• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Dongkrak Produksi, BRI Agro Buka Keran KUR Untuk Petani Teh Parahyangan

Dongkrak Produksi, BRI Agro Buka Keran KUR Untuk Petani Teh Parahyangan

  • 10 Desember 2018, 1:47 AM
  • Gaya Hidup
  • Teguh

Letaknya yang berada di dataran tinggi dan hampir sebagian besar wilayahnya berupa pegunungan, membuat Anda dapat dengan mudah menjumpai banyak perkebunan teh di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Makanya tidaklah mengherankan, jika sentra produksi teh tanah air hampir 70%-nya berada di wilayah Jawa Barat. Dan guna menggenjot produksi teh tanah air lebih tinggi lagi, BRI Agro pun bergerak cepat dengan memberi suntikan dana segar kepada para petani teh di Bandung lewat program bantuan pinjaman pendanaan, Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dalam gelaran Forum Diskusi Perkebunan "Hasil Perkebunan Indonesia Untuk Dunia" di Gedung Sate, Bandung-Jawa Barat, 9/12, terungkap, per September 2018 BRI Agro telah mengucurkan dana kredit sebesar Rp. 13.662 miliar berdasarkan segmen bisnis. Dari dana pinjaman kredit tersebut, sebesar Rp 4.647 miliar disalurkan kepada UMKM, dan Rp 9.015 miliar untuk segmen bisnis lainnya. Kucuran dana sebesar Rp. 1.342 miliar diberikan untuk kredit kecil, dan kredit menengah mendapat aliran dana sebesar Rp. 3.305 miliar.

Sementara itu, dari sektor agro sendiri telah mengalir dana sebesar Rp 9.429 miliar, dan Rp 4.233 miliar dari sektor non-agro. Sawit merupakan komoditi terbesar yang mendapat bantuan dari BRI Agro, kemudian disusul dengan kayu, gula, karet, beras, kopi, sapi, unggas, kakao, dan kedelai. Direktur Utama BRI Agro, Agus Noorsanto mengakui, komoditi perkebunan khususunya teh, memang baru kali ini mendapat bantuan pinjaman pendanaan KUR.

Setidaknya, ada beberapa kendala perbankan dalam pembiayaan teh, seperti administrasi usaha kecil dan petani yang tidak dikelola dengan baik, masih terdapat gap informasi antara pengusaha dan petani. Selain itu, pengusaha UKM dan petani tidak memiliki jaminan sebagai back up jika kredit gagal, lalu lahan tertanian tidak memiliki status kepemilikan yang jelas (BPN), dan perlunya regulasi khusus untuk penyaluran kredit.


Baca Juga: Pare Indonesia Mendunia: Nilai Ekspor Capai US$ 1,94 Juta

Ditanya bagaimana cara menghindari kredit macet, jebolan S1 Ekonomi Akutansi Universitas Padjajaran Bandung dan S2 Agribisnis IPB Bogor ini menjawab," BRI Agro akan selalu melakukan monitoring, minimal 3 bulan sekali. Selain itu, kita selalu memberikan bimbingan dan mengedukasi petani dari sisi finansial. Hasil penjualan panen ke perusahaan juga tidak diberikan ke petani, tapi disetor langsung ke BRI Agro,.

Dari situ, sambung Agus, pihaknya akan langsung memotong hasil penjualan untuk membayar cicilan KUR. Jadi, hasil penjualan yang diterima oleh petani nantinya sudah dipotong angsuran. Lebih jauh lagi Agus mengatakan, untuk itu kerjasama dengan perusahaan sangat diperlukan. Untuk para petani teh, BRI Agro Cabang Bandung memiliki pola pembiayaan, yakni Kemitraan Executing, Kemitraan Chaneling, Pembiayaan KUR, dan Pembiayaan Ritel Komersil.

Hingga saat ini, BRI Agro sendiri sudah hadir di 18 kota besar tanah air, seperti Parapat, Medan, Tebing Tinggi, Jambi, Pekanbaru, Palembang, Lampung, Pontianak, Balikpapan, Surabaya, Jakarta, semarang, Solo, Makassar, dan beberapa kota lainnya. Dalam diskusi ini, BRI Agro Cabang Bandung, juga memberikan bantuan KUR ke petani the mitra binaan PT. Pengalengan Agro Lestari. Secara simbolis, bantuan KUR tersebut diberikan kepada Sri Waras, Untung Safroni, Komariah, dan Ucun Jundi Saputra.

Forum Diskusi Perkebunan yang digelar dalam rangka Hari Perkebunan Ke-61 ini juga turut menghadirkan pembicara Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ir. Bambang MM, Ketua Badan Eksekutif Gapperindo, Prof. Agus Pakpahan, Ketua APTEHINDO, Nugroho B. Koesnadi, Ketua ATI, Dede Kusdiman, Chairman Confederatiaon for InternationalTea Smallholders, Rachmat Badrudin, dan Ir. Gamal Nasir, MS Pemimpin Umum Media Perkebunan sebagai moderator. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Anddota DPRD Provinsi Jawa Barat, Direktorat Jenderan Perkebunan, DInas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, UNPAD, 13 Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia, Asosiasi Teh Indonesia, Pemerhati Perkebunan, sejumlah awak media, dan masyarakat umum, juga tampak menghadiri forum diskusi ini. [Teg]

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 10 Desember 2018, 1:47 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 10 Desember 2018, 1:47 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 10 Desember 2018, 1:47 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 10 Desember 2018, 1:47 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved