• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Harga Cabai dan Bawang Awal Oktober 2025 Masih Naik-Turun

Harga Cabai dan Bawang Awal Oktober 2025 Masih Naik-Turun

  • 08 Oktober 2025, 6:09 PM
  • Sayur
  • Adhita Diansyavira

Horti Indonesia – Harga komoditas hortikultura strategis seperti cabe dan bawang masih menunjukkan fluktuasi di sejumlah pasar induk besar. Data terbaru dari Pasar Induk Cibitung (10 Oktober 2025) dan Pasar Induk Kramat Jati (7 Oktober 2025) memperlihatkan tren perbedaan harga antarwilayah, namun tetap menjadi sorotan karena berhubungan langsung dengan konsumsi rumah tangga dan pasokan kuliner.

Di Pasar Induk Cibitung, cabe rawit merah tercatat di kisaran Rp38.000 per kilogram untuk kualitas Ori Super asal Yogyakarta. Varian lain seperti Burga dari Binangun diperdagangkan Rp32.000/kg, sementara Ori Tapis dari Blitar menuju Cileungsi ditawarkan Rp34.000/kg. Adapun cabe merah keriting menembus Rp52.000–55.000/kg, dengan tonase mencapai 29. Cabe merah besar dipatok Rp40.000/kg, sedangkan cabe rawit hijau lebih rendah di level Rp16.000–17.000/kg.

Sementara itu, di Pasar Induk Kramat Jati, cabe merah keriting tercatat Rp48.000/kg dengan penurunan Rp3.000 (5,9%). Cabe merah besar (TW) berada di Rp42.000/kg, turun tipis Rp1.000 (2,3%). Cabe rawit merah stabil Rp28.000/kg, sedangkan cabe rawit hijau justru melonjak hingga Rp19.000/kg, naik Rp4.000 atau 26,7%.


Baca Juga: EWINDO Dukung Sistem Pertanian Berbasis Data dengan Teknologi Microsoft

Selain cabe, sejumlah komoditas lain di Kramat Jati juga menjadi perhatian. Bawang merah stabil Rp28.000/kg dengan pasokan besar mencapai 71 ton, dan bawang putih di Rp24.500/kg. Untuk hortikultura lain, tomat buah berada di Rp7.500/kg (naik 6,3%), kentang Rp12.500/kg, kelapa kupas Rp15.000/kg (naik 7,1%), semangka Rp8.000/kg, dan jeruk Medan Rp27.000/kg (turun 3,6%).

Perbandingan dua pasar induk ini menunjukkan variasi harga yang cukup signifikan, terutama untuk cabe rawit merah yang di Kramat Jati masih di Rp28.000/kg, jauh lebih rendah dibandingkan Cibitung yang mencapai Rp38.000/kg.

Sobat Horti, dinamika harga pangan ini mencerminkan betapa pentingnya koordinasi distribusi antarwilayah. Fluktuasi harga bisa terjadi karena perbedaan pasokan, biaya distribusi, hingga pola panen petani di daerah asal. Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, pengawasan rantai pasok serta dukungan terhadap petani lokal menjadi kunci penting.

Sumber : Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI)

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 08 Oktober 2025, 6:09 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 08 Oktober 2025, 6:09 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 08 Oktober 2025, 6:09 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 08 Oktober 2025, 6:09 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved