• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. PELAKU USAHA HORTIKULTURA HARUS BERADAPTASI DENGAN PERUBAHAN IKLIM

PELAKU USAHA HORTIKULTURA HARUS BERADAPTASI DENGAN PERUBAHAN IKLIM

  • 12 September 2021, 5:59 PM
  • InovTek, Kilas, Budidaya
  • Admin

Bogor, Hortiindonesia.com

Syamsu Dwi Jadmiko dari Center for Climate Risk and Opportunity Managenent in Southeast Asia and Pacific, IPB University menyatakan langkah yang perlu dilakukan pelaku usaha hortikultura saat ini adalah melakukan adaptasi terhadap perubahan ikilim. Adaptasi itu dalam bentuk pengembangan varietas unggul, penyesuaian waktu tanam, pengendalian hama dan penyakit, pengembangan teknologi irigasi.

Salah satu langkah adaptasi yang sangat penting adalah penggunaan dan pengembangan varietas yang adaptif dan toleran terhadap cekaman lingkungan/iklim dan tahan serangan hama penyakit tanaman. Informasi proyeksi iklim dimasa mendatang dapat menjadi acuan dalam mengembangkan varietas unggul yang tahan terhadap cekaman iklim. Peran lembaga riset menjadi penting.

Waktu tanam hortikultura semusim perlu disesuaikan karena adanya pergeseran musim. Oleh karena itu pemanfaatan informasi prakiraan cuaca dan musim menjadi penting untuk diperhatikan. Hal ini dilakukan untuk menghindari penanaman pada saat musim kering dan menentukan komoditas yang sesuai.

Pengendalian hama penyakit dilakukan dengan penggunaan bahan kimia maupun organik, sanitasi lingkungan dan aplikasi hara berimbang.

Pengembangan teknologi irigasi untuk menghemat air. Upaya penghematan penggunaan air dapat dilakukan melalui perbaikan saluran irigasi, penjadwalan irigasi yang tepat, pengembangan varietas rendah kebutuhan air dan perbaikan retensi tanah, irigasi curah dan water harvesting dengan embung, termasuk pemanfaatan naungan.


Baca Juga: Buah dan Sayur hasil Petani Kaki Gunung Rinjani Diincar Dunia

Irigasi tetes menjadi salah satu teknik irigasi yang dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan air.  Adanya perubahan iklim yang menyebabkan berkurangnya hujan di musim kemarau berdampak pada ketersediaan air. Oleh karena itu, melalui irigasi tetes bisa memaksimalkan air yang tersedia untuk kebutuhan air tanaman.

Dampak lain perubahan iklim adalah meningkatnya curah hujan pada musim penghujan. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan proses pemanenan air hujan ditampung pada embung atau penyimpanan lainnya, sehingga pada musim kemarau dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan air tanaman hortikultura.

Langkah penting penanganan dampak perubahan iklim sektor hortikultura adalah dengan meningkatkan pemanfaatan informasi iklim prakiraan iklim dan musim.  Dengan cara ini bisa menentukan strategi budidaya dan prakiraan serangan OPT. Petani diberdayakan melalui Sekolah Lapang Iklim dan penguatan kelembagaan.

Cara ini juga bisa untuk menentukan strategi pengelolaan pasca panen (sistim penyimpanan hasil). Dilakukan pengembangan strategi pengendalian harga komoditi dan ketersediaan input melalui pengembangan model prediksi produksi dan harga komoditi berbasis regional.

Pengembangan sistim asuransi index iklim untuk petani hortilkultura dalam mendorong adopsi teknologi adaptif perubahan iklim. Peran lembaga riset adalah pengembangan teknologi varietas budidaya tahan terhadap iklim ekstrim; pengembangan teknologi pengendalian OPT dengan memperhatikan kemungkinan perubahan iklim (riset jangan dimulai setelah satu kasus meledak); pemetaan perubahan musim puncak buah-buahan dengan memperhatikan perubahan iklim (strategi pemasaran, pengembangan teknologi pengaturan musim pada estate hortikultura. Pemetaan dampak perubahan iklim terhadap perubahan tingkat kesesuaian wilayah untuk komoditas hortikultura strategis dan antisipasinya.

 

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 12 September 2021, 5:59 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 12 September 2021, 5:59 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 12 September 2021, 5:59 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 12 September 2021, 5:59 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved