• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Dari Grobogan, Cabai Lokal Tembus Pasar Manca Negara

Dari Grobogan, Cabai Lokal Tembus Pasar Manca Negara

  • 24 Juni 2021, 6:29 PM
  • Sayur, Agribisnis
  • HORTI INDONESIA
Jawa Tengah, Hortiindonesia.com - Kementerian Pertanian sangat mengapreasi kinerja KWT Makendang Jaya yang diketuai oleh Ibu Endang di Desa Gedeng Adal, Kec. Toroh, Kab. Grobogan. Perempuan yang pintar bergaul, murah senyum dan pandai bahasa Inggris, bercerita bahwa awal usahanya terinsprisasi dari kebiasaan sang ibu yg suka mengeringkan cabai dalam kantong plastik. Kini usaha sambal bubuk dengan merek Chilia telah berkembang pesat dan telah dipasarkan ke berbagai kota seperti Kab. Blora, Rembang, Pati, Semarang, Malang bahkan telah menjangkau pasar ekspor di Malaysia. 
 
Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto yang ditemui di sela kunjungan kerjanya di Jawa Tengah mengaku sangat bangga dengan kiprah dan dedikasi KWT ini. Kementan, dalam hal ini Ditjen Hortikultura cukup _all out_ mendukung usaha tersebut dengan mengalokasikan sarana pengolahan cabai yang diberikan pada tahun 2019 dan terbaru yaitu solar dome dryer di tahun 2020. Kedua bantuan tersebut sangat membantu proses pengeringan cabai sampai dengan siap olah. "Saya hadir disini ditugaskan oleh bapak Menteri ke lapangan sekaligus melihat potensi ekspor dari masing-masing kabupaten. Produk cabai olahan ibu Endang ini sudah sangat luar biasa. KWTnya aktif dan ulet berinovasi dan mencari pasar", terang Anton panggilan akrab Dirjen muda ini. Beliau berharap produk olahan ini bisa go internasional dan mampu ekspansi ke pasar eropa saat pameran _fruit and coffee_ yang rencananya diselenggarakan di tahun ini. 

Baca Juga: Pasar Florikultura Bakal Berkembang Lagi

Endang sekaligus kepala usaha KWT menyampaikan bahwa sangat terbantu dengan bantuan dari Ditjen Hortikultura selama ini. Bahkan _Solar dome dryer_ mampu mengeringkan 50 kg cabai segar 3-5 hari saja dibandingkan cara konvensional”, ujarnya. Dengan biaya produksi yang tidak terlalu tinggi, harga jual sambal Chilia ini pun sangat terjangkau yaitu Rp. 10.500 per botol dengan aneka rasa seperti teri, udang, cumi dan original. Bahkan kemasan sachet hanya Rp. 1000 saja. Tidak hanya berhenti pada satu jenis produk, KWT juga terus berupaya melakukan inovasi dan menjalin berbagai kerjasama untuk dapat memasarkan produknya.
 
Dengan cita rasa yang nikmat, tidak salah jika Prihasto mengharapkan produk ini terkenal bukan hanya di Indonesia bahkan di dunia dengan slogan "Dari Grobogan Cabai Lokal Mampu Mendunia".

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 24 Juni 2021, 6:29 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 24 Juni 2021, 6:29 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 24 Juni 2021, 6:29 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 24 Juni 2021, 6:29 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved