• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Bioteknologi Solusi Atasi Rawan Pangan

Bioteknologi Solusi Atasi Rawan Pangan

  • 02 Oktober 2019, 3:30 PM
  • Budidaya

JAKARTA, Horti-Indonesia.com – Penerapan bioteknologi menjadi salah satu solusi untuk mengatasi rawan pangan di masa depan. Apalagi lahan pertanian di Indonesia akan semakin menyusut. 

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Indonesia Winarno Tohir mengatakan, penerapan bioteknologi merupakan antisipasi akan kekurangan pangan saat yang akan datang. Apalagi, kondisi lahan pertanian di Indonesia makin menyusut, namun di sisi lain ada lahan potensial yang menunggu digarap. 

Winarno menyebutkan, Indonesia mempunyai 30 juta hektar lahan rawa, 10 juta hektar (Ha) di antaranya bisa segera dimanfaatkan, begitu pula dengan lahan gambut. “Tentu saja pemanfaatan lahan rawa dan gambut memerlukan teknologi agar bisa diolah dengan baik, dan bioteknologi jadi salah satu jawabannya,” ungkapnya.


Baca Juga: Harga Bawang Putih Sudah Turun, Kementan Tegas Terhadap Importir Nakal

 Winarno mencontohkan, saat ini bioteknologi sudah diterapkan dibanyak negara maju. Amerika Serikat memiliki luas tanaman berbasis bioteknologi terbesar di dunia yaitu 75 juta Ha untuk tanaman kapas, kedelai, dan jagung. Negara lain adalah Brazil untuk tanaman kedelai dengan luas lebih dari 50 juta Ha.

 Sedangkan Argentina memiliki tanaman berbasis biotekbologi seluas 23 juta Ha. "Dari negara Asia yang terluas India juga telah memiliki tanaman berbasis biotekbologi seluas 11,4 juta ha," tambah Winarno pada FGD yang bertema, "Akselerasi Penerapan Teknologi Pertanian Indonesia, Khususnya Manfaat Bioteknologi untuk kedaulatan Pangan" di Jakarta, Selasa (1/10).

 Hadir dalam FGD antara lain Ketua Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik (KKH PRG) Prof. Dr. Bambang Prasetya, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)Winarno Tohir, Direktur Jenderal Hortukultura Prihasto Setyanto, dan para pengurus KTNA seluruh Indonesia. (YR)

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 02 Oktober 2019, 3:30 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 02 Oktober 2019, 3:30 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 02 Oktober 2019, 3:30 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 02 Oktober 2019, 3:30 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved