• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Entaskan Kemiskinan, Kementan Hadirkan Program #Bekerja di Probolinggo

Entaskan Kemiskinan, Kementan Hadirkan Program #Bekerja di Probolinggo

  • 12 Agustus 2019, 4:17 PM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA

Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (#Bekerja) merupakan salah satu terobosan dari Kementerian Pertanian untuk membantu pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan berbasis pertanian. Hal ini sejalan dengan Program Nawacita Presiden Joko Widodo - Yusuf Kalla yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tujuan program #Bekerja adalah untuk meningkatkan pendapatan Rumah Tangga Miskin (RTM) agar terangkat dari garis kemiskinan dan memperbaiki gizi Rumah Tangga Miskin (RTM).

Program #Bekerja dilaksanakan dengan memberikan bantuan berupa ternak, tanaman sayuran dan buah, tanaman perkebunan, dan sarana seperti kandang, pakan ternak, dan pupuk. Penerima bantuan adalah Rumah Tangga Miskin Petani (RTMP) berdasarkan data dari Kementerian Sosial. Bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan RTM dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Untuk jangka pendek, RTM dapat memanen hasil sayuran. Untuk jangka menengah, RTM dapat memanfaatkan hasil ternak, sedangkan hasil dari tanaman buah dapat dimanfaatkan untuk jangka panjang.

Program #Bekerja berbasis hortikultura dilaksanakan di 11 provinsi pada 14 kabupaten, salah satunya di Kabupaten Probolinggo. Kabupaten Probolinggo dipilih karena termasuk 3 kabupaten yang belum sejahtera di Provinsi Jawa Timur setelah Sampang dan Bangkalan. Dalam rangka pelaksanaan program #Bekerja, telah dilakukan pertemuan Sosialisasi Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera Berbasis Hortikultura di Kantor Kecamatan Pajarakan, Probolinggo pada hari Senin, 5 Agustus 2019. Pertemuan ini dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, camat, kepala desa, PPL, TKSK, dan RTMP penerima bantuan.

Acara sosialisasi dibuka oleh Camat Pajarakan, Munaris yang merasa senang dan terhormat karena kecamatannya terpilih sebagai penerima bantuan. “Bantuan ternak dan tanaman sayuran ini harus dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik. Mudah-mudahan ke depan kita bisa mendapatkan bantuan lagi, namun warga yang mendapatkan bantuan harus memperlihatkan hasil yang baik dan berhasil”, ujarnya saat membuka acara.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo, Yulis Setyaningsih menjelaskan bahwa bantuan akan diberikan di Kecamatan Pajarakan pada 10 desa yaitu Desa Karangbong 91 RTM, Karanggeger 292 RTM, Karangpranti 177 RTM, Ketompen 120 RTM, Pajarakan Kulon 119 RTM, Selogudig Kulon 102 RTM, Selogudig Wetan 166 RTM, Surokerto 78 RTM, Sukomulyo 75 RTM, dan Tanjung 59 RTM sehingga total penerima bantuan sebanyak 1.279 RTM. “Bantuannya fokus pada 3 komoditas berupa benih gambas, paria, dan mentimun. Kenapa dipilih tiga komoditas ini? Supaya bisa berkelanjutan dan mudah pemeliharaan dan budidayanya. Setelah berproduksi, sebagian bijinya bisa ditanam lagi. Selain itu, budidayanya juga gampang dan tidak perlu lahan yang luas, cukup ditanam di pagar pekarangan saja bisa. Di lapangan juga ada PPL dan THL yg mendampingi untuk teknis budidaya”, papar Yulis.

Tanaman yang diberikan dari program bekerja harus ditanam dan dirawat sampai berproduksi. Semoga program ini berhasil dengan sukses”, pesan Yulis kepada RTM penerima bantuan.


Baca Juga: Bertanan Cabai di Lahan Berpasir : Karunia TUHAN Tiada Henti

Pada acara ini juga hadir Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman sebagai penanggung jawab Program #Bekerja wilayah Jawa Timur. “Kami memberikan bantuan untuk jangka pendek dan menengah. Jangka menengah dari telur ayam, sedangkan jangka pendek dari sayuran. Hasil panen sebagian untuk dikonsumsi supaya gizi meningkat dan sebagian dijual untuk menambah penghasilan. Program ini diharapkan berkelanjutan, tidak hanya berhenti disini”, katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Suharianto dari BBIB Singosari menjelaskan bantuan ternak yang akan diberikan. “Bantuan ternak berupa ayam umur 4 minggu sebanyak 50 ekor/KK, kandang, pakan atau konsentrat 150 kg untuk 3 bulan, vitamin, dan obat-obatan. Ayam agar dipelihara dengan baik dan laporkan perkembangannya secara rutin. Laporkan jika sudah bertelur atau ada ayam yang mati disertai dengan foto. Jika ayamnya jantan, bisa dijual tetapi uangnya untuk dibelikan ayam betina lagi”, pesannya.

BBIB Singosari juga bekerjasama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Probolinggo. “Tenang saja, ada pendamping Tim Medis dari Dinas Peternakan yang siap membantu jika ada ayam yang sakit”, jelas Harianto.

Pada sosialisasi program #Bekerja juga dijelaskan administrasi kegiatan oleh Kasubdit Bawang Merah dan Sayuran Umbi, Muhammad Agung Sunusi. “Administrasi kegiatan harus dilaksanakan dengan tertib supaya kegiatan berjalan dengan baik dan tidak ada temuan dari Irjen maupun BPK. Tentukan titik baginya di dusun atau desa, volume dan jenis bantuan harus sesuai dengan yang sudah disepakati, dan yang tidak kalah penting harus ada tandatangan berita acara penyerahan bantuan. Semua penerima manfaat harus melampirkan fotokopi KTP”, jelasnya.

Agung menambahkan bahwa pemantauan minimal satu bulan sekali dan pelaporan dilakukan secara berjenjang dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi sehingga dapat dipantau dengan baik. “Tanaman harus dipelihara dengan baik. Jika ada permasalahan, segera laporkan ke penyuluh atau pendamping. Dokumentasikan kegiatan, administrasi yg tertib.

Salah satu RTM penerima manfaat dari Desa Selogudig Wetan, Sunaryo merasa senang dengan adanya bantuan ini. “Saya sudah biasa tanam sayuran. Dengan adanya bantuan ini, saya bisa menghemat uang belanja sayuran. Bahkan kalua sisa bisa dijual untuk menambah penghasilan”, ungkapnya sembari tersenyum senang.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 12 Agustus 2019, 4:17 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 12 Agustus 2019, 4:17 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 12 Agustus 2019, 4:17 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 12 Agustus 2019, 4:17 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved