• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Budidaya Organik Terbukti Sehat, Menguntungkan dan Turut Menjaga Kelestarian Alam

Budidaya Organik Terbukti Sehat, Menguntungkan dan Turut Menjaga Kelestarian Alam

  • 07 Agustus 2019, 4:12 PM
  • Budidaya
  • HORTI INDONESIA

Budidaya organik perkotaan menjadi harapan baru bagi petani hortikultura di Kota Ternate. Dengan sumber daya alam berlimpah, petani Kota Ternate semakin bersemangat melestarikan lingkungan dengan budidaya organik perkotaan. Materi abu vulkanik Gunung Gamalama membawa keberkahan luar biasa bagi petani di Kota Ternate. Gunung ini tercatat lebih dari 60 kali meletus dan terakhir terjadi pada Oktober 2018 lalu. Saat meletus, gunung api berketinggian 1.715 mdpl tersebut menyemburkan materi dan abu vulkanik yang bermanfaat bagi budidaya organik.

Ketua Kelompok Tani Bina Karya, Rahmat Toniku, asal Kelurahan Takome, Ternate Barat, telah menanam kebun miliknya dengan aneka kubis, terong, selada, cabe dan sayuran daun lainnya secara organik selama dua tahun lebih.

Berbekal ilmu mengelola pupuk kandang, Rahmat mengelola pupuk kandang menjadi kompos di sebuah bangunan sederhana. Pupuk kandang atau kompos yang dihasilkan cukup untuk mengelola hasil kebun seluas 5000 m2 yang diusahakan bersama sang istri. Kebun milik kelompok tani seluas 4,5 hektare pun dikelola secara organik.

"Dengan pengaturan tanam yang tepat, anggota kelompok tani secara rutin memasarkan hasil kebun organiknya ke Pasar Kota Ternate 2 - 3 kali dalam seminggu. Dalam seminggu, kami memperoleh penghasilan Rp 2 - 2,5 juta," ujar Rahmat.

Dirinya sangat bersyukur mendapat dukungan dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) sekaligus bimbingan teknis dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang dilakukan para petugas POPT.

"Saya bersama anggota lainnya bertekat akan terus mengembangkan budidaya organik. Saya bersama teman-teman juga mengajak kelompok lainnya untuk turut melestarikan alam melalui budidaya organik. Terbukti kami dapat mengembangkan kebun tanpa mengeksplotasi sumber daya alam sekitarnya," ujar Rahmat di hadapan rombongan Ditjen Hortikultura dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Maluku Utara beberapa waktu lalu.


Baca Juga: HPS 2019 Banjir Pengunjung, Nilai Transaksi Ekonomi Tembus Rp 8 Miliar

Dalam kesempatan tersebut, Kasubdit Data dan Kelembagaan Direktorat Perlindungan Hortikultura, Kurnia Nur menyampaikan, bahwa saat ini Ditjen Hortikultura sedang menggalakkan promosi dan sosialisasi pengembangan Desa Pertanian Organik di seluruh wilayah.

"Kami sedang gencar menggalakkan promosi dan sosialisasi pengembangan Desa Pertanian Organik (DPO) sebagai upaya mengemban misi pertanian ramah lingkungan sekaligus mendukung pelestarian alam. Kegiatan tersebut dilakukan dengan mendistribusikan informasi teknis terkait Pengendalian OPT ramah lingkungan," ujar Kurnia.

Dalam kesempatan itu pula, Kepala BPTPH Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Maluku Utara, Nurjannah selaku penyelenggara pengendalian OPT di wilayah Maluku Utara menyatakan dukungannya.

"Kami mendukung program pertanian organik dengan terus mengoptimalkan bimbingan teknis oleh POPT yang sangat terbatas jumlahnya. Para petugas POPT Ternate Barat dan Ternate Selatan menyatakan kesiapannya dalam hal ini," tutur Nurjannah.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Perlindungan Hortikultura Sriwijayanti Yusuf, menyampaikan dukungan dan motivasinya kepada Kepala BPTPH di seluruh Indonesia agar terus berupaya meningkatkan bimbingan teknis kepada para petani.

"Kami menghimbau kepada para Kepala BPTPH di seluruh Indonesia agar terus memberikan bimbingan teknis dalam pengembangan pertanian ramah lingkungan tak terkecuali pengembangan hortikultura organik. Saya optimis suatu saat pertanian konvensional akan beralih ke pertanian ramah lingkungan dan pertanian organik, mengingat besarnya permintaan produk pertanian yang sehat," jelas direktur yang akrab dipanggil Yanti ini.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 07 Agustus 2019, 4:12 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 07 Agustus 2019, 4:12 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 07 Agustus 2019, 4:12 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 07 Agustus 2019, 4:12 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved