• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. GILA ! GAJI PROFESOR KALAH SAMA PENJUAL TANAMAN HIAS

GILA ! GAJI PROFESOR KALAH SAMA PENJUAL TANAMAN HIAS

  • 12 Maret 2021, 6:40 PM
  • Tanaman Hias, Kilas, Agribisnis

Jakarta, Hortiindonesia.com

Guru Besar Ekonomi IPB, Profesor Muhammad Firdaus mengatakan bahwa peluang bisnis bunga dan produk tanaman hortikultura terus mengalami tren peningkatan karena dinilai sangat menjanjikan. Saking menjanjikannya, kata Firdaus, gaji seorang profesor di Institut Pertanian Bogor saja kalah besar dari perajin atau petani tanaman hias.

"Saya pastikan, kalau kita tekun menekuni subsektor hortikukultura, termasuk tanaman hias, gajinya bisa 2 kali lipat dari gaji seorang profesor di IPB," kata Prof Firdaus dalam acara Tik Talk episode Bisnis Tanaman Hias yang diselenggarakan Biro Humas dan Informasi Publik Kementan di House Of Tani, lantai 1 Gedung PIA, Jumat, 12 Maret 2021.

Menurut Prof Firdaus, gaji seorang profesor atau seorang Aparatur Negeri Sipil (ASN) bisa dihitung melalui bilangan digit angka. Sedangkan gaji perajin dan petani tak bisa dihitung karena pendapatan mereka bertambah banyak seiring peminat tanaman hias yang tersebar di seluruh dunia.


Baca Juga: Mentan Amran: Hapus Kemiskinan Lewat Pembangunan Pertanian

"Saya juga heran kok masih ada yang mau jadi ASN. Padahal kalau mereka tahu bisnis ini sangat menjanjikan, saya pikir mereka pasti tidak mau jadi ASN," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, pecinta tanaman hias sekaligus Owner The Jungle Green House, Jesslyn Lim mengatakan bahwa bisnis tanaman hias merupakan bisnis strategis yang sangat menguntungkan. Apalagi, bisnis ini sangat mudah dilakukan karena bisa menggunakan lahan sempit seperti halaman dan pekarangan rumah.

"Sebelum menjejaki bisnis tanaman hias yang sekarang ini. Dulu saya memulainya dari pot seluas 4 meter. Kemudian saya tekuni dan bertambah menjadi 100 pot. Entah kenapa setiap hari terus bertambah dan sekarang jadi full. Seiring berjalannya waktu. saya posting lalu temen-temen tertarik. Dan akhirnya saya jualan," katanya.

Ketua Kelompok Tani Mandiri Cianjur, Jana Rojana juga mengatakan bahwa tanaman hias tidak akan pernah surut selama di dunia masih dihuni makhluk hidup. Bisnis ini bahkan bisa berkembang lebih besar lagi sering hadirnya varietas cantik yang memiliki nilai jual mahal.

"Selama pandemi ini untuk bunga potong memang mengalami penurunan. Tapi saya bilang, bisnis bunga itu selama ada manusia hidup maka akan tetap hidup. Karena itu saya menikmati dan mencintai menjadi penjual dan perawat tanaman hias," tutupnya.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 12 Maret 2021, 6:40 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 12 Maret 2021, 6:40 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 12 Maret 2021, 6:40 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 12 Maret 2021, 6:40 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved