• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Berkunjung ke EWINDO Horti Indonesia Disambut Hangat Glenn Pardede

Berkunjung ke EWINDO Horti Indonesia Disambut Hangat Glenn Pardede

  • 01 September 2025, 9:11 AM
  • Buah, Sayur
  • HORTI INDONESIA

Purwakarta, hortiindonesia.com - Nama Ir. Glenn Pardede, M.M, M.B.A. sudah tak asing lagi di dunia Hortikultura Indonesia, beliau saat ini menjabat sebagai Managing Director PT. East West Seed Indonesia (EWINDO) perusahaan benih hortikultura terbesar di Indonesia.

Pada hari Senin, 4 Agustus 2025 Horti Indonesia berkesempatan untuk berkunjung ke kantor pusat EWINDO di Purwakarta, Jawa Barat, bertemu langsung dengan beliau. Dalam perbincangan bersama Pemimpin Horti Indonesia, Hendra J. Purba, Glenn memaparkan visi dari EWINDO yang berdirinya memang dilatarbelakangi oleh keinginan untuk memberikan solusi terbaik bagi hambatan yang dihadapi oleh para petani Indonesia.

“40 tahun yang lalu, penelitian tentang benih sayuran sangat terbelakang, sehingga petani selalu dapat hasil yang rendah. Misalnya petani tomat, satu kali tanam hanya dapat setengah sampai 1 kg tomat, kemudian tanamannya mati. Sedangkan di Belanda, satu pohon greenhouse bisa dapat 10-20 kg,” kata Glenn.

Kemudian didirikan EWINDO ini agar Indonesia bisa melakukan penelitian untuk menemukan varietas tomat yang tahan penyakit, sehingga hasil jadi naik. “Tadinya tomat bisa dapat 1 kg sekarang bisa 3 kg. Dulu tomat hanya bisa ditanam di dataran tinggi, sekarang di dataran rendah sudah bisa tanam. Sehingga produksi bisa banyak dan harga lebih murah, ujung-ujungnya konsumen bisa dapat sayuran segar dengan harga yang lebih terjangkau.”

Kemudian, Glenn juga soroti bagaimana tingkat konsumsi sayuran di Indonesia yang masih kecil jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga dan Eropa. “Indonesia konsumsi sayuran masih sangat kecil, mestinya konsumsi sayuran menurut Food and Agriculture Organization (FAO) sudah harus di atas 70 kg per kapita per tahun, tetapi di Indonesia sekarang masih sekitar 40 kg. Hal ini juga dilatarbelakangi oleh tingkat income per kapita per tahun.”


Baca Juga: 10 Buah Lokal Indonesia yang Punya Potensi Ekspor Tinggi

Diketahui, di Singapura sendiri tingkat konsumsi sayuran sudah di atas 120 kg per kapita per tahun dan di Eropa sudah di atas 150 kg per kapita per tahun. Dalam hal ini, edukasi dan promosi yang luar biasa dari pemerintah ke masyarakat sangat diperlukan agar bisa bersaing dengan negara lain.

Pemerintah Indonesia dalam hal ini dinilai masih kurang perhatian untuk sektor hortikultura Indonesia. “Pemerintah sudah banyak buat program untuk mendorong hortikultura Indonesia misalnya program Petani Millenial milik Ridwan Kamil, tetapi itu hanya di permukaan, tidak ada tindak lanjut ke depan.”

Generasi Z yang saat ini aktif dalam dunia digital emang dinilai kreatif, tetapi masih membutuhkan perhatian pemerintah dari sisi edukasi pertanian hortikultura di lapangan. “Selain perlu perhatian untuk kesehatan ke depan, saya bisa bilang bahwa hortikultura adalah bisnis yang sangat seksi. Makin ke depan akan makin banyak kebutuhan sayuran, tetapi lahan semakin sedikit padahal manusianya semakin banyak. Sehingga, kita harus siapkan benih yang berkualitas tinggi untuk potensi besar di masa depan.”

Berbicara mengenai masa depan, Glenn menekankan pentingnya peran petani dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo. Dengan skema yang mendorong keterlibatan siswa sekolah dalam penyediaan sayur dan buah sehat, program ini bukan hanya pemenuhan gizi semata, melainkan juga langkah awal menjadikan pertanian khususnya hortikultura bagian terintegrasi dari pendidikan. Inisiatif ini pada akhirnya diharapkan mampu menumbuhkan minat generasi muda sekaligus memperkuat regenerasi pelaku industri pertanian di masa depan.

Dalam kunjungan yang disambut hangat oleh Glenn dan berbagai pihak tersebut, Horti Indonesia diberikan kesempatan untuk berkeliling di area EWINDO. Melewati skybridge, Horti Indonesia berkunjung mulai dari Gedung Rustam, Gedung Simon, Gedung R&D, sampai ke area pemrosesan media tanam.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 01 September 2025, 9:11 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 01 September 2025, 9:11 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 01 September 2025, 9:11 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 01 September 2025, 9:11 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved