• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. KEMENTAN DORONG EKSPOR ANGGREK

KEMENTAN DORONG EKSPOR ANGGREK

  • 11 Februari 2020, 12:08 AM
  • Tanaman Hias, Jelajah, Kilas, Budidaya

Pangsa pasar anggrek baik di dalam negeri maupun mancanegara semakin terbuka. Trend peningkatan permintaan anggrek untuk segmen pasar tradisional maupun premium mendorong para pelaku bisnis antusias terjun di bisnis estetik ini. Indonesia sebagai negara tropis yang memiliki kekayaan sumber plasma genetik anggrek, berpeluang menjadi produsen anggrek yang diperhitungkan di pasar dunia.

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura terus mendorong pelaku bisnis anggrek untuk memperluas segmen pasarnya terutama ekspor. "Bisnis anggrek ini memang unik dan spesifik mulai dari aspek produksi hingga pemasarannya. Pangsa pasarnya lebih ke kebutuhan estetika, sehingga nilai jualnya bisa tinggi. Nah, negeri kita punya plasma nutfah anggrek yang besar. Indonesia bisa menjadi pemasok anggrek yang diperhitungkan di pasar dunia," ujar Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto saat mengunjungi Kebun Pembibitan Anggrek PT Ekakarya Graha Flora di Purwakarta Jawa Barat (9/02). Perusahaan tersebut dikenal sebagai produsen anggrek bulan (phalaenopsis), dan anggrek dendrobium dalam bentuk tanaman dan benih.

Selama kunjungan, Dirjen Hortikultura yang didampingi Direktur Buah dan Florikultura meninjau langsung kebun dan fasilitas produksi anggrek terbesar di Indonesia tersebut. Kapasitas produksi anggrek di PT Ekakarya kini mencapai 1 juta anggrek per tahun. Sistem produksinya sudah cukup modern, lengkap dengan fasilitas penangkaran benihnya. Luas kebun screenhouse untuk produksi anggrek dendrobium mencapai 12 hektar, sedangkan untuk anggrek bulan seluas 5 hektar. Proses pembungaan selanjutnya dilakukan di kebun Warungkondang Sukabumi. "Untuk memproduksi anggrek dari benih hingga berbunga butuh waktu setidaknya 3 tahun. Untuk menentukan anggrek terbaik perlu waktu setidaknya 8 tahun. Ini tantangan tersendiri bagi pelaku bisnis anggrek untuk bisa mengatur penjadwalan produksi. Bisnis anggrek butuh ketekunan dan ketelitian ekstra," terang pria yang akrab dipanggil Anton tersebut.

Kementerian Pertanian saat ini gencar memacu ekspor produk pertanian yang dikemas melalui Gerakan  Tiga Kali lipat Ekspor (GraTieks). Menurut Anton, pihaknya berkomitmen memberikan fasilitas kemudahan bagi para pelaku bisnis untuk melakukan ekspor. "Mulai dari panduan SOP budidaya, perijinan ekspor, registrasi kebun atau lahan, promosi hingga diplomasi perdagangan terus kami lakukan untuk mendukung ekspor," tandasnya. Anggrek dan jenis tanaman florikultura menarik perhatiannya karena nilai ekonomisnya sangat tinggi dibanding produk hortikultura lainnya. "Bisnis ini sifatnya sangat fashion. Harganya bisa tinggi ketika mampu memenuhi selera pasar. Kita akan bantu semaksimal mungkin para pelaku usaha agar bisa ekspor. Prinsipnya, kalau bisa dipermudah ngapain dibikin sulit," tukas Anton.


Baca Juga: Turis dan Masyarakat Tiongkok Menyenangi Buah Indonesia

Direktur Marketing PT. Ekakarya Graha Flora, Joko As'ad, mengaku pihaknya sangat berminat mengisi ceruk pasar ekspor anggrek dunia. Produsen anggrek yang berdiri sejak 1997 ini telah mengekspor anggreknya ke sejumlah negara diantaranya Amerika Serikat, Belanda, Australia, Jepang dan Singapore. Namun, saat ini baru Jepang dan Singapura yang berlangganan rutin anggrek idari perusahaannya. Upaya penjajagan pasar baru ke Uni Emirat Arab telah dilakukan melalui trial shipment. Saat ini anggrek banyak dipasarkan dalam berbagai bentuk, diantaranya botolan, kompot, tanaman pot remaja dan tanaman bunga. Untuk pasar ekspor difokuskan pada produk tanaman pot remaja dan tanaman yang sudah berbunga.

Jack sapaan akrab Pak Joko mengaku, tahun lalu mampu menjual sekitar 600 ribu anggrek untuk pasar domestik dan 100 ribu anggrek untuk pasar ekspor. Diakuinya harga anggrek di dalam negeri terbilang menggiurkan sehingga porsinya lebih besar dibanding ekspor. "Harga anggrek di pasar dalam negeri bisa mencapai Rp 150 ribu per tanaman. Pasar luar negeri memang cukup menjanjikan. Namun masih belum maksimal kita isi karena terkendala mahalnya ongkos angkutan kargo. Ini yang menyebabkan anggrek Indonesia masih kalah bersaing dari sisi harga dengan negara lain seperti Taiwan. Sebagai contoh, biaya kargo dari Indonesia ke Dubai mencapai US$ 3,2 per kilo, sedangkan dari Taiwan hanya US$ 1,5. Kami berharap Kementerian BUMN bisa memfasilitasi kargo pesawar garuda dengan harga murah untuk produk-produk ekspor asal Indonesia," kata Jack.

Para pelaku bisnis tanaman hias sangat mengapresiasi upaya Kementerian Pertanian untuk memfasilitasi kemudahan ekspor. Kemudahan perijinan diakui sangat membantu bisnis ekspor. "Kita ingin mensukseskan program pemerintah menggenjot ekspor. Yang perlu diselesaikan saat ini adalah masalah kargo dan diplomasi. Contoh Taiwan, mereka bisa bebas memasukkan anggrek berikut pot medianya ke USA. Sementara kita diharuskan bebas dari media tanam. Padahal secara kualitas, anggrek Indonesia masih lebih bagus dibanding anggrek asal Taiwan. Ini jadi PR diplomasi perdagangan kita," pungkas Jack.

Berdasarkan catatan BPS, kinerja ekspor florikultura sepanjang tahun 2019 naik dibanding 2018. Tahun 2019 ekspor florikultura mencapai 4.856 ton dengan nilai sekitar Rp 189 Milyar, sementara tahun 2018 sebanyak 4.639 ton senilai Rp 168,9 Milyar. Sementara ekspor anggrek kumulatif sepanjang tahun 2017 hingga 2019 mencapai 132 ribu kilogram senilai Rp 12,4 Milyar. Tahun 2019 ekspor anggrek sebanyak 38 ribu kilogram dengan nilai Rp 3,2 Milyar dengan negara tujuan ekspor meliputi Jepang, Singapura, Timor Leste dan Korea.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 11 Februari 2020, 12:08 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 11 Februari 2020, 12:08 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 11 Februari 2020, 12:08 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 11 Februari 2020, 12:08 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved