• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. BUDIDAYA JAMUR DENGAN MEDIA JANJANG KOSONG SAWIT

BUDIDAYA JAMUR DENGAN MEDIA JANJANG KOSONG SAWIT

  • 01 November 2021, 12:57 AM
  • Sayur, Kilas, Budidaya
  • Admin

Serdang Berdagai, Hortiindonesia.com

 

Salah satu limbah pabrik kelapa sawit adalah tandan kosong atau janjang kosong. Biasanya perusahaan menggunakannya untuk menjadi pupuk di kebun. Alternatif pemanfaatannya adalah untuk budidaya jamur.

 

Socfindo Conservation, lembaga yang digerakan istri-istri staf Socfindo bekerjasama dengan Rumah Ladang Jamur  sudah melakukannya.  Luluk Williams, Ketua Socfindo Conservation menyatakan hal ini.

 

Proses pembuatan jamur tiram dari  janjang kosong sawiit dengan sistim baglog di rumah ladang jamur adalah persiapan : janjang kosong sawit yang telah dicacah bisa langsung digunakan sebagai media budidaya jamur. Bahan yang digunakan sama dengan pembuatan media serbuk gergaji yaitu : janjang kosong sawit, dedak halus, kapur kerrang, jagung giling dan air.

 

Strelisasi baglog menggunakan drum pengukusan selama 2 jam. Baglog yang telah disterilisasi kemudian diinokulasi dengan menggunakan bibit/biang jamur. Dengan media janjang kosong sawit jamur tumbuh lebih cepat kurang lebih 1,5 bulan dari waktu inokulasi.

 

Bisnis yang bisa dikembangkan adalah penjualan baglog. Baglog sangat diminati oleh subsistem UMKM sebagai usaha yang sangat menguntungkan. Jamur segar dipasarkan di pasar tradisional maupun pasar modern (swalayan).

 

Beberapa jenis jamur juga berkhasiat obat, dapat dikembangkan sebagai obat herbal alternatif. Jamur dapat diolah menjadi makanan jadi di rumah makan. Dengan variasi dan kreatifitas yang tinggi produk olahan segar jamur menjadi bernilai ekonomi tinggi. 

 

Jamur juga dapat dikembangkan sebagai produk cemilan. Cemilan bahan baku jamur sudah banyak dikembangkan dan mendapat respon pasar yang bagus.


Baca Juga: Ekspor Jamur Makin Menjamur di Tengah Pandemi Covid-19

 

Potensi pasar jamur di lokasi Socfindo Conservation, Dolok Masihul, Serdang Berdagai berdasarkan potensi pasar mitra Rumah Ladang Jamur adalah penjualan Baglog 19.000/bulan. Permintaan sangat tinggi dari luar daerah (Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan,  Berastagi, Kabanjahe, Asahan) bahkan sampai ke Riau.

 

Jamur segar 300 kg, lebih banyak diserap pasar lokal yaitu Kecamatan Dolok Masihul hingga kota terdekat Tebing Tinggi. Pasar jamur sebagai bahan baku obat belum belum digarap. Pengolahan berbagai olahan jamur untuk jajanan/cemilan kekinian memiliki potensi yang cukup bagus untuk dikembangkan sebagai usaha industri rumahan.

 

Perhitungan sederhana Analisa usaha budidaya jamur dengan baglog adalah modal awal untuk baglog Rp4 juta (harga satu baglog Rp4000, perlu 1.000 baglog). Satu baglog menghasilkan 0,5-0,8 kg jamur segar selama 4 bulan. Harga jamur segar di pasar Rp25.000/kg. Pendapatan mencapai Rp12,5-20 juuta. Penghasilan mencapai Rp8,5-16 juta/4 bulan atau Rp2,1-4 juta/bulan. Masalahnya memasarkan 125-200 kg jamur perbulannya secara berkelanjutan merupakan hal yang menjadi tantangan bagi petani/UMKM.

 

Tantangan UMKM jamur yaitu pasar terbatas. Jamur bukan merupakan produk pangan pokok sehingga kebutuhannya tidak rutin. Karenanya penyerapan pasar lokal sangat terbatas, perlu diciptakan pasar baru.

 

Umur simpan jamur yang pendek sehingga jamur yang diproduksi UMKM memiliki daya tawar yang rendah. Dibutuhkan pendampingan teknologi dan inovasi budidaya dan pasca panen untuk mengembangkan berbagai jenis jamur potensial yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti jamur shitake dan jamur kuning.

 

 

 

 

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 01 November 2021, 12:57 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 01 November 2021, 12:57 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 01 November 2021, 12:57 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 01 November 2021, 12:57 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved