• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Berbekal Jerami Padi, Mahasiswa ITB Mampu Membuat Bioetanol dan Jadi Jawara di Universitas Indonesia

Berbekal Jerami Padi, Mahasiswa ITB Mampu Membuat Bioetanol dan Jadi Jawara di Universitas Indonesia

  • 28 Mei 2025, 11:10 AM
  • Agribisnis
  • HORTI INDONESIA

Jakarta, hortiindonesia.com — Jangan pernah sepelekan jerami padi. Kenapa? Karena, siapa tahu hal itu akan membawamu ke puncak prestasi, siapa tahu jerami padi itu akan membuatmu menjadi inspirasi pembuatan energi baru dan terbarukan (EBT).

Prinsip untuk tidak menyepelekan jerami padi ini tampaknya dipegang teguh dan dipraktekkan oleh sebuah tim yang terdiri dari tiga mahasiswa yang berasal dari jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB).

Mereka adalah Hersheys Yesha Aurellya dengan nomor induk mahasiswa (NIM) 13021007, Rury Kharisma Muzaqi yang ber-NIM 13021057, serta terakhir adalah Christopher Reynard Jose dengan NIM 13021068.

Berkat jerami padi, seperti dikutip Hortiindonesia.com dari laman resmi ITB, Senin (26/5/2025), mereka berhasil meraih juara pertama dalam lomba Process System Engineering pada acara Process and Green Engineering Days (PGD) di Universitas Indonesia (UI), pada Sabtu (26/4/2025).

Ketiga mahasiswa ITB itu sukses mendapatkan hasil yang cemerlang setelah berjuang melewati tiga babak, yaitu pengumpulan abstrak, full paper, dan presentasi di babak final.

Lomba yang umum disingkat sebagai PSEC ini menantang para pesertanya untuk menemukan solusi dari suatu masalah dan merancangnya menggunakan simulasi proses tertentu sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitik dan menyeluruh mahasiswa.

Mereka merancang proses produksi bioetanol yang berkelanjutan untuk mendukung komersialisasi bahan bakar bioetanol yang sudah diusung pemerintah beberapa tahun silam.

Uniknya, proses yang diusulkan ini memanfaatkan limbah agrikultur berupa jerami padi sehingga dapat mengurangi persaingan bahan baku dengan industri makanan seperti yang sekarang terjadi antara molase dari tanaman tebu.

Solusi yang mereka usulkan adalah dengan memanfaatkan proses fermentasi substrat yang kaya akan lignoselulosa, dalam hal ini jerami padi.


Baca Juga: Tips Mudah Menanam Cabai di Pot

Namun, proses ini masih memiliki tantangan signifikan berupa rendahnya perolehan bioetanol jika dibandingkan dengan jumlah bahan baku yang digunakan.

Oleh karena itu, ditambahkan campuran mikroba, yang biasa disebut ‘konsorsium’ untuk membantu mengurangi inhibisi perolehan produk sebagai biokatalis.

Berdasarkan analisis, proses yang diusulkan ini menghasilkan emisi karbon yang lebih kecil hingga 25 persen daripada proses produksi bioetanol dari bahan baku molase.

Hersheys Yesha Aurellya sebagai perwakilan tim mengungkapkan bahwa ketertarikan untuk mengikuti lomba ini berangkat dari tipe lomba yang berbeda dari lomba proses teknik kimia yang lainnya.

Menurut Hersheys Yesha Aurellya, lomba yang digelar di UI tersebut begitu menantang karena perlu menggabungkan aspek proses dan bisnis kedepannya.

“Peran teknik kimia bukan hanya ke industri, tapi juga ke negara dan masyarakat. Oleh karena itu kita harus selalu bisa menemukan alasan dari semua yang dilakukan sebagai insinyur proses,” ujar Hersheys Yesha Aurellya.

Sementara itu rekan Hersheys Yesha Aurellya, Christopher Reynard Jose merasa belajar banyak untuk menyampaikan ide yang kompleks dengan singkat dan jelas dalam bentuk ‘cerita’ sehingga mudah untuk dipahami.

“Engineering is all about iterations! Ketika sudah mencapai satu solusi, jangan langsung puas dengan solusi tersebut," kata Christopher Reynard Jose menjelaskan.

Cari sebuah kondisi di mana solusi tersebut bisa gagal. Cari mitigasi hal tersebut. Cari celah untuk perbaikan,” ucap Christopher Reynard Jose lebih lanjut.

Mereka bertiga berharap agar ke depannya semakin banyak mahasiswa ITB yang tertarik untuk berprestasi melalui kompetisi yang digelar di luar kampus ITB.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 28 Mei 2025, 11:10 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 28 Mei 2025, 11:10 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 28 Mei 2025, 11:10 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 28 Mei 2025, 11:10 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved