• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Harga Cabai di Kediri Naik Meski Pasokan Bertambah

Harga Cabai di Kediri Naik Meski Pasokan Bertambah

  • 03 November 2025, 8:11 PM
  • Sayur
  • Adhita Diansyavira

Hortiindonesia.com – Harga cabai di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, mengalami kenaikan meskipun pasokan terpantau meningkat. Berdasarkan data Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, harga cabai merah besar, keriting, dan rawit merah menunjukkan tren kenaikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Untuk jenis cabai merah besar, pasokan hari ini mencapai 5 ton, naik dari kondisi normal 18 ton dengan kenaikan harga rata-rata hingga Rp 48.000 per kilogram atau meningkat lebih dari 72 persen dibanding harga normal. Varietas Gada Evo, Imola F1, dan Sandi 08 F1 masing-masing naik antara Rp 22.000 hingga Rp 24.000 per kilogram.

Sementara itu, cabai merah keriting juga naik sekitar 90 persen, dengan harga rata-rata Rp 45.000 per kilogram dari kondisi normal Rp 23.000. Adapun jenis cabai rawit merah mengalami kenaikan lebih moderat sebesar 60 persen, dengan harga tertinggi tercatat pada varietas Brenegos 99 di Rp 29.000 per kilogram.

Kenaikan harga ini terjadi meskipun pasokan dari berbagai daerah meningkat. Berdasarkan laporan, pasokan cabai berasal dari Kediri, Blitar, Banyuwangi, dan Mataram untuk jenis CMB, Kediri dan Nganjuk untuk CMK, serta Kediri dan Jombang untuk CRM.


Baca Juga: Kantongi US$ 22 Ribu, Kementan Yakini Ekspor Benih Tanaman Hias Tetap Langgeng

Menanggapi kondisi tersebut, Suyono, perwakilan Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, menjelaskan bahwa pergerakan harga hari ini masih wajar karena faktor pasar dan distribusi.
“Hari ini harga CRM dan CMK sedikit naik, biarpun pasokan bertambah. Sedangkan harga CMB dan pasokan juga masih tetap,” ujar Suyono saat dihubungi, Senin (3/11).

Ia menambahkan, kenaikan harga juga dipengaruhi oleh permintaan dari berbagai wilayah luar Jawa Timur. Sebagian hasil panen dikirim ke Jabodetabek, diserap oleh industri melalui Glower, dan sebagian dikirim ke Kalimantan.

“Kita pastikan stok di pasar modern maupun tradisional di Jawa Timur masih aman. Hanya saja, karena ada penyerapan dari industri dan luar pulau, harga di tingkat petani ikut terdorong naik,” tambah Suyono.

Dengan tren kenaikan harga di awal November ini, APCI Kediri akan terus memantau stabilitas pasokan dan harga di pasar untuk memastikan keseimbangan antara kebutuhan konsumen dan kesejahteraan petani.

Sumber : Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI)

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 03 November 2025, 8:11 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 03 November 2025, 8:11 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 03 November 2025, 8:11 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 03 November 2025, 8:11 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved