• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. KEUNTUNGAN MENANAM MELON DI GREEN HOUSE LEBIH TINGGI

KEUNTUNGAN MENANAM MELON DI GREEN HOUSE LEBIH TINGGI

  • 10 Oktober 2024, 1:13 AM
  • Buah, Budidaya, Agribisnis
  • Admin

Malang, Hortiindonesia.com.

Jawa Timur merupakan produsen melon terbesar di Indonesia. Kontribusi melon Jawa Timur mencapai 50,3% dari produksi nasional dengan produksi 592.457 kuintal. Posisi nomor 2 ditempati Jawa Tengah 230.865 kuintal, DI Yogyakarta 108.849 kuintal, Papua 29.649 kuintal dan NTB 23.175 kuintal. Irina Rahayu Aryanti, Kepala Bidang Hortikultura , Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Provinsi Jawa Timur menyatakan hal ini.

Melon ada yang ditanam di lahan terbuka dan green house. Budidaya di lahan terbuka bergantung pada cuaca dan fluktuatif; curah hujan sangat terpengaruh jika hujan berlebihan terjadi gagal panen; leih rentan terhadap hama dan penyakit. Produktivitas fluktuatif tergantung pada cuaca. Kualitas buah lebih bervariasi, tergantung cuaca dan kondisi hama. Biaya produksi lebih rendah sedang biaya tenaga kerja lebih banyak. Risiko kegagalan panen dan perubahan cuaca lebih tinggi. Pendapatan lebih bervariasi tergantung harga pasar, keuntungan ekonomi lebih fluktuatif tergantung musim. Penggunaan sumber daya lebih efisien sedang teknologi lebih sederhana.

Sedang budidaya green house suhu dan kelembaban lebih terkendali sehingga optimal untuk pertumbuhan melon, curah hujan sama sekali tidak mempengaruhi. Hama dan penyakit lebih terkendali dan risiko lebih rendah.  Kuantitas hasil lebih tinggi dan stabil, setahun bisa 5 kali panen. Kualitas buah lebih seragam, rasa lebih manis, umur simpan lebih lama. Risiko kegagalan panen dan perubahan cuaca rendah. Potensi pendapatan lebih tinggi karena kualitas buah premium. Keuntungan lebih stabil dapat dilakukan sepanjang tahun. Penggunaan air dan pupuk lebih efisien. Teknologi lebih tinggi berupa sistim irigasi otomatis dan monitoring.

Manfaat green house adalah melindungi tanaman dari kondisi cuaca ekstrim seperti hujan deras, angin kencang dan suhu ekstrim (panas, dingin). Dengan mengontrol lingkungan dalam green house, seperti suhu, kelembaban dan pencahayaan, petani dapat mengoptialkan kondisi pertumbuhan tanaman, sehingga menghasilkan panen yang berkualitas lebih tinggi.

Hama dan tanaman lebih terkendali di dalam green house karena lingkungan yang terkontrol. Hal ini dapat meminimalkan penggunaan pestisida, sehingga menghasilkan produk yang lebih aman  dan ramah lingkungan. Evaporasi air dalam green house lebih sedikit dibanding luar ruangan, membantu menghemat air terutama di daerah kering.

Total ada 891 green house  eksisting yang digunakan untuk menanam melon di Jatim dan ada 15 gree house baru dari Dana Alokasi Khusus Ditjen Hortikultura. Kelompok tani Melati Putih, Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Kabupaten menanam melon dan lahan terbuka dan green house sama-sama 2.000 tanaman. Lahan terbuka biaya produksi mencapai Rp17.832.500 sedang pendapatan Rp25.700,000 keuntungan Rp7.867.5oo. Sedang di green house biaya produksi Rp23.712.500, pendapatan Rp51.300.000, keuntungan Rp27.587.500.


Baca Juga: Gelar OP Bawang Lagi, Kementan: Harga Berangsur Turun

Petani milenial paling banyak menanam melon di greem house. Luas tanam melon di Jawa Timur tahun 2020 3.190 ha, 2021 3.389 ha, 2022 3.364 ha, 2023 3.107 ha. Sedang luas panen 2020 3.297 ha,2021 3.354 ha, 2022 3.278 ha, 2023 3.017 ha. Produksi tahun 2020 578.250 kuintal, 2021 685.267 ha, 2022 622.868 ha, 2023 592.457 ha. Produktivitas tahun 2020 135 kuintal/ha, 127 kuintal/ha, 148 kuintal/ha, 155 kuintal/ha.

Tahun 2023 produksi melon 592.457 kuintal/tahun, konsumsi 835.720 kuintal/tahun, tingkat konsumsi 0,042 kg/minggu/kapita. Berarti masih kurang 243.259 kuintal/tahun. Kabupaten penghasul melon tahun 2023 adalah Tuban luas tanam 704 ha, luas panen 765 ha, produksi 183.140 kuintal, produktivitas 239 kuintal/ha, kontribusi 31%; Banyuwangi 291 ha, luas panen 248 ha, produksi 83.578 kuintal, produktivitas 337 kuintal/ha, kontribusi 14%; Ngawi 431 ha, luas panen 388 ha, produksi 71.666 kuintal, produksi 184 kuintal/ha, kontribusi 12%; Jombang luas tanam 165 ha, luas panen 165 ha, produksi 48.259 kuintal, produktivitas 292 kuintal/ha, kontribusi 8%; Ponorogo 139 ha, luas panen 143 ha, produksi 37.808 kuintal, produktivitas 264 kuintal/ha, kontribusi 6%; Lamongan luas tanam 167 ha, luas panen 163 ha, produksi 32.720 kuintal. Produktivitas 205 kuintal/ha, kontribusi 5%; Kediri luas tanam 87 ha, luas panen 81 ha, produksi 10.461 kuintal, produktivitas 129 kuintal/ha, kontribusi 1,8%.

 

 

 

 

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 10 Oktober 2024, 1:13 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 10 Oktober 2024, 1:13 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 10 Oktober 2024, 1:13 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 10 Oktober 2024, 1:13 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved