• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Aroma Wangi Sedap Malam Dari Lereng Gunung Merbabu

Aroma Wangi Sedap Malam Dari Lereng Gunung Merbabu

  • 20 Maret 2019, 2:04 PM
  • Tanaman Hias

HORTIINDONESIA.COM, Grabag - Sedap malam (Polianthes tuberosa L.) merupakan salah satu jenis bunga potong yang sering digunakan dalam rangkaian karena mempunyai aroma wangi, susunan bunga pada tangkai yang menarik dan warna putih yang cantik. Tidak saja sedap aromanya, tetapi budidaya bunga potong ini sedap pula hasilnya. Kabupaten Magelang merupakan salah satu sentra sedap malam, tepatnya di desa Citrosono Kecamatan Grabag yang terletak di lereng gunung Merbabu, gunung Andong dan Telomoyo.

Beberapa petani mencoba berbudidaya sedap malam secara tumpangsari dengan tanaman cabe. Menurut Pak Erwin Sumanto petani sedap malam di Grabag, selain akan mengurangi biaya tenaga kerja untuk pengendalian gulma, karena ditanam menggunakan mulsa, budidaya sistem tumpangsari juga memberikan tambahan pendapatan dari produksi cabe, yang bisa diperoleh petani pada umur 3 bulan sebelum tanaman sedap malam berproduksi, karena tanaman sedap malam baru mulai produksi pada umur 6 sampai 7 bulan setelah tanam umbi.

Pak Nasikin seorang pelaku usaha sedap malam di Grabag, menceritakan dari lahan yang dikelola seluas 2 ha, rata-rata bisa panen 6.000 tangkai per minggu dengan harga Rp. 4.000 untuk grade A(30%), Rp. 2.500 untuk grade B(60%), dan Rp. 1.500 untuk grade C(10%), maka omzet yang diperoleh sekitar Rp. 17,4 juta per minggu.


Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Gorontalo Kembali Normal

Pak Nasikin sudah kontrak dengan beberapa floris di Jogja maupun di Magelang, dan permintaan tersebut sudah rutin
dipasok setiap harinya. Dan pada hari Raya Idul Fitri maupun hari-hari besar, biasanya permintaan sangat tinggi, sehingga pak Isromin harus mengambil produk sedapmalam dari
petani lain.

Plt. Direktur Buah dan Florikultura Sri Wijayanti Yusuf mengapresiasi inovasi petani di Kecamatan Grabag yang melakukan budidaya tumpangsari sedapmalam dengan cabe untuk meningkatkan pendapatannya. Yanti berharap bahwa petani dapat memperluas akses pasar untuk sedap malam, sehingga agribisnis ini semakin meningkat. Teg

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 20 Maret 2019, 2:04 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 20 Maret 2019, 2:04 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 20 Maret 2019, 2:04 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 20 Maret 2019, 2:04 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved