• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kementerian Pertanian Dorong Petani Muda dengan Sentuhan Smart Farming

Kementerian Pertanian Dorong Petani Muda dengan Sentuhan Smart Farming

  • 29 April 2021, 8:24 PM
  • Kilas
  • HORTI INDONESIA
Bandung Barat, hortiindonesia.com - Jargon Pertanian Maju, Mandiri dan Modern yang digaungkan Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo ternyata mendapat respon positif dari para pelaku usaha di bidang IT memasuki dunia pertanian. Hal itu terbukti dengan semakin banyaknya pertanian berbasis _smart farming_. Pertanian berbasis teknologi tersebut memudahkan petani dalam berbudidaya yang lebih efisien sekaligus mendorong anak muda mau terjun di dunia pertanian. 
 
Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto sangat mengapresiasi hadirnya petani muda yang mampu menguasai teknologi pertanian. 
 
"Hortikultura Indonesia akan semakin maju dan modern dengan hadirnya petani milenial yang mampu menguasai _smart farming_ untuk peningkatan efisiensi produksi, kualitas dan kontinuitas produk-produk hortikuktura," ujar Prihasto, Kamis (29/4).
 
 
Serenity Farm adalah kelompok tani di Desa Cibodas, Lembang yang sukses budidaya baby buncis Kenya untuk diekspor ke Singapura. Selain baby buncis, komoditi unggulan lainnya adalah Horenzo, Beetroot dan Tomat Beef yang dipasarkan di kota Bandung dan Jakarta. 
 
Ade Rukmana, ketua kelompok tani berharap usaha sayuran yang dipasarkan ke luar negeri tersebut benar-benar meningkatkan animo anak-anak muda tergabung di sektor pertanian. Selain itu usaha yang diakukannya juga sekaligus membangun desa. Tujuannya tidak lain adalah mendorong regenerasi anak muda untuk bertani dan mengurangi jumlah petani perambah hutan.
 
"Serenity Farm bukan hanya ingin menghasilkan komoditas pertanian yang bersih dan sehat tapi juga menumbuhkan SDM petani-petani milenial sehingga mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat seperti nongkrong," ujar Ade.
 
Untuk memenuhi permintaan pasar, Serenity Farm bekerja sama dengan Dompet Dhuafa sebagai mitra petani. Mitra petani diberi dukungan dalam bentuk pembibitan dan pemupukan. Selain itu Serenity Farm dan Dompet Dhuafa juga melakukan pemberdayaan terhadap petani yang tidak memiliki lahan melalui program Desa Tani. Dimana petani perambah hutan dan  buruh tani bisa bertani sendiri dengan bantuan modal pembiayaan kebun dan disewakan lahan.
 
“Saat ini sudah terdapat tiga Desa Tani dengan luas kurang lebih 3 hektare per desa. Dari tiap luasan per desa dibagi menjadi 20 blok dan digarap per minggu oleh dua orang," sambung Ade. 

Baca Juga: Kementerian Pertanian Dorong Registrasi Kebun Sesuai Ketentuan GAP

 
Tak berhenti di situ, Keberadaan Serenity Farm di Desa Cibodas ternyata juga sangat membantu mitra petani karena dapat memberikan kepastian harga.  Sebab Serenity Farm sudah memiliki pasar tetap. Serenity Farm juga menjaga kualitas, kuantitas dan kontinuitas sehingga menjamin mitra petani.
 
Dibalik keinginan Ade untuk memiliki sistem pertanian modern di wilayahnya, Ade dihadapkan pada masalah kesulitan air.  Jarak sumber air ke lahan petani cukup jauh yaitu 2,8 km sehingga diperlukan bantuan pipanisasi. Gayung bersambut, Diskominfo Jabar yang menggandeng _start up_ Habibi Garden  memberikan solusi untuk Serenity Farm. Bahkan menjadikan Serenity Farm sebagi lahan percontohan desa digital dengan menerapkan _smart farming_ berbasis teknologi IoT (Internet of Things) yang dihadirkan oleh Habibi Garden. Teknologi tersebut  memberi kemudahan bertani dengan aplikasi di smartphone.
 
Dengan teknologi Habibi Garden usahatani yang dijalankan di serenity farm menjadi lebih efektif dan efisien.  Kegiatan penyiraman, pemupukan dan monitoring lahan dapat di akses dari jarak jauh melalui smartphone.  Selain itu,  teknologi ini juga dapat menghemat pemakaian air dan nutrisi karena penyiraman dan pemupukan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman yang terinfo dalam aplikasi tersebut.  Sehingga tidak ada air dan pupuk yang terbuang. Bahkan pemakaian air pun bisa hemat hingga 60%. 
 
Teknologi tersebut juga mampu memberikan informasi mengenai kondisi lahan optimal untuk setiap komoditas, informasi kondisi riil lahan sejak kegiatan penanaman hingga panen, serta dapat memprediksi waktu dan kuantitas panen. Sistem atau instrumen yang dibangun dalam Teknologi Habibi Garden adalah sistem rekayasa lingkungan seperti monitoring kondisi suhu, pH tanah dan masih banyak lainnya. 
 
Rangkain instrumen tersebut dapat dipilih sesuai dengan jenis tanaman hortikultura yang ingin dibudidayakan. Terdapat 20 jenis tanaman hortikultura pada menu aplikasinya terdiri dari cabai, buncis, tomat, paprika dan lainnya. 
 
Smart farming sistem ini dapat berjalan asalkan memenuhi empat syarat yakni tersedia air,  listrik, internet dan sosial. Tak kalah pentingnya,  kemiringan lahan maksimal 11 derajat. 
 
“Saya optimis anak-anak muda semakin tertarik bertani dengan adanya teknologi ini. Memang biaya teknologi ini biayanya cukup mahal sehingga perlu integrasi program dan kegiatan lintas kementerian dan lembaga untuk mereplikasi smart farming ini,” ujarnya.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 29 April 2021, 8:24 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 29 April 2021, 8:24 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 29 April 2021, 8:24 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 29 April 2021, 8:24 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved