• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kementan Dorong Petani Penuhi Pasar Domestik dengan Buah Bermutu

Kementan Dorong Petani Penuhi Pasar Domestik dengan Buah Bermutu

  • 16 Februari 2020, 7:41 PM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA

Keprihatinan dunia atas merebaknya virus Corona di daratan China, ternyata di sisi lain membawa dampak positif bagi petani dan pedagang buah-buahan lokal. Berkurangnya impor buah-buahan terutama dari China, justru menciptakan peluang besar bagi petani dan pedagang buah nusantara untuk meningkatkan omzet produksi dan penjualannya. Pasar buah dalam negeri menjadi semakin terbuka luas untuk diisi dengan buah-buahan lokal. Meski begitu, pemerintah menghimbau para petani maupun pedagang untuk tidak 'aji mumpung' dengan menjual produk buah yang tidak bermutu.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, saat dihubungi di Jakarta (15/2), mengajak petani buah di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan momentum pasar saat ini. "Kita punya buah tropis yang luar biasa besarnya, mulai dari manggis, durian, alpokat, nenas, pisang, jeruk bahkan apel dan stroberi. Volumenya mencapai 22 juta ton lebih tahun 2019 lalu. Ini saatnya buah-buahan lokal merajai pasar dalam negeri. Namun begitu, untuk jenis buah tertentu seperti pisang, kami himbau agar petani memetik buah saat memang sudah umur panen atau matang fisiologis. Jangan sampai menjual buah 'karbitan' atau buah muda yang dipaksa matang," ujar pria yang akrab dipanggil Anton tersebut.

"Secara umum buah-buahan lokal kita sangat aman dikonsumsi, karena biasanya dari kebun langsung didistribusikan ke pasar. Rantai pasoknya juga tidak terlalu panjang, sehingga tidak perlu perlakukan khusus penambahan zat-zat kimia tertentu apalagi sampai menggunakan zat kimia berbahaya," ujar Anton. Pihaknya akan terus mengedukasi para petani atau pedagang buah untuk menghindari praktik pematangan buah menggunakan bahan kimia berbahaya seperti amonia atau sulfur dioksida atau bahan kimia berbahaya lainnya.

"Penggunaan bahan kimia berbahaya seperti Amonia atau Sulfur Dioksida jika sampai tertelan manusia, bisa merusak sistem saraf dan mempengaruhi fungsi hati maupun ginjal. Buah yang dipaksa matang dengan bahan kimia berbahaya, selain berpengaruh terhadap kualitas juga berpengaruh terhadap rasa. Nilai gizinya juga akan berkurang, karena dalam proses pematangan paksa, proses terbentuknya gula alami menurun, dan sintesis vitamin berkurang. Siapa yang rugi? Tentu semua pihak akan dirugikan," terang Anton.


Baca Juga: Perkuat Akses Pangan Berkualitas, PMT/TTIC Pusat Gelar Pangan Murah di Kalimantan Utara

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Buah dan Florikultura Liferdi Lukman tidak menampik peluang adanya praktik curang dalam perniagaan buah-buahan. Dirinya menghimbau agar konsumen lebih teliti sebelum mengkonsumsi buah. "Ciri-ciri buah yang matang akibat penggunaan bahan kimia diantaranya warna buahnya tampak lebih seragam, tetapi tidak menarik alias pucat, aroma buahnya ringan dan tercium bau kimia, dan rasa buahnya hambar. Meskipun kulitnya tampak menguning namun bagian tengahnya terasa keras. Buah tersebut juga tidak tahan simpan, lebih cepat busuk," ungkapnya.

Menurutnya, buah yang matang secara alami warnanya fisiknya justru tidak seragam, tetapi warnanya menarik. Untuk pisang, biasanya terdapat bintik-bintik sebagai tanda kematangan. Aroma buah yang matang alami jauh lebih tajam, tidak tercium bau kimia. Sementara dari segi rasa, buah yang matang alami akan matang secara merata, tidak hanya menguning di permukaan kulit, dibagian tengah juga terasa lunak. Buah yang matang alami juga memiliki umur simpan yang lebih lama. "Disini masyarakat pecinta buah dituntut jeli agar bisa mengidentifikasi buah yang dimatangkan dengan bahan kimia berbahaya tersebut," tukas Liferdi.

Pada dasarnya, secara alamiah tumbuhan memiliki hormon pertumbuhan yang disebut dengan etilen. Hormon ini bertanggung jawab dalam mengatur dan merangsang pemasakan buah, pemekaran mahkota bunga, menebalnya batang pohon, serta mempercepat gugurnya daun. Produksi etilen meningkat saat buah siap matang. Peningkatan ini memicu transformasi buah yang keras, hijau, kusam berubah menjadi buah yang lembut, mencolok, dan lezat untuk dimakan.

Melihat besarnya manfaat dari senyawa etilen ini dan seiring dengan perkembangan teknologi, etilen diproduksi secara buatan. Etilen buatan (artificial ethylene) mengandung senyawa Ethephon, yang berfungsi sama dengan etilen, berwujud larutan cair dan dapat melepaskan hormon senyawa etilen ini di dalam tubuh tanaman. Penggunaan etilen untuk mematangkan buah dinilai masih wajar dan buahnya aman dikonsumsi. Namun dengan syarat, tetap mengikuti dosis dan aturan penggunaan yang ditentukan.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 16 Februari 2020, 7:41 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 16 Februari 2020, 7:41 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 16 Februari 2020, 7:41 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 16 Februari 2020, 7:41 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved