• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kapulaga: Rempah Tradisional dengan Potensi Masa Depan

Kapulaga: Rempah Tradisional dengan Potensi Masa Depan

  • 24 Mei 2025, 2:04 PM
  • Herbal, Gaya Hidup
  • Adhita Diansyavira

Hortiindonesia.com - Hai, Sobat Horti! Tahukah kamu bahwa salah satu rempah yang sering kita temui di dapur ternyata menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa? Ya, dia adalah kapulaga! Rempah yang berasal dari keluarga Zingiberaceae ini bukan hanya jadi penyedap makanan atau bahan baku jamu, tapi juga sudah menjadi komoditas ekspor yang semakin dilirik dunia.

Dalam lima tahun terakhir, nilai ekspor kapulaga Indonesia terus meningkat. Data BPS mencatat bahwa pada tahun 2017 ekspornya mencapai US$ 10,9 juta, dan melonjak menjadi US$ 76,7 juta pada 2021. Negara-negara seperti China, India, Mesir, bahkan Amerika Serikat dan Korea Selatan adalah pasar utama kapulaga kita.

Tren ini menunjukkan bahwa budidaya kapulaga bukan sekadar usaha sampingan, tapi sudah menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, lho!

Kenapa Kapulaga Layak Dibudidayakan?

Kapulaga lokal (Amomum compactum) merupakan tanaman tahunan yang tumbuh subur di daerah perbukitan dengan kelembaban tinggi dan intensitas cahaya rendah sampai sedang. Itu sebabnya, tanaman ini cocok ditanam di bawah naungan seperti pohon pisang atau albasia.

Indonesia sendiri mengenal dua jenis kapulaga, yaitu kapulaga lokal (false cardamom) dan kapulaga sabrang (true cardamom). Yang paling umum dibudidayakan petani kita adalah jenis lokal karena lebih adaptif terhadap kondisi iklim setempat.

Dari segi manfaat, kapulaga mengandung minyak atsiri yang digunakan untuk obat batuk, peluruh dahak, penurun panas, hingga campuran industri parfum dan kosmetik. Bahkan, aroma khasnya jadi nilai jual utama di pasar internasional.

Target Produksi dan Mutu Kapulaga

Sobat Horti yang ingin mulai budidaya kapulaga harus tahu, tanaman ini mulai panen sejak tahun pertama, dan akan mencapai puncak produksi di tahun ketiga. Berikut target produksinya:

  • Tahun ke-1: 0,5 kg/rumpun

  • Tahun ke-2: 2,5 kg/rumpun

  • Tahun ke-3 dan seterusnya: >3 kg/rumpun

Sementara itu, mutu kapulaga kering ideal mencakup kadar air maksimal 12%, kadar minyak atsiri minimal 3%, dan bebas dari serangga serta benda asing. Bentuk buah yang bagus adalah lonjong keriput dengan aroma khas dan rasa mint pedas yang kuat.


Baca Juga: Jamin Kualitas Manggis dan Salak, Kementan Dorong Sertifikasi Organik

Langkah-Langkah Budidaya Kapulaga

  1. Pemilihan Lokasi
    Pastikan lokasi memiliki ketinggian 300–800 mdpl, pH tanah 5–7, suhu 20–30°C, dan kelembaban tinggi. Lahan miring sebaiknya dibuatkan terasering untuk konservasi.

  2. Pemilihan dan Penyiapan Benih
    Gunakan benih dari tanaman induk sehat berumur 10–12 bulan. Perbanyakan bisa secara generatif (dari biji) atau vegetatif (dari anakan atau rimpang berakar).

  3. Penyiapan Lahan
    Bersihkan lahan dari batu dan gulma, siapkan bedengan atau lubang tanam, tambahkan pupuk kandang dan kapur pertanian sesuai kebutuhan tanah.

  4. Penanaman dan Pemeliharaan
    Tanam kapulaga di bawah naungan. Jaga kelembaban, lakukan penyulaman jika ada benih yang gagal tumbuh, dan berikan pupuk tambahan secara berkala.

  5. Pengendalian Hama dan Penyakit
    Gunakan agen hayati seperti Trichoderma sp. dan PGPR untuk mencegah layu fusarium dan penyakit akar.

  6. Panen dan Pascapanen
    Panen dilakukan saat buah matang penuh. Proses pascapanen sangat menentukan mutu, terutama saat pengeringan dan penyimpanan.

Sobat Horti, kapulaga bukan sekadar tanaman rempah biasa. Ia adalah rempah premium dengan nilai jual tinggi dan pasar yang terus berkembang. Dengan teknik budidaya yang tepat, kamu bisa hasilkan produk yang tak hanya laku di pasar lokal, tapi juga tembus ekspor! Jadi, siap menanam kapulaga dan panen cuan? (*)

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS)

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 24 Mei 2025, 2:04 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 24 Mei 2025, 2:04 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 24 Mei 2025, 2:04 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 24 Mei 2025, 2:04 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved