• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kejar Target Swasembada 2021, Kementan Kembangkan Teknologi Inovatif Budidaya Bawang Putih

Kejar Target Swasembada 2021, Kementan Kembangkan Teknologi Inovatif Budidaya Bawang Putih

  • 03 Oktober 2019, 4:48 PM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA

Tegal - Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggiatkan penanaman bawang putih lokal demi memenuhi target swasembada bawang putih pada 2021 nanti. Tak hanya meningkatkan produktivitas, Kementan juga terus berupaya meningkatkan kualitas bawang putih lokal sehingga bisa bersaing dengan bawang putih impor. Melalui Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Kementan saat ini mengembangkan Teknologi Inovatif Budidaya Bawang Putih.

"Tantangan utama bawang putih adalah soal daya saing. Artinya, harga dan kualitasnya harus mampu bersaing dengan bawang impor. Mau tidak mau kita harus menyediakan teknologi inovatif budidaya yang mampu meningkatkan daya saing bawang putih," ungkap Kepala Balitsa Catur Hermanto usai melakukan panen bersama bawang putih di lahan ujicoba, di Desa Rembul, Kec. Bojong, Kab. Tegal, Rabu (2/10).

Dalam ujicoba teknologi inovatif budidaya bawang putih tersebut, varietas yang ditanam adalah lumbu hijau dan tawangmangu baru. Dengan implementasi teknologi yang dikembangkan Balitsa tersebut, produksi bawang putih bisa mencapai 30 ton per hektare. Angka ini jauh melampaui rata-rata produktivitas bawang ptih lokal yang baru mencapai 8 – 10 ton per hektare.

Salah satu tantangan pengembangan bawang putih adalah peningkatan daya saing. Menyikapi hal tersebut, Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) mengembangkan Teknologi Inovatif Budidaya Bawang Putih.

Uji coba teknologi tersebut dilakukan Balitsa di Desa Rembul, Kec. Bojong, Kabupaten Tegal. Varietas yang ditanam adalah Lumbu Hijau dan Tawangmangu Baru. Hasilnya, panen demplot bawang putih dengan paket teknologi mampu mencapai 30 ton per hektare. Angka ini jauh melampaui rata-rata produktivitas bawang putih lokal yang baru mencapai 8-10 ton per hektare.


Baca Juga: Panen Buah Semangka, Sadikin Gembira Dikunjungi Syamsuar

Substansi teknologi ini, ungkap Catur, adalah penerapan teknik budidaya dengan pemilihan varietas, pengaturan jarak tanam, penggunaan pupuk yang tepat dosis dan tepat guna. Selain itu, paket teknologi ini pun mencakup pemeliharaan tanaman yang intensif dan pengendalian hama terpadu. Dengan penerapan paket teknologi ini, diharapkan petani bisa menghasilkan bawang putih dengan produktivitas tinggi. Catur mengharapkan teknologi ini bisa secepatnya diperkenalkan kepada petani bawang putih lain di seluruh Indonesia.

"Kita sudah punya teknologi untuk mengkatrol produktivitas bawang putih kita. Jadi harus yakin, bawang putih lokal kita mampu berkompetisi dengan produk luar negeri," ucapnya optimistis.

Turut hadir dalam kegiatan panen, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tegal, Khofifah, menyambut gembira adanya teknologi inovatif ini. Harapannya adanya teknologi ini menjadi pemicu semangat bagi para petani.

"Daerah Bojong Tegal sejak dulu memang terkenal sebagai sentra bawang putih. Adanya teknologi ini membuat petani kami semakin antusias menanam kembali bawang putih," kata Khofifah didampingi Tasori, petani bawang putih setempat yang bermitra dengan Balitsa. "Betul-betul kami merasa senang dengan hasil panen dari lahan ujicoba ini. Hasilnya bagymus sekali. Kami siap berbagi dengan petani lain dimanapun berada,"kata Tasori mengamini.

Ditemui terpisah, Plt. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Sukarman mengaku sangat mengapresiasi teknologi inovatif yang dikembangkan Balitsa. Ia memastikan pihaknya akan mendukung sosialisasi teknologi dengan memperkenalkan kepada petani binaan Ditjen Hortikultura.

"Kami akan dukung dengan sosialisasi kepada petani penerima kawasan bawang putih yang didanai melalui APBN Direktorat Jenderal Hortikultura. Diseminasi teknologi budidaya seperti yang dihasilkan Balitsa sangat penting untuk memastikan bawang putih kita sanggup berkompetisi di pasaran nantinya," tegas Sukarman.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 03 Oktober 2019, 4:48 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 03 Oktober 2019, 4:48 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 03 Oktober 2019, 4:48 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 03 Oktober 2019, 4:48 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved