• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. KAWASAN PENGEMBANGAN HORTKULTURA TINGKATKAN DAYA SAING DAN NILAI TAMBAH

KAWASAN PENGEMBANGAN HORTKULTURA TINGKATKAN DAYA SAING DAN NILAI TAMBAH

  • 25 April 2021, 5:14 PM
  • Kilas, Agribisnis

Jakarta, Hortiindonesia.com

Pengembangan hortikultura dilaksanakan menggunakan paradigma baru berupa sinergitas kegiatan, dilaksanakan dalam satu kawasan komoditas (sayur, buah, florikultura, tanaman obat). Bambang Sugiharto, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura menyatakan hal ini.

Dalam kawasan ini perbenihan melakukan produksi benih bermutu, sertifikasi benih, pengawasan peredaran benih, sarana dan prasarana perbenihan.  Tata kelola produksi dilakukan secara ramah lingkungan dengan pengendalian OPT ramah lingkungan dan penanganan perubahan iklim.

Kawasan komoditas ini menjadi pendukung ketahanan pangan dengan menyediakan stok produk, stabilisasi harga, distribusi produk, sewa gudang, pasar tani. Juga menyediakan bahan baku untuk hilirisasi industri dengan fasilitasi sarana dan prasarana pasca panen dan pengolahan. Mendukung ekspor dengan fasilitasi diplomasi pemasaran, jaminan mutu dan keamanan pangan, sertifikasi (GAP, GHP dan lain-lain).

Tantangan daya saing dan hilirisasi hortikultura adalah inkonsistensi mutu dan pasokan. Sering terjadi pada pengiriman pertama kedua  mutu bagus tetapi setelahnya merosot. Juga pasokan pada suatu waktu melimpah tetapi pada waktu lain minim.

Minim sentuhan dan teknologi, sifat produk hortikultura adalah masa simpan singkat, mudah rusak dan kalau ini terjadi maka menjadi tidak menarik.  Biaya logistik tinggi sehingga harga produk sampai ke konsumen mahal.

Diplomasi perdagangan internasional juga lemah, masih banyak produk hortikultura yang tidak bisa masuk ke pasar negara tertentu. Produk juga belum didisain mengacu permintaan pasar. Pasar tertentu butuh grading, olahan juga saluran pemasaran yang tepat.


Baca Juga: Budidaya Bawang Merah Ramah Lingkungan, Dukung Produksi Aman Konsumsi

Strategi meningkatkan nilai tambah dan  daya saing  adalah untuk produk segar peningkatan kualitas juga membuat produk olahan dan bahan baku industri. Konsep agribisnis hortikultura adalah bukan memproduksi baru mencari pasar tetapi pasar butuh apa baru diproduksi (market driven).

Untuk menjawab dinamika pasar maka pemenuhan terhadap aspek mutu, harga, kemudahan konsumsi, standard (SNI, ISO, HACCP dan lain-lain), keamanan pangan, kelestarian lingkungan. Memenuhi kebutuhan industri dalam negeri lewat petani milenial, Great Giant Food, Gunung Sewu, Sampoerna Agro, Kalbe Farma. Tani Hub, Lazada, Indofood, WingFood.

Nilai tambah adalah pertambahan nilai suatu komoditas karena mengalami proses pengolahan, pengangkutan ataupun pasca panen dalam suatu produksi atau penambahan nilai pada input antara dalam proses produksi. Peningkatan nilai tambah hortikultura dengan teknologi peningkatan mutu, produk delopment dan pemanfaatan teknologi. Dilakukan sortasi dan grading , masuk grade A dan B dijual sebagai produk segar sedang C diolah sebagai produk olahan.

Peningkaran nilai tambah, daya saing dan hilirisasi hortikultura di on farm adalah dengan produksi dan budidaya, standar mutu (GAP),  pasca panen (GHP), kontinuitas produk; off farm produk olahan, pengembangan produk, dukungan dan kerjasama stakeholder, pemanfaatan teknologi; pemasaran lewat branding, promosi, sertifikasi, informasi harga, pasar tani, supply chain (distribusi/gudang); ekspor dengan negoisasi market akses, equivalensi dan recognisi, pemenuhan protokol ekspor.

Dukungan sarana pemasaran oleh Ditjen Hortikultura adalah pasar tani penjualan langsung oleh petani dan moving market, market place hortikultura, revitalisasi terminal agribisnis dan cold chain yang modern dan higienis.

Hilirisasi dan nilai tambah hortikultura untuk bawang merah adalah grading dan olahan, bawang putih grading dan olahan, cabe olahan, sayuran lainya berupa sayur segar, beku, kalengan, siap konsums. Biofarmaka jadi jamu instan, bumbu instan, minuman penyegar, tepung , atsiri.

Buah-buahan buah segar, aneka juice, puree, buah beku, buah kaleng, buah siap konsumsi untuk jeruk, lemon, buah naga, nanas, salak, rambutan. Sedang florikultur berupa bunga kering, aromatherapy dan atsiri.

 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 25 April 2021, 5:14 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 25 April 2021, 5:14 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 25 April 2021, 5:14 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 25 April 2021, 5:14 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved