• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Budidaya Hortikultura Butuh Digitalisasi Pencatatan

Budidaya Hortikultura Butuh Digitalisasi Pencatatan

  • 16 Agustus 2026, 12:03 PM
  • InovTek
  • HORTI INDONESIA

 

Bogor, hortiindonesia.com - Usaha budidaya hortikultura butuh digitalisasi pencatatan untuk memperkuat kepastian pasokan, mutu dan kepercayaan pasar. Abdul Latief, peneliti kelompok riset teknologi produksi, peningkatan nilai tambah dan mutu, Pusat Riset Hortikultura , Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional menyatakan hal ini pada hortiactive #28.

Hal yang biasa terjadi pada budidaya hortikultura adalah biaya produksi tidak diketahui secara jelas karena input, tenaga kerja dan biaya harian sering tidak tercatat dengan lengkap. Keputusan masih berbasis perkiraan, tanam, pupuk, panen, jual serng dilakukan berdasarkan kebiasaan.

Mutu dan grade panen tidak terukur, total panen dicatat tetapi kualitas, susut dan off grade sering terlewat.Pasokan tidak konsisten karena kalender tanam dan panen belum terhubung dengan pasar. Risiko OPT, cuaca dan kerusakan pasca panen terlambat dikendalikan, diketahui setelah rugi. Petani merasa untung tetapi HPP, margin dan laba bersih belum jelas, sehingga keuntungan tidak bisa dibuktikan.

Proses yang tidak terkendali membuat terjadi kebocoran sehingga terjadi pemborosan input, biaya tenaga kerja, kehilangan mutu, kehilangan pasca panen dan inefisiensi pasar. Produksi efisien adalah hasil dari sistem yang dirancang bukan aktivitas yang tanpa kendali. Sistem kendali produksi meliputi input, waktu, mutu, biaya, risiko, pasar.


Baca Juga: Produksi Bawang Merah Stabil, Kementan dan Perhorti: Tidak Perlu Impor

Produksi yang efisien dimulai dari kebutuhan pasar, bukan sekedar apa yang bisa ditanam. Diidentifikasi kebutuhan ritel modern, horeka, industri pangan dan marketplace. Kebutuhan pasar diubah jadi target produksi meliputi : spesifikasi produk (ukuran, varietas, standar mutu), waktu panen untuk menentukan jadwa dan konsistensi pasokan, kuantifikasi sesuai kebutuhan, mutu terbaik dan aman.

Produksi hortikultura harus terencana, terukur, konsisten dan berkelanjutan. Dengan cara ini maka produksi lebih tepat sasaran, lebih efisien dan terencana, risiko lebih terkendali, kepuasan pelanggan lebih meningkat, usaha lebih berkelanjutan.

Catatan sederhana menciptakan kendali produksi yang kuat. Empat catatan wajb produk yaitu catatan input (benih, pupuk, pestisida, media air); catatan tenaga kerja (jenis pekerjaan, jumlah orang, waktu dan biaya); catatan hasil panen (volume panen, grade A/B/C, offgrade, mutu); catatan biaya (biaya langsung dan tidak langsung, HPP, margin).

Produksi efisien dimulai dari input yang dicatat , dikendalikan dan diarahkan sesuai kebutuhan tanaman. Meliputi benih, air, perlindungan tanaman, nutrisi, media/tanah. Input yang terkendali membuat biaya lebih efisien, mutu lebih stabil, risiko lebih rendah. Tenaga kerja menjadi lebih terkendali ketika dicatat dan dijadwalkan hitung jam kerja, jumlah pekerja, biaya tenaga kerja pada tanam, irigasi, perawatan, panen dan sortasi.

Panen bukan hanya total volume, total panen besar belum tentu bernilai besar. Grade menentukan harga,pasar dan margin. Panen pada waktu dan kematangan tepat; sortasi awal untuk memisahkan kotoran, daun rusak dan benda asing; grading berupa penilaian kualitas berdasarkan standar ukuran, bentuk, warna, kesegaran, kerusakan; setiap grade memiliki pasar dan tujuan berbeda.

Grade A kualitas premium, penampilan sempurna, warna cerah dan segar; grade B kualitas baik, sedikit variasi ukuran, minor defect; grade C kualitas menengah, variasi lebih besar, cacat ringan-sedang; off-grade diluar standar, kerusakan parah, tidak untuk pasar segar. Grading yang tepat membuat keuntungan berlipat sebab produk lebih seragam dan konsisten, harga lebih stabil, kepuasan pelanggan lebih meningkat. Grade menentukan nilai pasar dan keberlanjutan usaha.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 16 Agustus 2026, 12:03 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 16 Agustus 2026, 12:03 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 16 Agustus 2026, 12:03 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 16 Agustus 2026, 12:03 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved