaya
  • HORTI INDONESIA

Corn Plantation Expo 2025 menjadi panggung penting bagi Uniteda Arkato untuk menunjukkan arah baru dalam pengelolaan jagung skala besar di Indonesia. Dalam sesi bertajuk “Corn Estate Management”, dua perwakilan Arkato, yaitu Business Development Director Kelik Irawan dan Zaki Soemantri memaparkan pengalaman membangun Corn Estate Mekarwaru sebagai model perkebunan jagung profesional yang terintegrasi.

Kelik Irawan mengawali pemaparannya dengan menyoroti pentingnya jagung sebagai komoditas strategis nasional. Ia menyebut bahwa meskipun kebutuhan industri jagung Indonesia mencapai 12 juta ton per tahun, masih terjadi kebocoran impor sekitar 3 juta ton yang masuk tanpa tercatat jelas, salah satunya terjadi pada pertengahan tahun 2024. Pemerintah pun hadir melalui kebijakan intervensi harga pada awal 2025 dengan menetapkan harga beli Rp5.500 per kilogram dan mewajibkan Perum Bulog sebagai pembeli.

“Intervensi pemerintah melalui kebijakan harga Rp5.500/kg yang ditetapkan untuk Bulog pada awal 2025 masih belum berjalan optimal. “Bulog masih kesulitan menyerap hasil panen, termasuk dari kami,” terang Kelik.

Lebih lanjut, Kelik menyampaikan bahwa permasalahan utama saat ini bukan lagi tentang pasar, melainkan soal kepastian offtaker. Di sisi Arkato, permintaan terhadap jagung justru sangat tinggi. Bahkan lahan mereka di Bandung kini dilirik Bulog untuk dijadikan salah satu gudang integrasi pertama di Jawa Barat. Hal ini menunjukkan bahwa ketika manajemen budidaya dilakukan dengan pendekatan profesional, jagung justru menjadi komoditas yang sangat dibutuhkan pasar.

Zaki Soemantri kemudian menjelaskan secara rinci proses pembangunan Corn Estate Mekarwaru yang dimulai sejak April 2024. Hanya dalam waktu satu tahun, lahan semak belukar berhasil diubah menjadi hamparan kebun jagung produktif. Ia menyebut bahwa keberhasilan ini bertumpu pada empat fondasi utama: tim, permodalan, teknologi, dan pasar. 

“Pengelolaan jagung pada luasan besar tidak bisa dilakukan secara tradisional. Butuh tim dengan dedikasi tinggi yang siap bekerja keras di luar jam kantor. Di Corn Estate, struktur organisasi yang dibangun setara dengan sistem perkebunan besar, mencakup kepala kebun, agronomis, mekanik, supervisor, hingga mandor dan tenaga kerja terorganisasi,” lanjut Zaki.


Baca Juga: Benarkah Sayur Kangkung Bikin Ngantuk?

Dari sisi teknologi, Arkato mengandalkan mekanisasi untuk meningkatkan efisiensi kerja. Misalnya, dulu proses mencangkul satu hektar membutuhkan waktu berhari-hari, kini cukup satu hari dengan alat mekanis. Alat yang digunakan pun dipilih menyesuaikan kondisi lahan yang masih terfragmen, namun tetap mengedepankan efisiensi dan ketepatan.

Arkato menerapkan pendekatan kerja yang sistematis, yakni hanya 25 hari kerja aktif dalam satu siklus tanam selama 120 hari. Setiap kegiatan, dari land clearing, pengolahan tanah, pemupukan, penanaman, hingga panen, dijadwalkan secara rinci dan tercatat dengan baik. Sistem pelaporan dibuat sederhana namun lengkap, memungkinkan kontrol biaya dan produktivitas di tiap blok kebun. Biaya produksi per hektar bisa diketahui secara real time, begitu juga dengan kebutuhan alat, bahan, hingga jumlah tenaga kerja. Model ini memungkinkan admin kebun dan agronomis untuk terus memantau efisiensi di lapangan dan menyesuaikan strategi bila terjadi pembengkakan biaya.

“Setiap aktivitas terjadwal dan tercatat, mulai dari pra-tanam, penanaman, perawatan, hingga panen. Kami ingin memastikan bahwa seluruh tim memahami waktu panen bahkan sejak hari tanam pertama,” jelas Zaki.

Selain produksi, Corn Estate Mekarwaru juga telah dilengkapi fasilitas pascapanen seperti pengering jagung berkapasitas 30 ton. Untuk sistem irigasi, Arkato menggunakan sprinkler untuk tanaman muda dan sistem web untuk tanaman yang lebih besar. Penerapan keselamatan kerja pun menjadi perhatian utama, di mana setiap pekerja aplikasi pestisida wajib menggunakan alat pelindung diri (APD).

Melalui Corn Estate Mekarwaru, Arkato mencoba membuktikan bahwa dengan sistem pengelolaan yang terencana, mekanisasi yang tepat, serta tim yang terlatih, pengembangan jagung dalam skala besar bukanlah hal mustahil. Justru inilah model yang bisa direplikasi untuk menjawab tantangan kedaulatan pangan nasional. Mereka berharap pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain untuk masuk ke sektor jagung secara serius sebagai bagian dari rantai industri yang berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa jagung bisa menjadi komoditas utama yang menjanjikan, asalkan dikelola secara profesional dan terintegrasi. Model Corn Estate ini adalah bentuk keberanian kami menjawab kebutuhan industri dan tantangan pertanian modern,” tutup Kelik.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 31 Mei 2025, 3:56 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 31 Mei 2025, 3:56 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 31 Mei 2025, 3:56 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 31 Mei 2025, 3:56 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved