• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. JERUK PONTIANAK STAGNAN, TEKNOLOGI BUJANGSETA DIHARAPKAN MAMPU ATASI

JERUK PONTIANAK STAGNAN, TEKNOLOGI BUJANGSETA DIHARAPKAN MAMPU ATASI

  • 30 September 2021, 7:34 PM
  • Buah, Kilas

Pontianak, Hortiindonesia.com

Jeruk Pontianak yang sudah sangat dikenal di Indonesia sebenarnya ditanam di Kabupaten Sambas. Saat ini luasnya sekitar 9.000 ha dengan produksi sekitar 135.000 ton. Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kalbar Florentinus Anum menyatakan hal ini.

Kondisinya saat ini stagnan baik luasan maupun produksi. Masa jaya jeruk Pontianak adalah tahun 1990-1992 dengan luas mencapai 22.000 ha dan produksi 234.000 ton/tahun. Tetapi mulai tahun 1998 menurun sampai dengan kondisi sekarang.

Jeruk Sambas ini mengalami pasang surut, kadang petaninya sangat bergairah tetapi kadang tidak peduli pada kondisi tanamannya. Kondisi ini khas petani jeruk, tidak ditemui pada petani komoditas lain di Kalbar.

Program pemerintah pusat yang dilaksanakan oleh dinas provinsi dan kabupaten selama ini banyak menyentuh sisi budidayanya seperti intensifikasi, ekstensifikasi tetapi tidak pernah menyentuh sisi  lain sehingga belum ada pemecahan masalah menghadapi situasi seperti itu

Dari sisi teknis budidaya tidak ada masalah, petani sudah menguasai. Tidak ada pengaruh yang cukup significant terhadap masalah yang dihadapi petani jeruk Sambas. Masalah utama sehingga kondisi stagnan ini adalah fluktuasi harga, pasca produksi, hilirisasi, tata niaga  dan sistim perdagangan .


Baca Juga: Antisipasi Inflasi akibat Tingginya Harga Cabai, Kementan Bagikan Benih Cabai untuk Masyarakat Jakarta

Petani hanya tahu dari budidaya sampai panen tetapi belum kenal dengan pasca panen, pengolahan, hilirisasi. Jadi kedepan pendekatanya bukan di hulu saja seperti intensifikasi tetapi juga masuk ke hilir termasuk penguatan kelembagaan petani, tata niaga yang lebih menguntungkan petani, pemasaran dan sistim distribusi.

Kalau semua masalah itu bisa diselesaikan maka otomatis budidaya akan mengikuti. Luasan jeruk bisa bertambah dan produksi akan naik. Pemerintah sekarang perlu intervensi pada kelembagaan petani seperti melakukan kemitraan. Anum karena lama di dinas perkebunan sangat familiar dengan kemitraan petani kelapa sawit.

Pendekatannya sekarang adalah membangun petani jeruk sambil mengembangkan pertanian jeruk.  Dalam pelaksanaanya dinas pertanian tidak bisa berjalan sendiri tetapi melibatkan dinas perdagangan dalam tata niaga dan pemasaran, juga dinas perindustrian dalam pengolahan dan hilirisasi.

Panen raya jeruk di Sambas berlangsung pada bulan Juli Agustus. Pada saat itu panen melimpah sehingga harga jatuh. Hilirisasi berupa industri olahan jeruk belum ada. Hal seperti ini salah satu penyebab stagnannya jeruk Sambas.

Anum menyambut baik teknologi yang dibawa Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Balitnbang Kementan yaitu Pembuahan Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun (bujangseta) . Dengan teknologi ini maka pembuahan jeruk merata sepanjang tahun, setiap bulan ada panen.

Kalau teknologi ini dikembangkan maka akan mampu menjawab masalah petani yaitu harga rendah ketika produksi sedang melimpah. Kesejahteraan petani diharapkan akan semakin meningkat. Jerus selalu tersedia setiap saat.

Kalau sudah berhasil di Sambas, maka teknologi ini akan dikembangkan di kabupaten lain di Kalbar, terutama yang berdekatan dengan Kabupaten Sambas

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 30 September 2021, 7:34 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 30 September 2021, 7:34 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 30 September 2021, 7:34 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 30 September 2021, 7:34 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved