• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. 2021 Sumba Barat Daya Siap Mandiri Cabai, Tomat dan Bawang Merah

2021 Sumba Barat Daya Siap Mandiri Cabai, Tomat dan Bawang Merah

  • 08 Desember 2020, 9:23 AM
  • Agribisnis
  • HORTI INDONESIA
Sumba Barat Daya, hortiindonesia.com 
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan terus mendorong upaya mewujudkan kemandirian pangan. Kemandirian pangan bermula dari scope yang kecil minimal mampu mencukupi kebutuhan wilayahnya sendiri. 
 
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Kabupaten Sumba Barat Daya, Adi Mada saat ditemui di kantor dinas, Jumat (4/12) menyampaikan bahwa kebutuhan produk hortikultura seperti cabai, bawang merah dan tomat masih bergantung dari luar daerah. 
 
"Suplai produk hortikultura kami masih bergantung dari Bima dan Sumbawa. Kami sangat berterima kasih atas bantuan pengembangan kawasan yang diberikan Kementerian Pertanian. Kami dapat meningkatkan produksi hortikultura di sini. Harapan kami, Sumba Barat Daya bisa mandiri cabai, bawang dan tomat," papar Adi, sapaan akrabnya. 
 
Di lokasi berbeda, petani Desa Watu Kawula, Kecamatan Kota Tambolaka, Martinus Lede menceritakan pengalamannya dalam bertani hortikultura.
 
Ia melihat peluang pasar hortikultura di Sumba Barat Daya.  Pasokan tomat masih disuplai dari Bima sebanyak 10 ton. Melihat peluang tersebut, Martinus  mencoba bertanam tomat. Awalnya hanya menanam 400 batang tomat dan mendapat penghasilan bersih Rp 3 juta. 
 
“Berawal dari penghasilan perdana Rp 3 juta, saya nekat menebang pohon mete dan menggunakan lahan perkebunan mete yang saya punya untuk bertanam tomat dan bawang merah. Sekarang saya sedang menanam 3.000 batang tomat. Kalau berjalan lancar, keuntungannya akan mencapai Rp 20 juta,” cerita Martinus. 
 
Martinus juga tergolong _risk taker_. Ia bertanam tomat di luar musim. Umumnya petani di wilayahnya tidak berani bertanam tomat pada bulan Desember-Januari karena hujan sehingga potensi busuk buah tinggi. Berkat kegigihannya, Martinus justru mengambil peluang tersebut. 
 

Baca Juga: Solar Dryer dari Kementan Tingkatkan Nilai Tambah Produk Mangga di Tingkat Petani

“Saya memilih varietas Gustavi F1 produksi EWINDO. Varietas tersebut tahan hujan dan proses pemasakan buahnya juga lebih cepat meskipun di musim hujan. Sehingga dalam satu minggu tomatnya bisa dua kali panen,” papar Martinus. 
 
Martinus juga menerapkan teknologi tetes untuk pengairan lahannya. Teknik irigasi tetes sangat tepat diaplikasikan di lokasi ini karena lokasi ini sulit air. Dengan irigasi tetes penggunaan air menjadi  lebih hemat dan tidak banyak air yang terbuang. Untuk menyiram tanamannya Martinus harus membeli air 2 tangki per hari atau setara 10 ribu liter. Saat ini dia secara swadaya sedang membangun sumur bor senilai Rp 50 juta.
 
Pembangunan sumur dilakukan agar kecukupan air di lahan miliknya dan petani lain di sekitar terjamin. Martinus memiliki harapan besar agar petani di lokasinya dapat mencontoh usaha tani hortikultura yang dilakukannya sehingga Sumba Barat Daya tidak perlu menyuplai tomat dari Bima. 
 
Tak berhenti pada sisi hulu saja, di sisi hilir Martinus mampu memotong rantai tata niaga. Pemasaran tomatnya dilakukan ke kantor-kantor pemerintahan termasuk juga secara online. Ia menerima pesanan melalui WhatsApp dan Facebook lalu diantarkan langsung ke rumah pembeli.
 
Martinus tidak hanya menanam tomat saja, ia juga menanam cabai dan bawang merah. Tahun  ini dirinya mendapatkan alokasi bantuan fasilitasi kawasan cabai seluas 1 hektare dan bawang merah 1 hektare dari Direktorat Jenderal Hortikultura. Sementara itu total alokasi fasilitasi sayuran dan tanaman obat di Kabupaten Sumba Barat Daya untuk cabai seluas 30 hektare, bawang merah 20 hektare dan jahe 2 hektare.
 
Mengetahui kegigihan petani Sumba Barat Daya, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto meyakini jika setiap wilayah di Indonesia mampu melakukan hal yang sama maka swasembada nasional akan segera terwujud.
 
 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 08 Desember 2020, 9:23 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 08 Desember 2020, 9:23 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 08 Desember 2020, 9:23 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 08 Desember 2020, 9:23 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved