• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Demi Kaktus, Aldy Ridwan Tinggalkan Karier di Dunia Minyak dan Gas

Demi Kaktus, Aldy Ridwan Tinggalkan Karier di Dunia Minyak dan Gas

  • 26 April 2021, 1:19 PM
  • Kilas, Tanaman Hias
  • HORTI INDONESIA
Jakarta, hortiindonesia.com - Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto mengapresiasi anak muda yang saat ini tengah fokus mengembangkan agribisnis. Prihasto juga melihat bahwa banyak sekali petani milenial yang akhirnya memilih bertani daripada menjadi karyawan. “Anak milenial itu kan tidak suka diarahkan, atau mengerjakan pekerjaan yang itu-itu saja, jadi dia itu ingin bebas berkarya, mengerjakan apa yang dia sukai, apalagi dia menguasai teknologi, sehingga dunia pemasaran digital, itu sudah mainan merekalah, makanya ekspor komoditas pertanian itu kan hampir dikuasai anak-anak muda,” terangnya. 
 
Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang itu juga menyampaikan kekagumannya, kepada seorang pemuda yang kini sukses menjadi eksportir tanaman hias di Lembang-Bandung Barat. “Namanya Kang Aldy Ridwan, dia ini masih muda, tapi sudah berpenghasilan ratusan juta sebulan, saya kagum dengan anak-anak muda seperti ini. Makanya saya yakin, pertanian ini akan sukses di tangan petani milenial,” tegasnya.
 
Aldy  memang mengakui jika ia meninggalkan kariernya sebagai spesialis di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang gas alam. Dia rela meninggalkan karier sebagai spesialis di perusahaan ternama, lalu menjatuhkan pilihannya untuk menjadi petani, sebab dia melihat ada peluang bisnis yang menjanjikan di dunia pertanian, khusunya bertani komoditas hortikultura.
 
Lelaki berkulit putih berjenggot tebal itu, memulai usahanya dengan bertani kaktus di tempat kelahirannya Desa Langensari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Pilihan hidup Aldy memang patut di acungi dua jempol, sebab meski di usianya yang terbilang muda, dia sudah berpenghasilan ratusan juta rupiah perbulan.
 
Kaktus asal lembang ini merupakan jenis tanaman kaktus dalam klasifikasi mahal. Aldy tak menampik jika ada tanamannya yang tembus hingga puluhan juta rupiah per pohon. “Kami punya koleksi kaktus, koleksi saya ini cukup langka dan unik, sehingga harganya mencapai puluhan juta rupiah, namun kalau yang di ekspor ke beberapa negara itu harganya dikisaran 5 – 10 USD.

Baca Juga: Ragam Jenis Monstera, Tanaman Hias Kekinian dengan Mitosnya

Aldy mengaku sangat tertarik menggeluti tanaman kaktus, sebab harga jual di pasar ekspor terbilang mahal, sehingga bisnis ini pun dianggap sangat menjanjikan, apalagi permintaan luar negeri hampir setiap bulan ada. Petani kaktus itu juga mengungkapkan bahwa dia mengawali kariernya sebagai eksportir kaktus sejak 2015 dengan tujuan ke beberapa negara di dunia.
 
"Ya, Alhamdulillah mas, kaktus ini sudah kita ekspor ke Australia, USA, Canada, Philippines, Thailand, Singapore, Korea Selatan, Brunei Darussalam, Afrika Selatan dan Inggris. dalam waktu dekat (30/04/2021) ini kita akan ekspor ke Rusia sebanyak 1.836 pcs senilai $7.324, atau Rp.102,5 Jt, dan bulan depan (05/2021) kita akan ekspor ke Australia 1.300 pcs ”, ungkap Aldy. 
 
Omset yang dihasilkan dari penjualan kaktus memang tak menentu. Tapi karena konsumennya merupakan penghobi tanaman yang sudah berbentuk komunitas atau paguyuban, maka penjualan kaktus ini tetap bagus. Namun Aldy tak menyangkal jika di era pandemic covid-19 ini memang penjualan offline menurun, namun penjualan secara online justru meningkat hingga 500 persen.
 
Aldy juga mengungkapkan bahwa perawatan kaktus  cukup gampang, sebab tanaman ini terbilang gampang tumbuh. “Kaktus ini termasuk tumbuhan yang gampang perawatannya, paling disiram itu yah seminggu sekali, air yang dibutuhin juga nggak banyak-banyak, terus proses packaging produknya juga tidak sulit," bebernya.
 
CEO CV. Istana Bunga Kaktus itu juga merasa senang bisa merangkul para petani milenial di lingkungan sekitar, mengajarinya bertanam, perawatan, hingga mekanisme ekspor. Kini beberapa anak muda yang pernah belajar dengan Aldy itu usahanya sudah mandiri dan bisa ekspor. Bagi Aldy, kesuksesan petani milenial di wilayahnya untuk merambah pasar ekspor adalah impiannya sejak dulu.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 26 April 2021, 1:19 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 26 April 2021, 1:19 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 26 April 2021, 1:19 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 26 April 2021, 1:19 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved