• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kawasan Pisang Desa Buahdua Jamin Pasokan Bahan Baku Sale Pisang di Sumedang

Kawasan Pisang Desa Buahdua Jamin Pasokan Bahan Baku Sale Pisang di Sumedang

  • 27 November 2020, 6:35 AM
  • Buah, Agribisnis
  • HORTI INDONESIA
Sumedang, Hortiindonesia.com
 
Desa Buahdua di Kabupaten Sumedang merupakan daerah penghasil sale pisang yang pemasarannya  hingga Bandung, Majalengka dan Subang. Jenis pisang yang banyak diolah menjadi sale adalah ambon dan raja. Besarnya permintaan pasar yang berbanding terbalik dengan jumlah produksi pisang menjadi peluang yang baik bagi para petani sebagai produsen pisang.
 
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus mendorong produksi berikut kualitas produk unggulan pertanian melalui berbagai upaya, di antaranya pengembangan kawasan buah-buahan yang memiliki prospek pasar, baik segar maupun olahan.  Salah satu wujudnya adalah program pengembangan kawasan pisang di Kabupaten Sumedang.
 
Menurut Kepala Bidang Hortikultura Dinas Petanian Kabupaten Sumedang, Karnadi saat mendampingi Tim Monitoring di Kecamatan Buahdua menyebutkan penerima manfaat program terdiri dari 8 kelompok tani di 8 desa tersebar di empat kecamatan, salah satunya Kelompok Tani Mekar I.
 
“Ini ada salah satu penerimanya, Pak Unang Suparna pemilik luas lahan 2 hektare dengan populasi 1.900 pohon.  Selain benih, kami juga memfasilitasi pupuk organik dan NPK. Penanamannya juga telah dilakukan pada bulan November 2019,” kata Karnadi. 
 
Karnadi menambahkan, Sumedang memiliki potensi pengembangan kawasan pisang di Desa Buahdua seluas 50 hektare pada lahan perhutani maupun lahan desa. Sedangkan potensi kecamatan adalah 150 hektare di 14 Desa. Petani sangat antusias untuk pengembangan pisang ambon kuning untuk dapat memenuhi kebutuhan bahan baku sale pisang.
 
Bantuan APBN TA 2019 adalah varietas ambon kuning dan ditanam oleh kelompok tani di lahan-lahan tidur. Menurut Ketua Kelompok Tani Mekar I Unang Suparna, benih didapatkan dari penangkar Cianjur berupa anakan atau bonggol, jarak tanam 2 × 3 m dan umur tanaman 10 bulan.  

Baca Juga: Mengenal Daun Kelor, Ternyata Punya Banyak Manfaat!

 
“Anakan bergulir ke anggota kelompok yang lain dan saat ini mereka sudah mempersiapkan lubang tanam untuk menanam anakan tersebut”, tambah Unang. “Kendala yang dihadapi oleh petani adalah pada musim kemarau kesulitan pengairan sehingga membutuhkan pompa air dan pipanisasi. Selain itu dibutuhkan alsin untuk pengendalian gulma dan sarana pascapanen. Petani juga membutuhkan perbaikan jalan usaha tani karena jalan untuk mencapai lahan sulit untuk dilewati kendaraan bermotor untuk mengangkut hasil panen dan saprodi,” ujar Unang.
 
Terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto, mengatakan pihaknya akan terus berupaya meningkatkan produksi hasil pertanian baik segar maupun olahan terutama buah unggulan berskala ekspor. Terlebih Ditjen Hortikultura tengah fokus mengembangkan Gerakan Mendorong Produksi, Daya Saing dan Ramah Lingkungan (GEDOR HORTI) dengan salah satu fokusnya pengembangan kawasan pisang di Kabupaten Sumedang. 
 
”Kami akan terus berupaya untuk terus memperluas areal pertanaman guna meningkatkan hasil produksi buah-buahan ungulan segar maupun olahan terutama di masa pandemi Covid 19 ini,” terang pria yang kerap dipanggil Anton ini.
 
Senada, Direktur Buah dan Florikultura Liferdi Lukman mengapresiasi petani pisang di Sumedang. Pasalnya di tengah pandemic Covid 19 ini petani tetap mampu menghasilkan produk olahan bermutu. Penjualan produk olahan seperti sale pisang yang dapat langsung dikonsumsi masyarakat secara nyata mampu meningkatkan pendapatan petani di samping penjualan dalam bentuk segar.  
 
“Kami akan terus mendorong petani menerapkan budidaya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengacu pada Good Agricultural Practices (GAP) sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan tuntutan pasar baik dari segi kualitas maupun kuantitas,” pungkas Liferdi.
 
 
 

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 27 November 2020, 6:35 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 27 November 2020, 6:35 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 27 November 2020, 6:35 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 27 November 2020, 6:35 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved