• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Buah Naga Buleleng Siap Tembus Pasar Internasional

Buah Naga Buleleng Siap Tembus Pasar Internasional

  • 12 Maret 2020, 2:50 PM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA

Denpasar – Buah naga merupakan komoditas buah yang berpotensi ekspor. dan mulai berkembang di beberapa sentra produksi.  

Terdapat berbagai varietas buah naga yaitu buah naga naga putih (Hylocereus undatus), buah naga ungu (Hylocereus polyrhizus), buah naga merah (Hylocereus costaricensis) dan buah naga kuning (Selenicereus megalanthus).
 
Tidak hanya buahnya yang menarik,  buah naga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.  Manfaat buah naga antara lain membantu proses pencernaan, mencegah asteriosklereosis, menjaga kesehatan tubuh, kesehatan mata dan lain-lain.
 
Kabupaten Buleleng merupakan kabupaten sentra buah naga di Provinsi Bali. I Wayan Kantra, pionir buah naga organik di Bali mampu melihat peluang dan potensi besar pengembangan buah naga di Bali.

Wayan mengubah lahan tandus yang tidak produktif menjadi hamparan kebun buah naga organik bersama petani lain. Yakni melalui Kelompok Tani Gunung Sari yang beranggotakan 20 orang.  
 
Kini lahan tersebut berkembang menjadi lokasi agro wisata dan telah memiliki sertifikat organik Institute for Marketecology (IMO) Control pada tahun 2016 dari perusahaan Swiss. Kantra mengembangkan buah naga merah varietas jenis mawar, yang berasal dari Banyuwangi secara bertahap mulai tahun 2011.
 
“Produksi buah naga organik Poktan Gunung Sari dengan produksi 600-700 ton/tahun, luasan 11 ha dengan umur tanaman sekitar 9 tahun’ ujar Kantra. Lahan produksi terletak di Desa Bulian, Kec. Kubu Tambahan, Kab. Buleleng.  Harga buah naga organik dijual Rp. 8000/kg,” tambah Kantra.
 
Kantra memanfaatkan kotoran sapi hasil fermentasi menjadi pupuk organik. Selain mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik, ia juga mampu menghasilkan biogas.

Adapun pengendalian Organisme Penggangu Tanaman (OPT) di kebunnya, kata dia, menggunakan berbagai ekstrak bahan nabati seperti brotowali, daun sirsak, lengkuas dan sebagainya. Selain itu, sanitasi lahan rutin dilakukan untuk memutus siklus hidup hama.
 
"Pengelolaan secara organik dan ramah lingkungan membentuk keseimbangan alami antara hama dan musuh alaminya, sehingga dihasilkan buah naga organik," beber dia.
 
Dalam rangka persiapan ekspor perdana buah naga ke Bali, saat ini telah dilakukan koordinasi dengan instansi terkait maupun pemerintah setempat.  Persiapan yang telah dilakukan meliputi pengelolaan kebun dan sanitasi, pencatatan, monitoring, pengendalian OPT di kebun registrasi, bimtek identifikasi OPT; pengujian keamanan pangan buah naga dan penyiapan data intersepsi  OPT.


 
Untuk mendukung rencana ekspor buah naga Buleleng ke Bali, telah dilakukan persiapan dan pembinaan ke rumah kemas ke PT. Bali Organik Subak (BOS), PT. Narendra Mandara Sukses dan PT. Duo Putri Abadi.  Ketiga perusahaan ini merupakan eksportir buah untuk manggis ke beberapa negara tujuan ekspor.
 
Untuk mendukung rencana ekspor buah naga, Kantra memaparkan kalau pihaknya dibantu Dinas Pertanian Provinsi Bali, UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Bali serta Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng.


Baca Juga: Magelang Jadi Sentra Hortikultura Cabai Rawit di Jawa Tengah

Mereka saat ini terus melakukan peningkatan produk dan mutu baik di lahan maupun di collecting house. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melakukan mitigasi penanganan OPT yang menjadi perhatian negara pengimpor, meregistrasi kebun sesuai GAP dan Integrated Pest Management (IPM).

"Termasuk memperbaiki fasilitas collecting house sesuai standar," jelas dia.
 
Secara terpisah, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik, menjelaskan bahwa peningkatan kinerja ekspor buah buah naga dapat dilakukan penerapan sistem jaminan mutu di seluruh rantai produksi.

“Penerapan jaminan mutu dapat diperoleh melalui standardisasi produk hasil pertanian dari hulu ke hilir melalui penerapan budidaya yang baik di tingkat produksi (Good Agricultural Practices), penanganan pasca panen yang baik (Good Handling Practices), pengolahan (Good Manufacturing Practices) dan di tingkat distribusi hingga produk sampai ke tangan konsumen,”tambah Yasid.

Yasid memaparkan bahwa Penerapan GAP-SOP dan GHP perlu dilakukan secara berkesinambungan dalam rangka memperkuat daya saing ekspor buah naga Indonesia. Sehingga komoditas hortikultura memiliki pasar baik di dalam maupun luar negeri.

"Tentunya pengembangan buah naga perlu difasilitasi melalui bantuan sarana dan prasarana baik dari pemerintah pusat maupun daerah,” pungkasnya.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 12 Maret 2020, 2:50 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 12 Maret 2020, 2:50 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 12 Maret 2020, 2:50 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 12 Maret 2020, 2:50 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved