• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Jelang Lebaran, Stok Bawang Merah Aman

Jelang Lebaran, Stok Bawang Merah Aman

  • 23 Mei 2020, 12:17 PM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA

Jakarta - Memasuki H-1 lebaran, Kementerian Pertanian kembali memastikan bawang merah masih tersedia. Ditengah situasi pandemi Covid-19, jajaran kementerian yang dipimpin Syahrul Yasin Limpo tersebut fokus mengawal ketersediaan pangan pokok salah satunya bawang merah.

Tak tanggung-tanggung, Kementan turut terlibat langsung mengawal distribusi bawang merah. Terutama dari wilayah surplus ke daerah-daerah minus yang berimbas pada naiknya harga.

"Menjelang lebaran ini, kami pantau langsung kondisi pasokan bawang merah dan distribusinya. Faktanya, masih banyak hasil panen yang ditemui,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto saat melepas langsung pengiriman bawang merah di Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes (22/05).

Menurut pria yang akrab dipanggil Anton tersebut, selama pandemi Covid-19 ini pihaknya telah mengalokasikan anggaran mendukung pemasaran produk hortikultura termasuk bawang merah.

“Kami fasilitasi biaya ongkos kirim untuk mengirim bawang merah dari sentra surplus ke daerah yang minus. Tujuannya untuk menstabilkan harga dan konsumen tidak terbebani dengan penambahan biaya angkut,” kata Anton.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Hortikultura memberangkatkan bawang merah total 42 ton untuk tujuan Medan (14 ton), Pematang Siantar (14 ton) dan Air Tiris-Riau (14 ton) dari Gudang Larangan-Brebes. Bawang merah tersebut rencana dijual di lokasi pasar tujuan sekitar Rp 40.000 - Rp 45.000/Kg.

Sementara dari pantauan harga bawang merah di Kota Medan dan Riau saat ini berkisar Rp 50.000 - Rp 60.000/Kg.

Sebelumnya, sebanyak 22 ton bawang merah juga telah diberangkatkan dari Cirebon untuk didistribusikan ke Palembang dan Medan. Tujuannya untuk mengguyur pasokan bawang merah di Sumatera Utara untuk menekan harga.

Lebih lanjut Anton menegaskan komitmen pemerintah yang tidak hanya hadir apabila harga produk petani naik. Namun juga memberikan skema tunda jual apabila harga jatuh.


Baca Juga: Kementan Paparkan Kampung Hortikultura di Depan Komisi IV DPR RI

"Untuk bawang merah, selain biaya distribusi kami sudah anggarkan subsidi biaya sewa gudang untuk tunda jual apabila harga berpotensi turun. Kelompoktani dan Dinas Pertanian yang menyediakan gudangnya, kami yang bayar sewanya," jelas Anton.

Bantuan Kementan Bantu Petani

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Yulia Hendrawati menyatakan pihaknya merasa terbantu dengan adanya skema bantuan distribusi yang telah diberikan Kementan dan siap menjaga pola tanam bawang merah.

“Kami dukung dan apresiasi langkah Kementan dalam mengantisipasi kenaikan harga bawang merah. Dari sisi produksi kami akan genjot terus, bulan Juni-Juli nanti rencana ada 5.000 hektar siap panen. Lebaran ini, Insya Allah bawang merah masih banyak” ujar Yulia.

Sebagai sentra terbesar, Brebes mampu menyumbang sekitar 30-40% produksi nasional setiap tahun.

“Tahun ini memang panen raya mundur di bulan Juni, musim hujannya baru mulai Desember tahun lalu jadi nunggu pertanaman padi dulu baru tanam raya bawang merah,” lanjutnya.

Senada, Juwari selaku Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) yang juga petani bawang merah Brebes menyatakan kendala distribusi akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar cukup mempengaruhi pasokan.

“Kalau kondisi normal dan permintaan tinggi, setiap hari tidak kurang 50 ton bisa kita kirim keluar Brebes, sekarang paling hanya 20-30 ton saja. Seminggu setelah lebaran nanti panenan diperkirakan mulai nambah banyak, dan pasokan bisa segera normal” ujarnya.

Juwari mengaku saat ini banyak petani bawang merah menikmati harga yang cukup tinggi di tingkat petani yang mencapai Rp 30 ribu - Rp 35 ribu per kilogram. Harga tersebut digadang dapat berangsur normal seiring pemerataan distribusi dan panen raya.

“Mudah-mudahan nanti panen raya harga tetap terkendali normal,” pungkas Juwari.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 23 Mei 2020, 12:17 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 23 Mei 2020, 12:17 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 23 Mei 2020, 12:17 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 23 Mei 2020, 12:17 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved