• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. INDUSTRI BENIH TERGANGGU OLEH PANDEMI COVID-19

INDUSTRI BENIH TERGANGGU OLEH PANDEMI COVID-19

  • 23 Mei 2020, 5:33 PM
  • Buah, Sayur, Kilas

Masalah yang dihadapi petani selama pandemi Covid-19 ini adalah petani kesulitan menjual hasil panen karena pasar tutup atau mengurangi jam operasionalnya, terutama di Jabodetabek sebagai penampung pasar terbesar. Slamet Sulistiyono, Presdir PT Benih Citra Asia,  menyatakan hal ini dalam webinar Masyarakat Perbenihan dan Pembibitan Indonesia.

Di daerah sendiri banyak portal pemeriksaan dan larangan masuk wilayah bagi pengepul luar daerah sehingga harga produk pertanian anjlok akibatnya pendapatan petani menurun. Pasar berkurang karena pengguna pangan dan hortikultura yaitu restoran/tempat kuliner dan hotel banyak yang tutup.

Pasar ekspor juga jauh berkurang karena situasi yang sama juga terjadi di negara tujuan ekspor, juga operasional bongkar muat berhenti/berkurang. Petani yang akan menanam kembali tidak punya cukup modal. Distribusi pupuk dan saprodi tidak lancar sehingga harga naik, sedang pupuk subsidi dikurangi dan sulit didapat.

Sedang problem yang dihadapi industri benih saat ini adalah ruang gerak petugas lapang terbatas, keadaan dilapang tidak sesuai dengan instruksi pemeritah pusat, ada desa/kecamatan yang melarang petugas, pedagang dan pemasok masuk atau lewat. Akibatnya kegiatan promosi, penyuluhan dan studi banding terhambat.

Beberapa distributor benih sudah tidak terima sales/tidak order, mengurangi jam buka, bahkan ada yang tutup. Pembayaran piutang pelanggan terlambat dari jatuh tempo. Sedang proyek pemerintah tunda bayar 2019 masih banyak yang belum diselesaikan, sedang proyek 2020 sangat terlambat pembayaranya.  Akibatnya pembayaran ke penangkar tertunda karena cashflow perusahaan tidak sehat.

Pengurangan anggaran Kementan membuat pasar untuk proyek pemerintah menurun. Ongkos kirim benih yang ditetapkan pemerintah Rp600/kg sudah tidak cukup. SK Pelepasan varietas juga terhambat karena petugas penguji tidak boleh dinas luas.


Baca Juga: Sering Dikira Buah Biasa, Ternyata Bit Punya Manfaat Luar Biasa

Usaha perbenihan masih berpeluang sebab tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk lebih rutin mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran untuk meningkatkan imun tubuh. Start up digital yang fokus pada komoditas pertanian untuk lebih ditingkatkan dan diperluas lagi seperti sayur box, tani hub, kedai sayur karena interaksi  pembeli dan penjual tidak seinten sebelum pandemi.

Pasca covid-19 harga pangan dan horti akan kembali normal bahkan cenderung mahal karena pasokan berkurang baik dari impor dan karena sedikitnya penanaman saat ini. Ketergantungan terhadap benih bermutu akan semakin meningkat.

Perubahan demografi yaitu masyarakat yang semakin urban dan global, ukuran keluarga yang makin kecil dan sibuk, jumlah petani yang berkurang dan umur petani yang semakin menua; perubahan tantangan produksi pangan dengan anomali  iklim dan penurunan daya dukung lingkungan; perubahan selera konsumen yang makin global dilihat dari jenis makanan di satu sisi sedang sisi lain makin lokal dengan identitas daerah; merupakan lahan bagi produksi benih yang bermutu dan efisien.

Anomali iklim dan peningkatan suhu menyebabkan cekaman biotik dan abiotik semakin meningkat, merupakan tantangan untuk menciptakan varietas yang tahan panas, tahan kering, tahan rendaman dan tahan OPT. Tantangan industri benih lokal adalah meningkatkan kapasitas manajemen dan pendanaan, kapasitas teknologi dan SDM, kapasitas teknologi benih dan pemenuhan sertifikasi, kapasitas pemasaran.

“Penelitian mengenai produksi benih beberapa komoditas perlu digalakkan, terutama untuk beberapa komoditas hortikultura penting yang belum bisa efektif diproduksi benihnya di Indonesia seperti Brassica, bawang, pakcoy dan lain-lain sehingga Indonesia harus mengimpor benih dari negara lain. Saat ini Bintang Asia sudah bisa memproduksi benih  pakcoy,” katanya.

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 23 Mei 2020, 5:33 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 23 Mei 2020, 5:33 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 23 Mei 2020, 5:33 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 23 Mei 2020, 5:33 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved