• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. 5 Cara Mengolah Touge Tanpa Kehilangan Nutrisinya

5 Cara Mengolah Touge Tanpa Kehilangan Nutrisinya

  • 04 Juli 2025, 9:35 AM
  • Sayur
  • Adhita Diansyavira

Hortiindonesia.com - Pernah nggak sih kamu merasa sayang saat tahu bahwa nutrisi dalam sayuran yang kamu masak ternyata banyak hilang karena cara memasaknya kurang tepat? Salah satu sayuran yang sering mengalami hal ini adalah touge, atau kecambah kacang hijau.

Sayuran mungil yang sering jadi pelengkap dalam berbagai masakan Nusantara ini ternyata menyimpan segudang manfaat, mulai dari kandungan vitamin C, vitamin K, serat, hingga antioksidan yang bagus untuk sistem pencernaan, daya tahan tubuh, dan juga kesehatan kulit. Tapi, semua manfaat itu bisa luntur kalau kita salah dalam mengolahnya.

Touge termasuk sayuran yang sangat sensitif terhadap panas. Struktur alaminya yang renyah dan penuh air membuatnya cepat layu dan kehilangan nutrisi kalau dimasak terlalu lama. Nah, supaya sobat horti tetap bisa menikmati semua kebaikan yang ada dalam touge, yuk kita bahas cara-cara mengolahnya yang benar dan tetap mempertahankan nilai gizinya.

Cara pertama yang paling banyak digunakan adalah dengan ditumis. Namun, banyak orang sering menumis touge terlalu lama sampai teksturnya layu dan warnanya berubah kusam. Padahal, menumis touge idealnya cukup dilakukan selama satu hingga dua menit saja, dengan api besar dan minyak yang sudah panas terlebih dahulu. Dengan cara ini, touge tetap renyah, segar, dan kandungan vitamin C-nya tidak banyak terbuang.

Kalau kamu lebih suka menyajikan touge dalam kondisi yang tidak terlalu berminyak, teknik blanching atau perebusan kilat bisa jadi pilihan. Caranya gampang, cukup celupkan touge ke dalam air mendidih selama kurang dari satu menit, lalu langsung angkat dan masukkan ke dalam air es. Proses ini membantu membunuh kuman dan bakteri yang menempel, sekaligus menjaga warna dan teksturnya tetap menarik saat disajikan.

Alternatif lainnya adalah mengukus. Tapi hati-hati, mengukus terlalu lama juga bisa mengurangi manfaat dari touge. Kukus saja selama dua atau tiga menit, cukup sampai dia agak layu tapi masih terasa renyah saat digigit. Kukusan touge seperti ini cocok banget disandingkan dengan sambal kacang atau dicampur dalam bihun goreng dan capcay.


Baca Juga: Kementan Gandeng Pemkab Grobogan Kembangkan Hortikultura

Beberapa orang juga senang mengonsumsi touge secara mentah, terutama untuk lalapan atau salad. Nah, kalau sobat horti tertarik mencoba cara ini, pastikan touge yang digunakan benar-benar segar dan sudah dicuci bersih. Akan lebih baik jika touge direndam sebentar dengan air garam atau air perasan jeruk nipis untuk membantu menghilangkan kuman yang mungkin masih menempel.

Meski konsumsi mentah berisiko lebih tinggi terhadap kontaminasi bakteri, jika dilakukan dengan hati-hati dan bahan yang berkualitas, cara ini bisa jadi alternatif untuk mempertahankan kandungan gizi secara maksimal.

Dan terakhir, satu tips sederhana yang sering terlupakan: tambahkan touge di akhir proses memasak. Saat sobat horti membuat soto, capcay, atau mie goreng, jangan masukkan touge dari awal bersamaan dengan bahan lain. Sebaiknya masukkan touge satu atau dua menit sebelum masakan selesai dimasak. Panas dari masakan yang sudah jadi cukup untuk membuat touge sedikit melunak tanpa harus benar-benar kehilangan kandungan gizinya.

Nah sobat horti, itu tadi beberapa cara mengolah touge tanpa harus kehilangan kandungan nutrisinya. Meski kelihatan sepele, cara kita mengolah bahan makanan bisa sangat menentukan seberapa besar manfaat yang bisa kita rasakan dari makanan tersebut.

Touge yang diolah dengan tepat bukan hanya enak dan segar, tapi juga bisa menjadi bagian dari pola makan sehat yang bermanfaat jangka panjang. Yuk, mulai lebih perhatian lagi terhadap cara memasak sayur-sayuran kita di rumah. Karena makanan sehat itu bukan cuma soal bahan yang bagus, tapi juga soal cara menyajikannya.

Kalau sobat horti punya cara sendiri dalam mengolah touge, boleh banget dibagikan ke teman-teman lainnya. Siapa tahu bisa jadi inspirasi masak sehat yang makin variatif.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 04 Juli 2025, 9:35 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 04 Juli 2025, 9:35 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 04 Juli 2025, 9:35 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 04 Juli 2025, 9:35 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved