• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Indonesia Ekspor Perdana Nanas ke Singapura

Indonesia Ekspor Perdana Nanas ke Singapura

  • 21 Oktober 2018, 11:56 AM
  • HORTI INDONESIA

Karimun – Pemerintah terus menggenjot peningkatan produksi dan ekspor pangan demi meningkatkan kesejahteraan petani dan devisa negara, salah satunya nanas untuk ekspor ke Singapura.

Suwandi, Direktur Jenderal Hortikultura mengatakan bahwa ekspor perdana ini dilakukan  di wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Singapura, yakni Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Di wilayah perbatasan ini ada lahan pertanian yang potensial untuk budidaya nanas, pisang, durian, gambir, kelapa dan lainnya. Hasilnya sesuai standar ekspor dan letaknya pun strategis untuk diekspor ke Singapura dan Malaysia, kira-kira hanya 1,5 jam sudah sampai di Singapura.

“Jadi ini ekspor perdana sebanyak 10 ton per mininggu, kira-kira ada 130 hektar yang sudah ditanami nanas dan siap untuk ditingkatkan produksinya serta di ekspor,” jelas Suwandi.

Lebih lanjut, menurut Suwandi, ekspor nanas ini merupakan wujud tindaklanjut dari komitmen Agribusiness Working Group antara Indonesia dengan Singapura. Sebelumnya beberapa kali pertemuan, keduanya berjanji akan memberikan kemudahan dan percepatan ekspor komoditas pangan dari Indonesia ke Singapura.

“Namun tentunya ekspor tidak hanya nanas. Tapi komoditas lainnya yaitu buah dan sayuran akan segera menyusul,” jelasnya.

Sehingga, Suwandi mengingatkan, agar komoditas pangan mampu menmbus pasar ekspor maka harus ada kualitas dan aspek hilir. Atas dasar itulah Pemerintah Pusat akan bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Kabupaten Karimun, Perwakilan BI Kepulauan Riau, Pelaku Usaha dan Koperasi.

Pemerintah Pusat dan Pemda akan bersama-sama memberikan pembinaan dan benih unggul, serta teknis budidaya serta memfasilitasi packaging house  untuk penanganan pasca panen sehingga produk memenuhi standar ekspor.


Baca Juga: FAO DUGA INDONESIA PRODUSEN DURIAN TERBESAR DUNIA

 “Jadi kunci keberhasilan ekspor yakni pada nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan produknya. Apabila nanas diolah menjadi produk enzim bromeolin, selai, keripik, dodol, konsentrat bahan industri, nanas kaleng, sirup dan lainnya ini akan memberi nilai tambah dan mensejahterakan petani,”  terang Suwandi.

 Terbukti, menurut catatan Suwandi pada tahun 2017 Indonesia telah ekspor nanas dengan total 210.026 ton dan 95% diantaranya dalam bentuk olahan. Bahkan ekspor nanas secara nasional berkontribusi 82% dari total ekspor buah.

 Sehingga nilai devisa dari nanas sekitar Rp 3,3 triliun. Negara tujuan ekspor nanas selama ini ke Jepang, Uni Emirate Arab, Korea Selatan, Arab Saudi, Hongkong, Singapura dan berbagai negara lainnya.

 “Bahkan menurut data statistik produksi nanas 2018 diprediksi 1,85 juta ton atau naik 3,1 persen dibandingkan 2017 sebesar 1,79 ton,” harap Suwandi.

 Adalun jenis nanas yang banyak berkembang di Indonesia, menurut Suwandi, “adalah jenis Nanas Queen. Contohnya varietas Suska Kualu, Ponggok, Palembang, Tangkit, Banasari dan jenis Smooth Cayyene, contohnya adalah varietas Subang, PK 1. Selain diekspor, nanas juga diminati konsumsi dalam negeri”.

 Nanas sangat digemari karena ada banyak manfaat yang terkandung didalamnya. Diantaranya untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, kaya akan kandungan vitamin C, kaya akan kandungan serat, mengandung enzim yg baik utk pencernaan, meredakan terjadinya peradangan, baik untuk kesehatan jantung.

 Badan kesempatan yang sama, Bupati Karimun Aunur Rafik meminta agar petani yakin dan semangat menanam nanas. Pasalnya, pasar nanas masih sangat terbuka baik di dalam ataupun luar negeri. Atas dasar itulah pihaknya ikut menumbuhkan kelompok-kelompok petani nanas dan memperluas lahan nanas menjadi 600 hektar.

 Adapun yang dibutuhkan untuk pengembangan tanaman nanas ini  adalah alat mesin pengolahan skala kelompok tani dan pupuk. Tujuannya agar tanaman subur dan berproduksi tinggi. “Sebab ini menjadi titik tonggak bangkit tinggal landas dengan ekspor perdana,” pungkas Rafik. YIN

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 21 Oktober 2018, 11:56 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 21 Oktober 2018, 11:56 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 21 Oktober 2018, 11:56 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 21 Oktober 2018, 11:56 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved