• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Budidaya Jamur Tiram Mampu Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah

Budidaya Jamur Tiram Mampu Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah

  • 06 Maret 2022, 8:24 PM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA

Jakarta, hortiindonesia.com - Tren konsumsi jamur pangan semakin meningkat di kalangan masyarakat. Hal ini dikarenakan jamur memiliki rasa yang enak, tinggi protein, bebas lemak, rendah kalori, dan bebas kolesterol. Selain itu, budidaya jamur pangan, terutama jamur tiram sangat mudah, hanya dengan memanfaatkan media tanam serbuk gergaji yang didapat dari limbah tukang kayu.

Salah satu daerah yang menjadi sentra jamur nasional adalah Kabupaten Subang, Jawa Barat. Lokasi budidaya jamur di Subang tersebar di beberapa kecamatan antara lain Jalan Cagak, Patok Besi, Ciasem, Sagalaherang, Pagaden, dan Pagaden Barat. Menurut Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Endra Mulyawan, dua komoditas jamur andalan dari daerahnya ini adalah jamur merang dan jamur tiram.

“Subang awalnya dikenal sebagai daerah penghasil jamur merang. Namun saat ini, Subang juga menjadi salah satu sentra penghasil jamur tiram,” terang Endra.

Dalam kunjungan kerjanya ke Subang akhir Februari lalu, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto mengajak para petani milenial untuk berbudidaya jamur sebagai alternatif sumber pendapatan karena menguntungkan dan memiliki pasar yang menjanjikan.

“Kementerian Pertanian mendukung pengembangan jamur yang dilakukan oleh petani. Dalam situasi pandemi sekarang, budidaya jamur tiram merupakan usaha yang sangat menarik sekali karena dapat dikerjakan di lingkungan rumah, tidak memerlukan banyak lahan, pangsa pasar yang luas, dan harganya juga bagus, ” ujar Prihasto.

Lebih lanjut, dalam arahannya kepada kelompok tani jamur di Kabupaten Subang, Prihasto berpesan supaya para petani jamur dapat menjaga profesionalitas untuk menjaga komitmen bersama dengan pihak pembeli dan menjamin kontinuitas produk yang telah disepakati bersama. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan dalam usaha bisnis yang dijalin agar dapat berkelanjutan.


Baca Juga: Tembus 37.026 Hektar, Wonogiri Panen Raya Jagung di Lahan Berbatu

Senada dengan pernyataan Dirjen Hortikultura, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Tommy Nugraha, mengatakan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mendukung pengembangan jamur tiram di Kabupaten Subang, salah satunya melalui pemberian bantuan fasilitasi sarana budidaya jamur berupa kubung jamur budidaya.

“Kubung jamur budidaya ini mampu menampung hingga 16.000 baglog dengan struktur bangunan menggunakan baja ringan. Bantuan dari Kementan ini telah diserahkan ke Poktan Jamur Tiram Mandiri di Desa Dayeuhkolot,” ujar Tommy.

Ketua Poktan Jamur Tiram Mandiri, Acep Mansyur menyatakan rasa terima kasih atas bantuan dari Kementerian Pertanian. Acep turut menjelaskan bahwa budidaya jamur tiram memang sangat menjanjikan.

“Terima kasih kepada Kementan atas bantuannya. Budidaya jamur tiram ini menurut saya memang menguntungkan. Dengan bantuan 16.000 baglog dari Kementan, diperkirakan kami dapat meraup keuntungan hingga Rp 12 juta per bulan dalam satu periode tanam,” jelas Acep.

Ketua Poktan Jamur Tiram Sadjati, Gatot Amanto turut mengamini pernyataan Acep tersebut. Poktan Jamur Tiram Sadjati saat ini memiliki 3 (tiga) kubung jamur dengan kapasitas masing-masing 12.000 baglog, 13.000 baglog, dan 35.000 baglog. Dalam 1 (satu) periode tanam, bisa diperoleh nilai penjualan hingga Rp 152 juta.

“Dari 3 kubung, kami bisa menghasilkan hingga 150 kilogram jamur segar setiap hari. Dengan harga di tingkat petani sekitar Rp 10 ribu per kilo, maka bisa diperoleh nilai penjualan hingga Rp 152 juta. Jika dipotong dengan biaya baglog Rp 3 ribu per buah, kira-kira kami bisa dapat profit Rp 38 juta per periode musim tanam,” papar Gatot.

Gatot menyampaikan bahwa peluang lain yang menambah keuntungan dari budidaya jamur adalah limbah yang dihasilkan dapat dimanfaatkan menjadi kompos pupuk, wood pelet (bahan bakar kompor kayu), dan bahan campuran batu bara. Bahkan untuk limbah plastiknya ditampung oleh pengepul untuk di daur ulang dengan harga jual Rp 1.000 – 2.000 per kilogram.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 06 Maret 2022, 8:24 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 06 Maret 2022, 8:24 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 06 Maret 2022, 8:24 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 06 Maret 2022, 8:24 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved