• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Dukung Program Gratieks, Ekspor Leather Leaf Kian Menjanjikan

Dukung Program Gratieks, Ekspor Leather Leaf Kian Menjanjikan

  • 27 Januari 2020, 9:15 PM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA

Jakarta - Gairah bisnis florikultura saat ini kembali menggeliat. Selain Anggrek, Mawar dan Krisan, kini daun pakis pun banyak diminati pasar. Pakis berpotensi menjadi andalan baru untuk diekspor. Jenisnya pun bermacam-macam, ada Pakis Kelabang (Neprolepis Exaltata), Pakis Emas atau Monyet, Sikas Biru (Cairnsiana atau Glen Idle Blue) dan 'Leather Leaf'.

Ini sebagaimana instruksi Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL). SYL seperti diketahui tengah menggenjot program Gratieks alias Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor. Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan saat ini terus fokus mendorong ekspor. Salah satunya di sektor florikultura seperti halnya pakis.
Di antara berbagai jenis tanaman pakis di atas, ada jenis pakis yang digunakan bagian tangkai daunnya saja sebagai daun potong, yaitu 'Leather Leaf' yang banyak dibutuhkan untuk dekorasi di pesta, misalnya untuk rangkaian bunga. Peluang pasarnya pun cukup luas, tidak hanya pasar lokal, daun yang berwarna hijau pekat dan mirip daun cemara ini mulai dilirik negara Sakura.

Erna Sapta Rini, Direktur PT. Sinar Equator saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa potensi bisnis 'Leather Leaf' sangat menjanjikan. “Saat ini, 'Leather Leaf' masih banyak peminatnya. Negara Jepang pun menerima 'Leather Leaf' dari Indonesia tanpa dibatasi kuota” kata dia. Namun, semua usaha pasti akan ada surutnya, apalagi tanaman hias. Tanaman hias tergantung dari selera masing-masing.
Jika sekarang sedang booming 'Leather Leaf', maka beberapa tahun mendatang selera kegemaran tanaman hias akan berubah lagi dan begitu seterusnya, jadi untuk berbisnis tanaman hias harus bisa mengikuti tren, jelasnya.

Erna mengaku memulai bisnis tanaman hias sejak tahun 2005, dengan menyewa lahan di daerah Gekbrong, Kabupaten Cianjur yang saat ini luasannya mencapai lebih dari 5 Hektare. Lahan yang kami sewa ini sebagian besar kami tanami 'Leather Leaf' dan sebagian kecil adalah Ruscus dan Asparagus, ungkapnya.
Harga jual 'Leather Leaf' cukup bagus yaitu mencapai Rp 500-700/tangkai. Untuk yang diekspor, harga yang ditawarkan Rp 2.000/stems. Harga tersebut berlaku untuk ukuran S, M, L, dan XL. Yang membedakan antara keempat ukuran tersebut adalah berdasarkan ukuran panjang, kata Erna.


Baca Juga: Inspiratif! Petani Milenial Badung Kembangkan Edamame Organik

Saat ini, PT. Sinar Equator telah rutin mengekspor 'Leather Leaf' ke Jepang dua kali sebulan, yaitu dengan menggunakan pesawat dan container. Sekali kirim kurang lebih sebanyak 120.000 stems atau 120 box. Dalam satu tahun kami telah mengekspor lebih dari 1,2 Juta stems 'Leather Leaf' dan 1,1 Juta Stems Ruscus, beber Erna. 'Leather Leaf' yang kami kirim ini berasal dari kebun milik sendiri dan sebagian dari petani di daerah Cipanas. 'Leather Leaf' yang dikirim ke Jepang harus kualitas super, bersih dan bebas dari OPT, tambahnya.

Ditemui di tempat terpisah, Prihasto Setyanto, Direktur Jenderal Hortikultura menyampaikan apresiasi atas adanya ekspor 'Leather Leaf' ke negara Sakura tersebut. Komoditas florikultura memberikan kontribusi ekspor yang cukup tinggi selain komoditas buah-buahan dan sayuran.
Dari catatan BPS, pada tahun 2018, volume ekspor komoditas florikultura tercatat sebesar 4.600 Ton senilai 150 Milyar rupiah. Ekspor florikultura khususnya 'Leather Leaf' ini akan terus kita dorong, kawasan-kawasan baru kita bangun dan kita perluas, ungkap pria yang biasa disebut Anton itu.

Sejalan dengan program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor komoditas Pertanian atau yang disebut dengan istilah GRATIEKS yang digagas oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Pada tahun 2020 Ditjen Hortikultura berkomitmen mendukung program tersebut melalui program pengembangan kawasan florikultura seluas 225.000 m2 dengan total anggaran sebesar 35 Milyar, jelas Anton.

Anton berharap ekspor komoditas florikultura khususnya 'Leather Leaf' ini dapat tetap rutin dilaksanakan dengan volume yang lebih besar, dan tidak hanya dari daerah Kabupaten Cianjur saja, namun juga bisa dari daerah lainnya seperti Lembang, Sukabumi dan Semarang. Pasar Jepang tidak membatasi kuota, jadi ini adalah kesempatan emas buat menduniakan florikultura Indonesia, pungkasnya.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 27 Januari 2020, 9:15 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 27 Januari 2020, 9:15 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 27 Januari 2020, 9:15 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 27 Januari 2020, 9:15 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved