• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Harga Cabai di Pasar Induk Pare Kabupaten Kediri Melonjak Tajam per 24 Februari 2025

Harga Cabai di Pasar Induk Pare Kabupaten Kediri Melonjak Tajam per 24 Februari 2025

  • 25 Februari 2025, 11:15 AM
  • Buah
  • HORTI INDONESIA

Kediri, hortiindonesia.com - Harga cabai di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, mengalami lonjakan signifikan pada 24 Februari 2025. Berdasarkan data dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI), kenaikan harga tertinggi terjadi pada cabai rawit merah dengan persentase kenaikan mencapai 257,1% dibandingkan harga normal.

Harga cabai merah besar naik hingga 75%, dari harga normal Rp24.000 per kilogram menjadi Rp42.000 per kilogram. Varietas 'Imola' juga mengalami kenaikan hingga 81,8%, dengan harga terbaru Rp40.000 per kilogram dari harga normal Rp22.000 per kilogram.

Cabai merah keriting mengalami kenaikan harga sebesar 52,2% hingga 57,1%. Varietas 'Boos Tavl' kini dijual dengan harga Rp35.000 per kilogram, naik Rp12.000 dari harga normal Rp23.000 per kilogram. Sementara itu, varietas 'Sibad' kini dihargai Rp33.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp21.000.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai rawit merah. Beberapa varietas seperti 'Ori 212', 'Brengos 99', dan 'Asmoro 043' kini dihargai Rp84.000 per kilogram, naik dari harga normal Rp28.000 per kilogram, atau meningkat 200%.

Varietas 'Lokal Kediri' melonjak 224% menjadi Rp81.000 per kilogram dari harga normal Rp25.000, sedangkan varietas 'Bhaskara' naik hingga 257,1% dari Rp21.000 menjadi Rp75.000 per kilogram.

Kenaikan harga ini diduga disebabkan oleh beberapa faktor, seperti meningkatnya permintaan di wilayah distribusi utama, termasuk Jabodetabek, industri melalui Glower, serta pasar modern dan tradisional di Jawa Timur. Berdasarkan data, distribusi cabai dari Kabupaten Kediri mencakup:


Baca Juga: Pentingnya Informasi Iklim untuk Budidaya Hortikultura yang Adaptif

  • Jabodetabek: 10 ton (CMB: 3 ton, CMK: 2 ton, CRM: 5 ton)
  • Industri melalui Glower: 10 ton (CMB: 4 ton, CRM: 6 ton)
  • Pasar modern dan tradisional di Jawa Timur

Kenaikan harga ini dapat berdampak pada inflasi harga bahan pangan, terutama di sektor ritel dan kuliner. Para pedagang dan pelaku usaha makanan diharapkan mengantisipasi lonjakan harga cabai ini dengan strategi pengadaan yang lebih efisien.

Sumber : APCI Kediri, Jawa Timur

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 25 Februari 2025, 11:15 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 25 Februari 2025, 11:15 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 25 Februari 2025, 11:15 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 25 Februari 2025, 11:15 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved