• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kementan Dorong Pengembangan Klaster Kawasan Jeruk di Bali

Kementan Dorong Pengembangan Klaster Kawasan Jeruk di Bali

  • 06 September 2018, 8:12 PM
  • Buah
  • HORTI INDONESIA

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan klaster kawasan jeruk di Bali. Pasalnya, komoditas ini memegang peran penting mengangkat perekonomian dan kesejahteraan petani.

Dirjen Hortikultura Kementan Suwandi mengatakan pemerintah mendorong pengembangan klaster kawasan Jeruk di Bangli, Badung dan Gianyar, di Provinsi Bali. Jeruk Siam Kintamani memiliki keunggulan warna kuning, rasa nano nano manis madu dan ada sedikit asam, kulit tebal dan mudah di kupas. Tanaman ini berbuah mulai umur 3 tahun.

"Kami terus mendorong agar lebih giat lagi mempromosikan budidaya jeruk, baik skala klaster maupun skala pekarangan. Potensi pasar masih terbuka," ungkap dia dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (6/9/2018).


Baca Juga: Nusa Horti 2026 Perkuat Jalan Indonesia Kuasai Pasar Buah dan Florikultura Global

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli, Wayan Sukartana menjelaskan bahwa luas pertanaman jeruk 5.020 hektare, Jenisnya meliputi Jeruk Siem Kintamani, Jeruk Selayar dan Lainnya. "Sentra utama jeruk tersebar di Kecamatan Kintamani, Bangli dan Tembuku dan Susut. Kini sudah berkembang 15 lokasi wisata agro," katanya.

Menurut Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Hortikultura Bali Wayan Sugiarto, Bali memiliki unggulan buah jeruk, salak dan manggis. Bahkan manggis siap diekspor ke China. "Juga sebagai sentra sayuran cabai, bawang merah, tomat, kubis dan lainnya berada di Bangli, Tabanan dan lainnya," tuturnya.

Penyuluh Pertanian Kecamatan Kintamani Gede Manuabe mengatakan, salah satu kelompok tani jeruk yakni Kelompok Tani Pertiwi mengembangkan jeruk 20 hektar dengan produksi 50 kg per pohon. Setiap hektare ditanami 800 hingga 1.000 pohon.

"Ini umur tanaman sudah 13 tahun tetap subur berbuah lebat karena dipupuk dan dirawat dengan baik," jelasnya.(ven)

Sumber : sindonews.com

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 06 September 2018, 8:12 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 06 September 2018, 8:12 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 06 September 2018, 8:12 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 06 September 2018, 8:12 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved