• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. DURIAN INDONESIA 85% MASIH TUMBUHAN ALAM, BELUM BISA PENUHI SYARAT KOMERSIAL

DURIAN INDONESIA 85% MASIH TUMBUHAN ALAM, BELUM BISA PENUHI SYARAT KOMERSIAL

  • 01 Februari 2021, 2:57 PM
  • Buah, Kilas

Bogor, Hortiindonesia.com

Indonesia  dengan luas 1,9 juta km2, jumlah penduduk 265 juta  mempunyai luas areal durian 60.000 ha terdiri dari  tanaman klon 15% dan tumbuhan alam 85%. Sedang Thailand dengan  luas 520.000 km2 penduduk 70  juta mempumyai  luas areal durian 200.000 ha terdiri dari  tanaman klon 90% dan tumbuhan alam 10%. Mohamad Reza Tirtawinata, Ketua Yayasan Durian Nusantara menyatakan hal ini.

Malaysia luas 330.000 km2,  jumlah penduduk 30 juta dengan  luas areal durian 120.000 ha terdiri dari  tanaman klon 30% dan  tumbuhan alam 70%. Filipina luas 300.000 km2, jumlah penduduk 100 juta orang dengan  luas areal durian 10.000 ha terdiri dari  tanaman klon 30% dan  tumbuhan alam 70%.

“ Ini semua data 5 tahun lalu , sekarang  situasinya pasti sudah berubah. Tanaman klonal adalah yang sudah dikembangkan dengan sambung puck, okulasi sehingga varietasnya sudah dikenal. Sedang tumbuhan hutan berasal dari biji yang varietasnya belum dikenal,” kata Reza.

Dengan didominasi tanaman durian alam dan klonal hanya 15% maka varietas durian Indonesia masih sangat beragam. Indonesia belum bisa memenuhi syarat komersial yang  varietasya harus seragam. Karena itu pasar Indonesia dimasuki durian impor dari Thailand dan Malaysia. Dua negara ini sudah jadi eksportir durian, khusus Malaysia menguasai pasar China.

Durian komersial Thailand  adalah Monhong dan Kan Yao.  Satu butir durian Kan Yao terbaik harganya mencapai 10.000 bath atau 4 juta rupiah.

Malaysia punya varietas Musan King. Ini bukan varietas baru, perlu 30 tahun untuk jadi durian paling populer di dunia. Di Indonesia harga  durian Musan King yang ditanam disini Rp 400.000/kg. Satu buah  durian dengan berat 2,5 kg  harganya satu juta  rupiah tetapi tetap habis dibeli.


Baca Juga: Cuaca Buruk Pengaruhi Kualitas Cabai, Harga Cabai Rawit Merah Meroket

“Selagi kita terpesona dengan Musan King Malaysia sudah mengembangkan varietas baru yaitu Oche  atau duri hitam. Malaysia serius mengembangkan Oche ini sampai masuk film Upin Ipin. Diperkirakan 5-10 tahun ke depan durian ini yang lebih populer,” katanya.

Indonesia pernah punya  durian Sitokong yang dikenal dan beredar hanya di Jakarta dan Bogor saja, Petruk di Jeparan  dan Semarang. Yayasan Durian Nusantara mendorong durian Matahari sebagai pesaing Mothong. Durian ini berdaging kuning dan penanamannya sudah menyebar tetapi kurang dipelihara sehingga ada yang jelek dan yang bagus.

Kedepan yang didorong adalah durian Pelangi Manokwari. Dari sisi rasa bukan yang paling enak tetapi dari sisi produktivitas, penampilan dan panen 2 kali setahun sehingga layak diperhitungkan.

Durian Montong 4 tahun sudah  berbuah sehingga tergolong  genjah. Karena penyerbukan tidak sempurna , bentuk buah tidak beraturan,  tidak simetris, bengkok-bengkok. Biji sering kempes, daging buah tebal .

Dari segi rasa durian ini  selera orang Thailand yang agak mengkal, gurih sedikit dan tidak berbau menyengkat. Durian ini tidak cocok dengan selera orang Indonesia yang suka aroma alkohol kuat. Edible portionya 30-32% berarti dari 1 kg  dagingnya 300 gr sisanya 70% biji dan kulit.

Musan King saat ini merupakan durian  terpopuler di dunia. Rasa terbaik di dunia, kelemahannya kulitnya tebal lebih dari 1 cm daging agak kecil ditengah. Kelemahanya lainnya setelah 24 jam ujung buah  pecah angin  bisa masuk . Karena itu kualitas buah 2x24 jam tidak sebaik 1x24 jam baru jatuh dari pohon. Kalau sudah 3 hari menjadi becek dan kurang manis. Malaysia menyiasatinya dengan langsung dibekukan dan dieskpor ke China. China merupakan pasar terbesar durian Musan King.

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 01 Februari 2021, 2:57 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 01 Februari 2021, 2:57 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 01 Februari 2021, 2:57 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 01 Februari 2021, 2:57 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved