• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. INDONESIA BERPOTENSI BESAR JADI EKSPORTIR FLORIKULTURA BESAR

INDONESIA BERPOTENSI BESAR JADI EKSPORTIR FLORIKULTURA BESAR

  • 30 Oktober 2020, 10:01 PM
  • Tanaman Hias, Kilas, Agribisnis

Jakarta, Hortiindonesia.com

Nilai perdagangan  tanaman hias (ornamental plant) dunia tahun 2019 adalah USD 85,9 miliar, 55% berasal dari florikultura , 35% tanaman berkayu (woody plant) dan 10% jenis lain.  Nilai pasar ritelnya di dunia USD22,39 miliar melebihi teh dan kopi. Karen Tambayong, Ketua Komite Tetap Pengembangan Hortikultura KADIN Indonesia menyatakan hal ini.

Florikultura yang diperdagangkan di dunia terdiri dar berbagai jenis ada potongan daun, bunga potong, bedding plant, landscape plant, aquatic plant, propagated plant, bulb, seed dan indoor plant. Indonesia tidak pernah berhitung berapa jumlah tenaga kerja yang diserap bidang ini. Statistik tahun 2015 menghitung tenaga yang terserap 1000 orang padahal saat ini di satu perusahaan yang melakukan budidaya dan ekspor tenaga kerjanya sudah 1000 orang.

Peluang Indonesia untuk masuk dan berkembang di industri ini sangat besar. Kalau berkembang maka akan memajukan industri lainnya seperti media tanam coco peat dari sabut kelapa dan sekam bakar, screen house, pipa irigasi, mulsa plastik dan lain-lain.

Eksportir utama adalah Belanda dengan nilai USD USD11.097.901.000   atau 48,6% dari ekspor dunia,  posisi dua Kolombia USD1.495.636.000 atau 6,6% , Jerman USD1.071.204.000 atau 4,7%, Italia USD1.012.726.000 atau  4,4%, EkuadorUSD 887.030.000 atauUSD699.099.000 atau 3,1%, Kenya USD643.973.000 atau  2,8%, Spanyol USD480.991.000 atau 2,1%, Kanada USD476.642.000 atau 2,1% .


Baca Juga: Curah Hujan Tinggi, Kementan Minta Petani Terapkan Jurus Ini

Indonesia berada di urutan 51 dengan nilai USD17.761.000 dengan pangsa 0,1%. Negara berkembang yang masuk 10 besar adalah Kolombia, Ekuador dan Kenya. Ketiga negara ini sama dengan Indonesia berada di garis ekuator. Salah satu faktor pendukungnya adalah letak kebun florikultur yang tidak jauh dari kota dan seperti di Kenya langsung dibawa ke Belanda. Saat ini 44% lelang florikultura di Belanda berasal dari Kenya. Mereka membangun industri florikultura sejak 30 tahun yang lalu dan sekarang menikmati hasilnya.

Indonesia dengan potensi kekayaan plasma nutfah yang besar seharunya bisa ikut menguasai pasar ornamental plant dunia.  Saat ini yang sudah terdata untuk anggrek( orchidaceae)  5.000-6.000 spesies, paku-pakuan (aspleniaceae, adiantanceae) 4.000 spesies, palem (palmae) 576  spesies, homalomena  (araceae) 114 spesies, begonia (begoniaceae) 213 spesies, aquatic plant (araceae, nymphaeceae) 218 spesies, bambu (gramineae)  157 spesies. Di luar itu masih banyak lagi yang belum terdata.

Keanekaragaman tanaman-tanaman ini masih dibuat untuk tanaman hias saja, belum masuk ke kesehatan, kecantikan dan parfum. Beberapa sudah ada tetapi belum terlalu banyak. Kebutuhan tanaman hias dunia masih besar, buktinya sebuah perusahaan Belanda yang mendapat pasokan dari petani Jawa Timur masih kekurangan.

Indonesia juga harus membranding dengan bunga-bunga tertentu. Australia sudah dengan protea, Kolombia dengan heliconia dan Turki dengan tulip berwarna. Kolombia juha mengembangkan tanaman asli mereka sebagai tanaman hias khas.

Indonesia sudah punya beberapa perusahaan besar tanaman hias yang masuk ke pasar ekspor yaitu PT Transplant Indonesia, PT Eka Karya Graha Flora, PT Monfori Nusantara. “Mereka sudah punya pasar yang tetap dan berkelanjutan, mengikuti standar bisnis internasional, sudah berbisnis 10-20 tahun sehingga bisa dipakai untuk belajar,” katanya.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 30 Oktober 2020, 10:01 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 30 Oktober 2020, 10:01 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 30 Oktober 2020, 10:01 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 30 Oktober 2020, 10:01 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved