• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Ekspor Dracaena Terus Bergerak Naik

Ekspor Dracaena Terus Bergerak Naik

  • 15 November 2020, 7:48 AM
  • Agribisnis
  • HORTI INDONESIA
Jakarta, Hortiindonesia.com
Berbeda jauh dari kondisi pasar lokal, dracaena atau yang biasa dijuluki “Bambu Keberuntungan” justru menjadi salah satu tonggak ekspor florikultura. Di saat permintaan ekspor menurun tajam, ekspor dracaena masih berjalan meski tidak sebanyak di tahun sebelumnya.
 
"Permintaan ekspor dracaena dari beberapa negara tujuan ekspor masih tinggi hingga saat ini. Biasanya kami Alamanda bisa melakukan ekspor dracaena 2 - 3 kontainer tiap bulan. Rutinnya 2 kontainer tiap bulan. Bulan ini kami kirim 1 kontainer dracaena dengan tujuan ke Cina,” papar salah satu anggota Poktan Alamanda Sukabumi, Ahen di sela-sela kesibukannya mempersiapkan proses ekspor.
 
Di saat pandemi Covid-19 melanda sendi-sendi perekonomian di berbagai sektor tak terkecuali sektor pertanian, justru permintaan ekspor tanaman florikultura terutama dracaena dari Poktan Alamanda Sukabumi masih meningkat dan menjadi menguntungkan dikarenakan beberapa negara ekspor pesaing mengalami goncangan akibat pandemi Covid-19.
 
“Saat awal 2020, permintaan dracaena sempat turun. Sejak terjadi lockdown di beberapa negara, beberapa negara pengekspor dracaena lainnya turut menghentikan sementara ekspornya. Banyak _buyer_ yang beralih ke kita. Sejak Maret hingga sekarang, kami mengekspor hingga 20 kontainer dracaena. Pada 2021 kami sanggup menargetkan ekspor sebanyak 30 kontainer,” lanjut Ahen.
 
Selain negara China, negara yang masih eksis mengimpor dracaena dari Poktan Alamanda di antaranya negara-negara di benua Asia, Eropa, Rusia dan Amerika. Selain dracaena, Poktan Alamanda juga mengekspor polyscias ke Timur Tengah. Polyscias yang diekspor ada tiga jenis, di mana masing-masing jenis memiliki bentuk daun yang berbeda-beda.
 
“Pengembangan dracaena skala ekspor memang butuh usaha yang luar biasa. Inovasi produk terus dikembangkan. Setelah model rangkaian dracaena baru yang diluncurkan beberapa bulan lalu serta pengembangan vas dracaena, kami juga akan melakukan studi ke Vietnam terkait pengembangan tanaman Polyscias,” tambah Ahen.
 

Baca Juga: Hasilkan Hortikultura Sehat, Kementan Sosialisasikan Agensia Hayati

Sebagai informasi, kata Ahen, Vietnam telah mengembangkan Polyscias untuk dimanfaatkan akarnya sebagaimana halnya ginseng. Disinyalir kandungan akar Polyscias dapat digunakan sebagai herbal. Jadi Polyscias ini tidak hanya memiliki nilai estetika di penampilan saja, tetapi juga bermanfaat sebagai bahan pengobatan.
 
Selain Poktan Alamanda, juga ada beberapa kelompok tani yang mengembangkan dracaena untuk tujuan ekspor di antaranya adalah Poktan Gandaresmi, yang berlokasi di Desa Karawang. Poktan Gandaresmi yang diketuai oleh Ceceo tengah berencana untuk membuka ekspor tujuan Belanda. Terkait rencana ekspor ke Belanda, Poktan Gandaresmi akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi dan Badan Karantina Pertanian.
 
Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi mengungkapkan bahwa peluang ekspor masih sangat terbuka lebar. Tahun ini, Direktorat Jenderal Hortikultura mengembangkan dracaena seluas 1 hektare di Kabupaten Sukabumi untuk meningkatkan produksi. Bantuan pengembangan dracaena ini diberikan kepada lima kelompok tani dracaena. Tak hanya sampai di situ, pada 2021 akan diberikan tambahan anggaran untuk 2 hektare kawasan. Peningkatan jumlah permintaan ekspor belum bisa diimbangi dengan jumlah produksi karena luas lahan pengembangan dracaena saat ini masih terbatas. Dengan peningkatan luas lahan diharapkan dapat meningkatkan kuota ekspor serta meningkatkan gairah petani dalam pengembangan dracaena.
 
 
 
 
 
 
 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 15 November 2020, 7:48 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 15 November 2020, 7:48 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 15 November 2020, 7:48 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 15 November 2020, 7:48 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved