• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kementan Siapkan Mekanisme Penjualan Melalui KUB untuk Kawal Panen di Food Estate Sumatera Utara

Kementan Siapkan Mekanisme Penjualan Melalui KUB untuk Kawal Panen di Food Estate Sumatera Utara

  • 06 Maret 2021, 6:14 PM
  • Agribisnis
  • HORTI INDONESIA
Humbang Hasudutan, hortiindonesia.com - Kawasan komoditas hortikultura Food Estate Humbang Hasundutan, Sumatera Utara memasuki masa panen. Bawang merah mulai panen pada awal Maret sementara  bawang  putih akan dipanen pada April 2021. 
 
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam beberapa kesempatan menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo memberikan perhatian yang sangat besar pada program Food Estate. 
 
"Program Food Estate ini diluncurkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Presiden juga menginstruksikan agar pembangunan Food Estate di Humbang Hasundutan dan Kalimantan Tengah selesai tahun ini," katanya.
 
Tentunya, informasi jelang panen menjadi hal yang menggembirakan. Khusus bawang merah, pemanenan perdana akan dilakukan di atas lahan Kelompok Tani Ria Kerja dengan luasan tanam 43 hektare. 
 
Adalah Ketua Kelompok Tani Ria Kerja, Amintas Lumban Gaul sedang mempersiapkan lahannya untuk panen perdana yang dijadwalkan 8 Maret dan disusul kemudian 15 Maret 2021 ini. Lahan pribadinya yang seluas 3,3 hektare tampak telah siap untuk segera dipanen. Panen ini dilakukan bertahap karena memang waktu tanamnya memiliki jeda. Untuk panen 8 Maret ini, dirinya bercerita penanaman dilakukan pada 26 Nopember tahun lalu di atas lahan 1,6 hektare. Sementara sisanya seluas 1,7 hektare ditanam pada pertengahan Desember 2020. 
 
Kondisi panen yang berbeda-beda memang lumrah di lahan Food Estate Desa Siriaria ini karena jadwal tanamnya memang bervariasi. 
 
"Anggaplah yang untuk luasan 1 hektare dibutuhkan 20 orang tenaga kerja, jadi untuk rencana hampir 2 hektare lahan saya ini dibutuhkan 40 orang. Jika tenaganya tidak mencukupi, saya akan kerjakan selama dua hari proses panennya," ujarnya ketika ditanya kesiapan panen. 
 

Baca Juga: Kementan Berkomitmen untuk Mendukung Pengembangan Kawasan Agribisnis Hortikultura di Garut

Ketika ditanyakan harapan ukuran bawang merah yang akan dipanen, dirinya berharap dapat menghasilkan bawang berukuran yang kecil saja. Alasannya, harga jual bawang berukuran kecil lebih menjanjikan. Ukuran umbi bawang sempat menjadi isu menarik beberapa minggu lalu yang ditengarai akibat daun yang tidak semuanya tumbuh tinggi. 
 
"Saya suka yang berukuran kecil. Jual ke tengkulak itu, ukuran kecil bisa Rp 22 ribu sementara ukuran besar hanya Rp 16 ribu per kg. Iya saya deg-degan juga menunggu hasil karena ini pertama kalinya untuk saya," papar pria paruh baya ini. 
 
Meskipun demikian, Kementerian Pertanian telah menyiapkan jalur pemasaran dan penjualan melalui mekanisme Kelompok Usaha Bersama (KUB). KUB adalah kelembagaan korporasi atau usaha yang menjembatani petani dan pembeli. 
 
Lembaga tersebut menjadi wadah pengorganisasian petani dan manajemen pengelolaan food estate berbasis hortikultura. Sehingga ketika panen, petani tidak lagi bingung akan menjual ke mana dan calon pembeli cukup tahu bahwa pasokan yang diperlukan tersedia dan tidak perlu mencari satu per satu. 
 
Selain itu, pembentukan KUB menjamin bahwa modal yang dibutuhkan petani untuk tanam berikutnya tersedia melalui mekanisme yang disepakati. 
 
"Iya benar, nanti untuk hasil panen akan diserahkan melalui KUB. KUB itulah yang akan berkomunikasi dengan off taker. Kami tinggal menerima hasil dari penjualan dengan menyisihkan keuntungan dan modal tanam berikutnya," ungkap Amintas. 
 
Amintas berharap, dengan perjuangan tanam beberapa bulan ini pemerintah tidak akan berhenti memberikan pendampingan dan permodalan. 
 
"Kami ingat betul ini dari tanah yang belum pernah diolah sama sekali lalu jadi pertanaman seperti ini. Kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Tanpa bantuan pemerintah, bahkan lahan satu hektare pun kami tidak sanggup. Semoga ini masih terus berlangsung, kami terus didampingi," pungkasnya.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 06 Maret 2021, 6:14 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 06 Maret 2021, 6:14 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 06 Maret 2021, 6:14 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 06 Maret 2021, 6:14 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved