• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Asosiasi Champion Cabai: Kinerja Menteri Pertanian Atasi Cabai Sangat Dirasakan

Asosiasi Champion Cabai: Kinerja Menteri Pertanian Atasi Cabai Sangat Dirasakan

  • 06 Agustus 2019, 12:30 PM
  • Sayur, Sosok
  • HORTI INDONESIA

Solo - Harga bagus di tingkat petani saat ini disambut antusias para petani cabai setelah beberapa bulan harganya tak kunjung membaik. Asosiasi Champion Cabai Indonesia menilai membaiknya harga cabai di pasaran saat ini harus disikapi secara adil dan bijak. Kenaikan harga cabai disebabkan karena berbagai faktor, tidak hanya soal budidaya. Justeru yang lebih dirasakan langsung petani terkait tata niaga yang belum tuntas dan dampak kekeringan yang melanda sebagian besar sentra produksi.

Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia, Tunov Mondro Atmojo, saat diminta keterangan di Solo (5/8) meminta semua pihak untuk lebih obyektif menilai kondisi harga cabai saat ini.

"Tanpa bermaksud membela diri atau menyalahkan siapapun, mestinya para pengamat juga vokal ketika harga cabai di petani jatuh anjlok seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Saat petani merugi, nyaris tidak ada yang bersuara. Lah sekarang saat petani baru merasakan harga bagus, sudah lantang menyalahkan sana sini," ujar Tunov.

Menurut Tunov, akibat dari jatuhnya harga cabai beberapa waktu lalu, petani menderita kerugian besar bahkan tak sedikit yang terlilit utang sarana produksi.

"Saking rendahnya harga, banyak petani yang enggan merawat lahan cabainya. Lah gimana untung kalau biaya petik dan operasional panen lebih mahal dari harga jualnya?" tukasnya.

Pemerintah, lanjut Tunov, khususnya Kementan di bawah komando Menteri Andi Amran Sulaiman benar-benar kami rasakan sudah banyak berbuat untuk petani.

"Justru yang kami pertanyakan apa langkah konkret instansi lainnya? Bagaimana dengan tata niaga cabai? Bagaimana dengan infrastruktur mendukung pertanian? Tolong bagi para pengamat jangan skeptis kalau berkomentar, apalagi cenderung tendensius menilai sepihak," tambahnya.

Kepala Sub Direktorat Cabai, Direktorat Jenderal Hortikultura, Mardiyah Hayati menegaskan pihaknya terus melakukan langkah-langkah konkrit mengamankan pasokan dan harga cabai.


Baca Juga: Bentuk Koperasi & Pasar Lelang Guna Tekan Biaya Produksi

"Yang namanya pembinaan petani itu sudah menjadi DNA kami sebagai pemerintah. Sudah menjadi tugas pokok kami sehari-hari. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari bimbingan teknis budidaya, penguatan kelembagaan, pemasaran, fasilitasi bantuan sarana produksi, gudang pascapanen dan sebagainya. Tentunya kami tidak sendirian, tapi melibatkan dinas dan instansi terkait. Kalau belum semua mendapat bantuan itu wajar karena keterbatasan anggaran yang ada. Kalau ada yang mempertanyakan komitmen pembinaan kami rasanya kok janggal," ujarnya.

Kementerian Pertanian, diakui Mardiyah terus melakukan perbaikan tata kelola produksi cabai melalui manajemen pola tanam berbasis kebutuhan riil.

"Kami hitung detail kebutuhan cabai sebagai dasar perencanaan produksi. Kami evaluasi mana daerah surplus mana yang masih minus agar membantu memudahkan pengaturan distribusi antar wilayah. Ada semuanya (datanya)," tandas Mardiyah.

Terkait benih unggul, pihaknya akan mendorong benih-benih lokal yang terbukti adaptif terhadap perubahan cuaca untuk dilakukan sertifikasi.

"Selama ini benih hibrida produksi pabrikan banyak mendominasi. Benih-benih lokal yang unggul dan adaptif juga terus kita pacu pengembangannya. Namun harus tetap diupayakan tersertifikasi untuk melindungi petani cabai," pungkas Mardiyah.

"Sebagai contoh baru baru ini Ditjen Hortikultura berkunjung ke Cianjur dan bertemu petani yang tanam cabai lokal dikenal di pasar sebagai cabai domba atau cabai setan, ternyata bisa panen sampai 60 kali dengan hasil mencapai 15 ton per hektar, dan relatif tahan kekeringan, kekayaan alam Indonesia seperti inilah yang seharusnya dikembangkan oleh perusahaan perbenihan" tambah Mardiyah.

"Coba seandainya banyak petani cabai tanam varietas seperti ini, walaupun musim kemarau pasti cabainya tahan karena tanaman cabai tidak perlu banyak air. Banyak cabai rawit lokal yang petani enggan beralih ke lain hati seperti yang ada di Jawa Timur dengan nama lokal Manu, Prentul, Brenggolo dan lain lain, kita dorong Dinas Pertanian setempat untuk mendaftarkan cabai lokal tersebut supaya punya nama resmi" tukasnya

Praktisi cabai, Abdul Hamid, mengapresiasi upaya Kementan menjaga pasokan cabai.

"Ini tugas kita bersama. Para petani juga harus terus didampingi dan dihimbau agar lebih efisien lagi dalam mengelola usaha budidaya berbasis teknologi maju. Makin efisien biaya produksinya, petani akan semakin tangguh menghadapi kondisi dinamika harga apapun," kata Hamid.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 06 Agustus 2019, 12:30 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 06 Agustus 2019, 12:30 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 06 Agustus 2019, 12:30 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 06 Agustus 2019, 12:30 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved