• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Amankan Produksi Bawang Merah, Petani Pati Terapkan Budidaya Ramah Lingkungan

Amankan Produksi Bawang Merah, Petani Pati Terapkan Budidaya Ramah Lingkungan

  • 29 Mei 2020, 3:56 PM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA

PATI - Sebagai sentra bawang merah terbesar di Pantura Jawa Tengah, Pati memiliki hamparan bawang merah yang cukup luas. Tidak sulit untuk menemukan sentra pertanaman bawang merah di daerah yang berjuluk Bumi Mina Tani tersebut. Pada bulan Mei saja, tercatat sedikitnya 604 hektar pertanaman bawang merah dengan berbagai variasi umur tanam. Varietas andalan yang banyak dikembangkan petani setempat dikenal dengan nama Tajuk. Namun pada saat musim kemarau, sebagian petani beralih menanam varietas Bauji yang dinilai lebih tahan kekeringan.

Salah satu strategi petani bawang merah Pati untuk menjaga keberlanjutan usaha tani sekaligus meningkatkan produktivitas panen dilakukan melalui penerapan sistem budidaya ramah lingkungan. Alhasil, produktivitas panen di sentra utama seperti Kecamatan Jaken dan Wedarijaksa saat ini mampu mencapai 12 ton/hektar. Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian SYL untuk menggenjot peningkatan produktivitas komoditas pertanian dengan tetap memperhatikan dan meningkatkan mutu/kualitas komoditas pertanian yang dihasilkan .

Seperti halnya yang dilakukan para petani bawang merah di Desa Tegalurung, Kecamatan Jaken, Pati. Sepanjang hamparan lahan bawang merah di daerah tersebut terlihat banyak dipasangi perangkap likat kuning. Tujuannya tak lain untuk mengendalikan populasi hama serangga sekaligus efisiensi biaya usaha tani bawang merah.

Suhardi, ketua kelompok tani "Joko Tani", Desa Tegalurung dalam keterangan tertulisnya Jumat (29/5) mengaku para petani anggotanya kini sudah semakin sadar dan paham pentingnya budidaya ramah lingkungan.

"Awalnya memang masih pada ragu. Alhamdulillah sekarang sudah banyak yang mau memasang perangkap likat. Gunanya selain untuk memantau serangga hama, sekaligus untuk mengendalikan populasinya. Lumayan efektif kok," ujarnya.

Menurut pengalamannya likat warna kuning efektif menekan populasi ngengat atau imago ulat bawang. Sementara perangkap likat biru atau putih, bagus untuk mengendalikan hama thrips. Jika tidak dikendalikan, larva dari hama tersebut disebut-sebut bisa mengancam penurunan produksi umbi bawang merah hingga 60% untuk kategori serangan berat.

"Selain likat, kami juga telah memasang perangkap lampu dan feromon untuk mengendalikan hama ngengat yang biasanya aktif di malam hari," imbuh Suhardi. Selain terbukti efektif, penggunaan pengendali hama ramah lingkungan tersebut juga bisa menghemat pengeluaran pestisida.


Baca Juga: Kantongi US$ 22 Ribu, Kementan Yakini Ekspor Benih Tanaman Hias Tetap Langgeng

Suhardi menandaskan saat ini anggotanya juga sudah mulai beralih ke penggunaan pupuk organik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Namun proses menuju budidaya yang 100% bebas pestisida dan pupuk kimia sintetik, jelas bukan perkara instan.

Kortikab POPT-PHP Kabupaten Pati, Sujiyanto berharap pendampingan budidaya ramah lingkungan kepada petani bawang merah terus dilanjutkan. "Petani bawang merah di Pati rata-rata sudah mengaplikasikan perangkap likat, feromon, agens hayati, dan bahan pengendali OPT ramah lingkungan lainnya. Supaya tetap berkelanjutan perlu pendampingan, pelatihan, serta tentunya komitmen dari petani sendiri", jelas Sujiyanto.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto saat melakukan kunjungan lapang ke sentra bawang merah Jaken baru-baru ini, mengapresiasi pilihan petani setempat menerapkan prinsip pengendalian hama terpadu ramah lingkungan. Pihaknya berharap langkah tersebut bisa ditiru sentra-sentra lain di Indonesia. Ini sejalan dengan Gerakan Mendorong Peningkatan Produksi, Daya Saing dan Ramah Lingkungan atau Gedorhorti yang selama ini menjadi tagline Ditjen Hortikultura.

"Kami yakin budidaya ramah lingkungan ini akan jadi trend ke depannya," ujar Prihasto yang juga dikenal sebagai pakar lingkungan tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf meminta para penyuluh dan pengawas OPT agar semakin intensif mendampingi petani di wilayah binaannya guna menerapkan budidaya ramah lingkungan.

"Mengubah pilihan dan orientasi petani untuk mau berbudidaya ramah lingkungan itu memang ngga mudah. Apalagi untuk bawang merah yang punya karakter padat modal dan rentan terserang OPT. Tapi nyatanya para petani di Pati bisa kok," ungkap wanita yang akrab dipanggil Yanti.

Dirinya optimis apabila petani bawang merah mampu menjaga komitmen berbudidaya ramah lingkungan, maka produktivitas dan kualitas bawang merah akan meningkat.

"Ujung-ujungnya petani juga yang diuntungkan karena produknya lebih berkualitas dan bisa bersaing di pasar lokal bahkan luar negeri," tutup Yanti.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 29 Mei 2020, 3:56 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 29 Mei 2020, 3:56 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 29 Mei 2020, 3:56 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 29 Mei 2020, 3:56 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved