• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kementan: Urban Farming Dukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kementan: Urban Farming Dukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

  • 11 Februari 2021, 8:06 PM
  • Agribisnis
  • HORTI INDONESIA
Jakarta, hortiindonesia.com Urban farming menjadi tren dan kegiatan baru yang digemari banyak orang terutama di daerah perkotaan. Salah satunya dikarenakan pandemi Covid-19 serta kebijakan work from home (WFH) membuat orang-orang lebih banyak berada di rumah dan mencari aktivitas baru agar tidak merasa bosan.
 
Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto melihat urban farming setahun belakangan ini sebagai fenomena yang luar biasa. Dirinya menyatakan bahwa sejak urban farming menjadi tren, penjualan benih hortikultura meningkat hingga lima kali lipat.
 
“Pandemi dan WFH membuat orang memiliki aktivitas baru di rumah, seperti urban farming dengan menanam hidroponik di rumah. Ini adalah fenomena luar biasa. Kami memantau penjualan benih sejak tren ini berlangsung dan ternyata benih horti meningkat hingga lima kali lipat,” ujar Anton, sapaan akrabnya, pada acara focus group discussion (FGD) bertajuk Kisah Sukses Urban Farming bersama Tabloid Sinar Tani melalui zoom, Rabu (10/2).
 
Anton menambahkan, selain tanaman sayuran, tanaman hias juga berperan sangat signifikan pada tren urban farming. Peminatnya meningkat bahkan sampai memunculkan petani-petani tanaman hias dari generasi milenial yang sukses.
 
Tidak hanya itu, Anton turut memaparkan bahwa ekspor tanaman hias naik hingga tiga kali lipat. Pada 2019, ekspor tanaman hias berada di angka 105 juta pieces, sementara pada November 2020 meningkat di angka 333 juta pieces. 
 
“Animo masyarakat sangat tinggi dan ini merupakan dukungan untuk pertanian Indonesia, terutama subsektor hortikultura,” tambahnya.
 

Baca Juga: Pasokan Cabai Lancar, Stok Aman Sampai Ramadhan Hingga Idul Fitri

Sebagai salah satu bentuk apresiasi Kementan terhadap urban farming, pada tahun anggaran 2020, Ditjen Hortikultura telah meluncurkan kegiatan urban farming dengan menyebarkan penanaman cabai di wilayah DKI Jakarta seluas 4,7 hektare yang dimanfaatkan oleh 71 KT dan bawang merah seluas 2 hektare yang ditanam di wilayah Angkatan Udara Halim Perdana Kusuma. Bantuan yang diberikan berupa benih cabai, benih bawang merah, pupuk organik dan pengendali OPT ramah lingkungan likat kuning.
 
Mengenai kebijakan urban farming, Anton menjelaskan bahwa Kementan, di bawah arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memiliki program pengembangan Kampung Hortikultura. Program ini tidak hanya menyasar lahan hamparan yang sudah ada, tetapi juga petani dengan lahan sempit. 
 
“Mengapa dinamakan ‘kampung’? Supaya terkonsentrasi dan terfokus. Kita fokuskan di desa-desa dengan salah satu sasaran petani lahan sempit. Jadi, 10 hektare bukan hanya hamparan saja,” jelas Anton.
 
Kampung Hortikultura mengusung konsep One Village One Variety (OVOV). Komoditas yang dikembangkan akan disesuaikan dengan agroekosistemnya. Kemudian, kampung tersebut akan dibantu benih unggul, pengendalian OPT, serta sarana dan prasarana dengan tetap memperhatikan sisi ramah lingkungan.
 
Melalui program Kampung Hortikultura, Anton berharap mampu meningkatkan kesejahteraan para petani dengan produktivitas hasil yang tinggi dan pengembangannya menjadi area agro edu wisata.
 
Sebagai informasi, urban farming merupakan usaha pertanian di perkotaan dengan memanfaatkan lahan-lahan terbuka yang ada di sekitar masyarakat. Luas lahan yang digunakan rata-rata seluas 5-50 m2. Komoditas yang umum diusahakan adalah tanaman yang berumur pendek seperti aneka sayuran daun dan buah, tanaman obat serta tanaman hias.
 
Turut hadir dalam FGD ini artis dan pegiat aquaponik Mark Sungkar, dosen IPB dan pakar urban farming Hadi Deddy Soesilo, penyuluh pertanian Dinas Pertanian Karawang Ajud Tajrudin, artis dan pegiat pangan organik Melly Manuhutu, staf ahli Mentan bidang Infrastruktur Pertanian (2015-2018) Ani Andayani, praktisi hidroponik Suci Puji Suryani dan Plt Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 11 Februari 2021, 8:06 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 11 Februari 2021, 8:06 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 11 Februari 2021, 8:06 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 11 Februari 2021, 8:06 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved